Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Jalan Penghubung Dua Desa Dulu Rusak Kini Mulus: Proyek Pengaspalan Karangmangu–Purbasana Resmi Dimulai

477
×

Jalan Penghubung Dua Desa Dulu Rusak Kini Mulus: Proyek Pengaspalan Karangmangu–Purbasana Resmi Dimulai

Sebarkan artikel ini

Tegal, SniperNew.id – Jalan penghubung antara Desa Karang­man­gu dan Desa Pur­basana, Kabu­pat­en Tegal, yang sela­ma ini rusak parah dan menyulitkan war­ga, kini mulai diper­bai­ki. Pemer­in­tah Kabu­pat­en Tegal secara res­mi mem­u­lai proyek pen­gas­palan jalan terse­but pada Sab­tu, 22 Juni 2025, meng­gu­nakan Dana Pokok Piki­ran (Pokir) hasil aspi­rasi masyarakat yang dis­alurkan melalui anggota DPRD Kabu­pat­en Tegal.

Proyek pen­gas­palan ini men­ja­di salah satu pri­or­i­tas pem­ban­gu­nan infra­struk­tur tahun 2025. Jalan sep­a­n­jang 2,5 kilo­me­ter den­gan lebar 5 meter terse­but akan diban­gun untuk mem­per­lan­car konek­tiv­i­tas antar­wilayah, ser­ta mem­per­mu­dah mobil­i­tas dan dis­tribusi hasil per­tan­ian war­ga di dua desa terse­but.

  65 Warga Terima Bantuan Tunai, Solidaritas Sosial Menghangatkan Desa Balaradin

Kepala dinas Peker­jaan Umum (PU) Kabu­pat­en Tegal men­je­laskan, proyek ini diran­cang untuk men­jawab kebu­tuhan mende­sak masyarakat akan akses jalan yang layak. Sela­ma ini, kon­disi jalan tanah yang rusak parah men­ja­di peng­ham­bat aktiv­i­tas sehari-hari war­ga, teruta­ma saat musim hujan.

“Jalan ini san­gat vital. Selain menghubungkan dua (2) Desa, juga men­ja­di jalur uta­ma war­ga dalam men­gangkut hasil per­tan­ian ke pasar. Den­gan pen­gas­palan ini, kami berharap mobil­i­tas dan perekono­mi­an masyarakat akan jauh lebih baik,” ujar Kepala dinas PU dalam keteran­gan­nya.

Dana yang digu­nakan dalam proyek ini berasal dari Dana Pokok Piki­ran atau Pokir yang dialokasikan melalui anggota DPRD Kabu­pat­en Tegal. Dana Pokir sendiri meru­pakan hasil pen­jaringan aspi­rasi masyarakat saat masa reses, yang kemu­di­an diusulkan men­ja­di pro­gram pri­or­i­tas pem­ban­gu­nan daer­ah.

Menu­rut infor­masi dari Sekre­tari­at DPRD, usu­lan pen­gas­palan jalan Karangmangu–Purbasana ini masuk seba­gai salah satu pri­or­i­tas uta­ma kare­na telah lama dikeluhkan war­ga, dan dini­lai memi­li­ki urgen­si ting­gi ter­hadap pen­ingkatan kual­i­tas hidup masyarakat pedesaan.

  Warga Ceritakan Evakuasi Banjir dari Kesaksian

Pelak­sanaan proyek ini diper­cayakan kepa­da kon­trak­tor lokal yang telah lolos pros­es lelang ter­bu­ka sesuai prose­dur pen­gadaan barang dan jasa pemer­in­tah. Proyek ditar­getkan ram­pung dalam 60 hari ker­ja den­gan pen­gawasan lang­sung dari DPU ser­ta par­tisi­pasi masyarakat sek­i­tar.

“Kami juga libatkan unsur masyarakat dalam pen­gawasan, agar kual­i­tas peker­jaan bisa mak­si­mal dan transparan. Ini ben­tuk par­tisi­pasi pub­lik yang terus kami dorong,” tam­bah Kepala DPU.

War­ga menyam­but gem­bi­ra dim­u­lainya penger­jaan jalan ini. Siti (45), war­ga Karang­man­gu, menyam­paikan rasa syukur dan hara­pan­nya agar proyek ini ber­jalan lan­car dan berkual­i­tas.

“Dulu kalau musim hujan, jalanan becek dan sulit dile­wati. Bahkan per­nah ada war­ga jatuh saat naik motor. Sekarang kami senang sekali, akhirnya diper­bai­ki. Ini akan san­gat mem­ban­tu anak-anak seko­lah dan petani,” ujarnya.

  Azan Magrib Bergema di Masjid Al Munawwarah Pascabanjir

Sena­da den­gan Siti, Suwan­di (60), war­ga Pur­basana, juga men­gapre­si­asi langkah pemer­in­tah dan wak­il raky­at yang telah mem­per­juangkan aspi­rasi war­ga.

“Ini buk­ti kalau suara raky­at itu benar-benar diden­gar. Kami harap sete­lah jadi, jalan ini tetap dija­ga dan dirawat,” katanya.

Sete­lah proyek sele­sai, jalan ini akan lang­sung masuk dalam pro­gram pemeli­haraan rutin dari DPU Kabu­pat­en Tegal agar kual­i­tas­nya tetap ter­ja­ga. Pemer­in­tah juga berkomit­men untuk terus mengem­bangkan infra­struk­tur desa lain yang juga mem­bu­tuhkan per­ha­t­ian seru­pa.

“Kami berharap ini men­ja­di con­toh sin­er­gi posi­tif antara pemer­in­tah daer­ah dan DPRD dalam men­jawab kebu­tuhan masyarakat. Infra­struk­tur desa yang baik adalah pon­dasi dari kese­jahter­aan masyarakat,” pungkas Kepala DPU.

Den­gan dim­u­lainya proyek ini, war­ga dua desa bisa kem­bali berharap pada mobil­i­tas yang lebih mudah, aman, dan nyaman—menuju kehidu­pan yang lebih baik.

Penulis: Suwat­no
Edi­tor: Redak­si

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *