Sei Berombang, SniperNew.id - 23 Juli 2025 Di tengah tekanan harga kebutuhan pokok yang kian melonjak, harapan baru datang untuk warga Kelurahan Sungai Berombang, Kecamatan Panai Hilir. Mulai 21 Juli 2025, pemerintah resmi menyalurkan bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras sebanyak 20 kg per Kepala Keluarga (KK) bagi masyarakat yang terdata dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Program bantuan yang menyasar 1.483 keluarga penerima manfaat ini adalah bagian dari langkah strategis nasional dalam menjaga ketahanan pangan serta memberikan perlindungan ekonomi langsung bagi rakyat kecil. Kegiatan penyaluran dilakukan di kantor kelurahan Sungai Berombang dan akan berlangsung hingga seluruh keluarga penerima mendapatkan haknya.
Lurah Sungai Berombang, dalam sambutannya saat menyerahkan bantuan secara simbolis pada Senin (21/7), menjelaskan bahwa program ini merupakan inisiatif langsung Presiden Republik Indonesia dan dilaksanakan melalui kerja sama lintas lembaga, termasuk Bulog Kabupaten Labuhan Batu.
> “Ada dua pendekatan dalam program ini: perlindungan dan pemberdayaan. Untuk saat ini, kita fokus pada perlindungan langsung, yakni pemberian beras bagi warga yang memang membutuhkan,” tegas Lurah di hadapan warga dan petugas distribusi.
Menurutnya, stok beras yang disediakan Bulog sangat mencukupi untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025, dan proses distribusi dijadwalkan selesai dalam waktu dekat. Guna memastikan kelancaran penyaluran, Lurah juga telah menginstruksikan seluruh kepala lingkungan dan staf kelurahan untuk melakukan monitoring serta pendampingan ketat agar tidak terjadi penyelewengan atau hambatan.
Kebijakan ini disambut antusias oleh masyarakat. Seorang warga menyampaikan bahwa bantuan beras ini sangat membantu, terutama di tengah mahalnya harga bahan pokok dan menurunnya daya beli masyarakat.
> “Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Semoga benar-benar dimanfaatkan sesuai kebutuhan rumah tangga dan bukan untuk hal-hal di luar itu,” ujarnya.
Selain memberikan rasa aman terhadap kecukupan pangan keluarga miskin, program ini juga mencerminkan komitmen negara dalam mengatasi kesenjangan sosial-ekonomi di tingkat akar rumput. Pendekatan langsung melalui distribusi beras menjadi solusi konkret yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat tanpa birokrasi berbelit.
Ke depan, pemerintah diharapkan dapat terus mengembangkan program perlindungan sosial semacam ini dengan mekanisme distribusi yang lebih cepat, akurat, dan berkelanjutan, termasuk perluasan cakupan bantuan ke sektor-sektor lain seperti pendidikan dan energi.
Dengan situasi ekonomi yang masih belum stabil, penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah menjadi langkah nyata yang menunjukkan kehadiran negara di tengah kesulitan rakyat. Harapannya, program ini tidak hanya menjadi respons sementara, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun ketahanan ekonomi masyarakat dari bawah.













