Lisbon, SniperNew.id — Situasi memanas terjadi antara striker asal Swedia, Viktor Gyökeres, dan manajemen Sporting CP setelah laporan menyebut adanya perubahan sikap klub terkait klausul pelepasannya. Ketegangan ini pertama kali mencuat lewat unggahan akun terpercaya di platform X, @FabrizioDramano, pada Rabu, 12 Juni 2025.
Gyökeres dikabarkan merasa sangat murka usai pihak Sporting dianggap mengingkari kesepakatan tidak tertulis sebelumnya. Menurut informasi dari @FabrizioDramano, telah ada semacam “gentleman’s agreement” atau kesepakatan lisan bahwa pemain bisa dilepas dengan harga sekitar €65 juta plus tambahan bonus.
Namun, meski tawaran semacam itu telah diajukan, presiden Sporting justru bersikukuh meminta nilai yang lebih tinggi dari nominal tersebut.
Pemain utama dalam isu ini adalah Viktor Gyökeres, striker andalan Sporting yang tampil gemilang sepanjang musim 2024/2025. Sementara dari pihak klub, keputusan disebut berasal langsung dari presiden Sporting, yang hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi kepada publik.
Isu ini mencuat ke publik pada 12 Juni 2025, dan berkembang dari dalam internal klub yang bermarkas di Lisbon, Portugal. Situasi ini terjadi menjelang pembukaan bursa transfer musim panas, saat sejumlah klub elite Eropa tengah bersiap merekrut pemain baru.
Masalah muncul karena perbedaan interpretasi atas nilai transfer yang disepakati secara informal sebelumnya. Meskipun klausul rilis Gyökeres belum mencapai angka €100 juta, permintaan terbaru dari pihak Sporting kini melampaui €65 juta, nilai yang sebelumnya diyakini sebagai batas awal negosiasi. Hal ini dinilai sebagai bentuk pembatalan kesepakatan moral, dan membuat pihak pemain merasa dikhianati.
Gyökeres disebut “furious” alias sangat marah, terutama karena merasa Sporting telah mempersulit proses kepindahannya. Striker berusia 26 tahun itu diyakini ingin segera melanjutkan karier ke liga yang lebih kompetitif setelah mencetak puluhan gol musim lalu.
Sejauh ini, belum ada konfirmasi resmi dari Sporting atau perwakilan Gyökeres. Namun, sejumlah klub Premier League dan Serie A dikabarkan tengah memantau situasi ini dengan seksama. Jika negosiasi buntu, konflik ini berpotensi menjadi saga panas di bursa transfer musim panas 2025.
Pasang iklan kirim ke Email: [email protected]
Editor/penulis:: (Redaksi)



















