Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

GWI DPD Banten Minta Presiden RI Agar Ambil Tindakan Tegas Terhadap Kelakuan Menteri Desa

303
×

GWI DPD Banten Minta Presiden RI Agar Ambil Tindakan Tegas Terhadap Kelakuan Menteri Desa

Sebarkan artikel ini

Keta­pang, ShiperNew.id — Teru­lang kem­bali di kabi­net Pres­i­den Prabowo Subianto, yaitu orang keper­cayaan­nya yang diangkat untuk mem­ban­tu men­jalankan tugas pemer­in­ta­han, malah men­golok-olok pro­fe­si LSM dan Wartawan.

Sebelum­nya Gus Mif­ta juga men­golok-olok pro­fe­si tukang es dan akhirnya men­gun­durkan diri dari Pemer­in­ta­han Pres­i­den Prabowo Subianto. Kini Men­tri Desa kem­bali men­jibir dua pro­fe­si LSM dan Wartawan.

Yan­dri Susan­to selaku Menteri Desa, Pem­ban­gu­nan Daer­ah Tert­ing­gal, dan Trans­mi­grasi (Mendes PDTT) dalam State­ment vidio yang beredar sudah menced­erai Pro­fe­si LSM dan Wartawan

  Fokus pada Pembangunan Panca Dambaan, Bupati Sergai Buka Konsultasi Publik RKPD 2026

” Yang pal­ing banyak meng­gang­gu Kepala Desa itu LSM dan Wartawan Bodrex, kare­na mere­ka mutar itu, hari ini minta 1.000.000., (satu juta), bayangkan kalau 300 desa (tiga ratus desa) Rp 300.000.000., (tiga ratus juta), bayangkan kalah gaji Kemendes itu, kalah itu gaji menteri dap­at 300.000.000 (tiga ratus juta) itu, ya kan, oleh kare­na itu pihak kepolisian dan kejak­saan mohon ditert­ibkan dan ditangkapi saja itu Pak Polisi LSM dan Wartawan Bodrex itu yang meng­gang­gu ker­ja para kepala desa itu” Ucap Mendes dalam video yang beredar.

Hal terse­but men­da­p­at tang­ga­pan dari Syam­sul Bahri selaku Ket­ua Gabungnya Wartawan Indone­sia (GWI) Dewan Per­wak­i­lan Daer­ah (DPD) Provin­si Ban­ten. Menu­rut­nya bah­wa uca­pan Mendes san­gat menyak­itkan hati para Wartawan dan LSM.

  KPU Gelar Peluncuran Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Sibolga

“Uca­pan terse­but san­gat tidak pan­tas diu­cap­kan oleh Menteri Desa, dikare­nakan pro­fe­si itu san­gat mulia. Kita lihat den­gan uca­pan­nya itu, saya yakin semua LSM dan Wartawan yang ada di Indone­sia merasa ter­sak­i­ti,” Ucap Syam­sul Bahri, Ming­gu (2/2/2025).

Syam­sul men­je­laskan bah­wa semua wartawan telah dilengkapi den­gan surat tugas dan kar­tu pers sesuai den­gan Undang-undang Nomor 40 tahun 1999.

” Ada­pun menteri desa tidak senang den­gan oknum LSM dan oknum wartawan, saya men­yarankan agar Menteri Desa meng­gu­nakan isti­lah “oknum ” untuk meru­juk pada indi­vidu.

Menu­rut Syam­sul bah­wa State­ment Men­tri Desa san­gat merugikan rep­utasi pro­fe­si jur­nal­is­tik. Sehing­ga dirinya menekankan pent­ingnya meng­har­gai ker­ja wartawan yang telah men­jalankan tugas­nya den­gan baik.

” Tidak ada wartawan Bodrex, pent­ing untuk mem­be­dakan antara wartawan dan LSM yang pro­fe­sion­al dan mere­ka yang mungkin menyalah­gu­nakan posisi mere­ka. Den­gan ini kami mene­gaskan bah­wa tidak ada wartawan yang dap­at dise­but “Bodrex,” meru­juk pada wartawan yang tidak pro­fe­sion­al,” Ujarnya.

  Bupati Asmar Dampingi Kapolda Riau Tinjau PSU di Tanjung Peranap 

Seba­gai peja­bat pub­lik, Men­tri Desa seharus­nya men­ja­ga uca­pan­nya.

“Wartawan itu dilin­dun­gi oleh Undang-undang yang men­gatur pro­fe­si, sehing­ga pent­ing untuk tidak menggen­er­al­isasi atau mence­markan nama baik selu­ruh pro­fe­si hanya kare­na tin­dakan segelin­tir indi­vidu. Peja­bat pub­lik, ter­ma­suk Menteri Desa, dihara­p­kan lebih berhati-hati dalam memil­ih kata-kata saat berbicara ten­tang wartawan. Meng­gu­nakan isti­lah “oknum” lebih tepat untuk meru­juk pada indi­vidu yang melakukan pelang­garan,” Tetang Syam­sul.

Sam­pai beri­ta ini ter­bit beber­a­pa pihak yang terkait belum dap­at dihubun­gi, kepa­da awak media SniperNewsid Keta­pang Kalbar, Ming­gu (2/2/2025)

 

Penulis: (Juma­di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *