Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Gunung Halimun Salak “Paru-Paru Jawa Barat” Luka Parah Akibat Tambang Emas Ilegal

310
×

Gunung Halimun Salak “Paru-Paru Jawa Barat” Luka Parah Akibat Tambang Emas Ilegal

Sebarkan artikel ini

Jawa Barat, SniperNew.id — Gunung Hal­imun Salak yang dike­nal seba­gai “paru-paru Jawa Barat” kini meng­hadapi kerusakan serius aki­bat maraknya aktiv­i­tas tam­bang emas ile­gal. Direk­torat Jen­der­al Pene­gakan Hukum (Dit­jen Gakkum) Kementer­ian Lingkun­gan Hidup dan Kehutanan (KLHK) men­e­mukan sebanyak 411 lubang tam­bang emas ile­gal (PETI) dan sek­i­tar 1.119 pon­dok ker­ja yang terse­bar di kawasan Taman Nasion­al Gunung Hal­imun Salak (TNGHS), Kamis (06/11/2025).

  Jamhari Resmi Pimpin KWRI Pringsewu, Muscab V Berlangsung Khidmat dan Penuh Semangat Profesionalisme

Aktiv­i­tas penam­ban­gan liar terse­but dilakukan jauh di ped­ala­man dan men­cakup wilayah Gunung Tela­ga, Ciso­ka, Gunung Ken­cana, hing­ga Pan­garangan. Kon­disi ini berpoten­si menim­bulkan ben­cana hidrom­e­te­o­rolo­gi seper­ti ban­jir dan long­sor, seba­gaimana dila­porkan oleh Metrobo­gor melalui akun media sosial @faktaid62.

  Sosialisasi Anti-Bullying Dimulai di SMAN 53 Cipinang

Sejum­lah war­ganet turut meny­oroti per­soalan ini. Akun @lilyanalye meny­ing­gung ayat dalam Surat An-Naba ayat 7 yang menye­but gunung seba­gai pasak bumi, men­gaitkan kerusakan alam den­gan ben­cana yang datang. Semen­tara akun @bento.bowl_bekasi menulis bah­wa “paru-paru Jawa Barat sudah berlubang”, menggam­barkan kon­disi alam yang kian parah.

Komen­tar lain dari @agit46 menye­but tam­bang ile­gal ser­ing diang­gap demikian kare­na “peja­bat tidak men­da­p­at upeti”, sedan­gkan tam­bang yang mem­beri upeti dise­but legal. Akun @afsefri.feri menam­bahkan bah­wa dulu penam­bang harus menyetor ratu­san juta rupi­ah kepa­da aparat agar bisa berop­erasi, dan kini banyak penam­bang di Jawa Barat yang tetap ber­jalan kare­na diduga dilin­dun­gi.

  Pelajar Pesawaran Tembus Grand Final Duta Siswa Indonesia 2026

Kasus ini men­ja­di per­ha­t­ian pub­lik kare­na menyangkut kelestar­i­an lingkun­gan dan poten­si dampaknya ter­hadap masyarakat di sek­i­tar kawasan Gunung Hal­imun Salak.

Pemer­in­tah dim­inta untuk bertin­dak tegas menghen­tikan aktiv­i­tas tam­bang ile­gal dan memulihkan kawasan hutan yang rusak.

Penulis: (Iskan­dar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *