Berita Daerah

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling Temui Demonstran: Dialog Damai Jadi Contoh Demokrasi Sehat

268
×

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling Temui Demonstran: Dialog Damai Jadi Contoh Demokrasi Sehat

Sebarkan artikel ini

Man­a­do, snipernew.id – Suasana di depan Kan­tor Guber­nur Sulawe­si Utara (Sulut), Jalan 17 Agus­tus, Man­a­do, Selasa (2/9/2025), terasa berbe­da dari biasanya. Bukan riuh teri­akan keras atau desakan aparat yang men­dom­i­nasi suasana, melainkan doa bersama dan lan­tu­nan lagu kebangsaan Padamu Negeri yang mem­bu­ka aksi demon­strasi ratu­san war­ga.

Mas­sa aksi yang hadir den­gan tert­ib ini datang mem­bawa sejum­lah tun­tu­tan. Mere­ka berharap aspi­rasi men­ge­nai kese­jahter­aan ekono­mi, akses pen­didikan, ser­ta penataan pem­ban­gu­nan daer­ah bisa benar-benar diden­gar oleh pemer­in­tah. Namun yang mem­bu­at peri­s­ti­wa ini istime­wa, Guber­nur Sulut, Yulius Sel­vanus Koma­l­ing (YSK), tidak sekadar menung­gu lapo­ran atau berdiam di balik pagar kan­tor pemer­in­ta­han. Ia jus­tru turun lang­sung ke lapan­gan, menya­pa, menden­garkan, dan berdia­log den­gan para demon­stran.

Langkah itu men­u­ai apre­si­asi luas, baik dari peser­ta aksi maupun masyarakat yang menyak­sikan. Di ten­gah situ­asi nasion­al yang belakan­gan ser­ing diwar­nai aksi mas­sa beru­jung ricuh, peri­s­ti­wa di Man­a­do terse­but jus­tru meng­hadirkan potret berbe­da: komu­nikasi dua arah yang sehat antara raky­at dan pemimpin­nya.

Sejak pagi, barisan mas­sa mulai memenuhi hala­man depan kan­tor guber­nur. Tidak ada doron­gan, tidak ada span­duk pro­vokatif. Seba­liknya, para peser­ta aksi men­gawali kegiatan den­gan doa bersama lin­tas aga­ma. Mere­ka kemu­di­an menyanyikan Padamu Negeri, sebuah sim­bol bah­wa aspi­rasi yang dis­am­paikan bukan untuk kepentin­gan kelom­pok sema­ta, melainkan demi kebaikan daer­ah dan bangsa.

  "Rumah Murah Dekat Tugu Tani Margoagung, 5 Menit ke Wisata Hits! Buruan Sebelum Kehabisan!"

Aksi itu segera menye­dot per­ha­t­ian masyarakat sek­i­tar. War­ga yang melin­tas berhen­ti seje­nak, seba­gian mengabadikan momen lewat pon­sel. Situ­asi tert­ib dan penuh khid­mat mem­bu­at suasana jauh dari kesan tegang.

Di ten­gah keru­mu­nan itu­lah, Guber­nur Yulius Sel­vanus Koma­l­ing muncul. Tan­pa pro­tokol berlebi­han, ia memil­ih berdiri di hada­pan mas­sa, menyala­mi beber­a­pa per­wak­i­lan, lalu mem­per­si­lakan mere­ka menyam­paikan isi hati secara ter­bu­ka.

Dalam dia­log yang berlang­sung di ruang ter­bu­ka itu, YSK menun­jukkan sikap ten­ang. Ia menden­garkan seti­ap orasi den­gan sak­sama, sesekali men­catat poin pent­ing.

“Pemer­in­tah Sulut tidak per­nah aler­gi ter­hadap kri­tik maupun masukan. Jus­tru kami selalu menam­pung aspi­rasi masyarakat seba­gai bahan per­tim­ban­gan dalam mengam­bil kebi­jakan. Komit­men kami jelas, yakni bek­er­ja demi kema­juan dan kese­jahter­aan raky­at Sulut,” tegas­nya di hada­pan para peser­ta aksi.

Perny­ataan terse­but dis­am­but tepuk tan­gan. Beber­a­pa ora­tor kemu­di­an men­ga­jukan isu yang mere­ka nilai mende­sak: naiknya har­ga kebu­tuhan pokok, kesen­jan­gan pen­didikan di daer­ah ter­pen­cil, hing­ga kebu­tuhan penataan pem­ban­gu­nan yang lebih mer­a­ta.

YSK menang­gapi satu per satu den­gan lugas. Ia tidak men­jan­jikan solusi instan, namun mem­beri pen­je­lasan tek­nis ten­tang langkah pemer­in­tah, sekali­gus mem­bu­ka ruang tin­dak lan­jut.

Lebih lan­jut, Guber­nur menyam­paikan apre­si­asi atas cara penyam­pa­ian pen­da­p­at yang dilakukan secara damai.

“Saya bert­er­i­ma kasih kare­na demon­strasi ini berlang­sung den­gan tert­ib, tan­pa anar­ki, dan penuh rasa hor­mat. Ini­lah wajah demokrasi yang sesung­guh­nya, di mana masyarakat bisa menyuarakan pen­da­p­at­nya dan pemer­in­tah menden­gar,” ujarnya.

Perny­ataan itu kem­bali men­da­p­at respons posi­tif. Para peser­ta aksi merasa dihar­gai. Bagi mere­ka, kesem­patan berdia­log lang­sung den­gan pemimpin daer­ah adalah ben­tuk nya­ta keter­bukaan pemer­in­tah.

Salah seo­rang demon­stran yang dim­inta berbicara mewak­ili mas­sa men­gatakan, “Kami puas kare­na bisa menyam­paikan aspi­rasi lang­sung kepa­da Pak Guber­nur, tan­pa ada peng­ha­lang. Kami berharap jan­ji pemer­in­tah untuk menam­pung masukan benar-benar diwu­jud­kan.”

  Aksi Nyata Warga Panca Bakti: Gotong Royong Digital di Era Jalan Cerdas

Peri­s­ti­wa di Man­a­do ini terasa kon­tras den­gan sejum­lah demon­strasi di daer­ah lain yang ker­ap berakhir ricuh. Ben­trokan antara aparat dan mas­sa, kerusakan fasil­i­tas umum, hing­ga jatuh­nya kor­ban, masih ser­ing menghi­asi pem­ber­i­taan.

Namun di Sulawe­si Utara, momen­tum aksi damai kali ini menun­jukkan bah­wa perbe­daan pen­da­p­at bisa dis­alurkan den­gan cara yang kon­struk­tif. Dia­log ter­bu­ka yang difasil­i­tasi lang­sung oleh guber­nur meng­hadirkan keper­cayaan, baik dari masyarakat ter­hadap pemer­in­tah maupun seba­liknya.

Beber­a­pa penga­mat poli­tik lokal menye­but peri­s­ti­wa ini seba­gai “capa­ian demokrasi kul­tur­al”. Artinya, budaya lokal yang men­jun­jung ting­gi musyawarah dan kekelu­ar­gaan berhasil mewar­nai prak­tik demokrasi di lapan­gan.

Langkah YSK men­e­mui mas­sa tan­pa per­an­tara diang­gap seba­gai sinyal kedekatan pemer­in­tah den­gan raky­at. Tidak sedik­it masyarakat yang memu­ji langkah cepat terse­but.

“Seharus­nya semua kepala daer­ah men­con­toh ini. Kalau aspi­rasi ditang­gapi den­gan ter­bu­ka, tidak ada alasan bagi masyarakat untuk marah atau melakukan tin­dakan anarkis,” ujar salah satu war­ga yang menyak­sikan jalan­nya aksi.

Bagi seba­gian war­ga, fig­ur pemimpin yang berani berhada­pan lang­sung den­gan raky­at­nya menum­buhkan keper­cayaan. Hal ini men­ja­di modal pent­ing dalam men­ja­ga sta­bil­i­tas sosial, teruta­ma di ten­gah situ­asi ekono­mi nasion­al yang penuh tan­ta­n­gan.

Bagi para demon­stran, kesem­patan berbicara lang­sung kepa­da guber­nur mem­bawa arti pent­ing. Mere­ka merasa suara yang sela­ma ini mungkin hanya berhen­ti di papan aspi­rasi atau surat edaran, kini benar-benar sam­pai kepa­da orang nomor satu di Sulut.

Beber­a­pa per­wak­i­lan men­gaku opti­mistis. “Kami per­caya aspi­rasi ini tidak hanya dicatat, tetapi juga ditin­dak­lan­ju­ti. Itu yang mem­bu­at kami puas,” kata seo­rang maha­siswa yang turut ser­ta.

  Pemerintah Genjot Pemulihan Aceh–Sumbar–Sumut, Fasilitas Olahraga Dibagikan untuk Kembalikan Semangat Warga

Hara­pan pun menyala. Mere­ka ingin agar hasil dia­log tidak berhen­ti pada momen hari itu, melainkan men­ja­di pijakan nya­ta dalam peru­mu­san kebi­jakan daer­ah.

Bila dirunut, aksi damai ini tidak hanya soal menyam­paikan aspi­rasi. Ia juga mencer­minkan kematan­gan berdemokrasi masyarakat Sulut. Demon­strasi yang biasanya diwar­nai emosi, kali ini ber­jalan den­gan kete­nan­gan, kede­wasaan, dan sikap sal­ing meng­hor­mati.

Dia­log yang berlang­sung kon­dusif men­ja­di momen­tum pent­ing: mem­per­li­hatkan bah­wa pemer­in­tah daer­ah mam­pu mere­spons aspi­rasi den­gan bijak, dan masyarakat bisa menyalurkan pen­da­p­at tan­pa harus merusak.

“Ini adalah con­toh bagaimana perbe­daan pan­dan­gan bisa dis­e­le­saikan den­gan komu­nikasi, bukan kon­frontasi,” ujar seo­rang akademisi Uni­ver­si­tas Sam Rat­u­lan­gi saat dim­intai tang­ga­pan.

Den­gan sikap ter­bu­ka yang ditun­jukkan YSK, pub­lik kini menaruh hara­pan besar. Mere­ka ingin agar seti­ap kebi­jakan pem­ban­gu­nan benar-benar berpi­hak pada masyarakat, teruta­ma yang bera­da di lapisan bawah.

Dalam beber­a­pa bulan ke depan, sejum­lah pro­gram pemer­in­tah daer­ah akan men­ja­di tolok ukur apakah aspi­rasi yang dis­am­paikan mas­sa hari itu benar-benar masuk dalam pri­or­i­tas.

“Demokrasi sehat hanya bisa ter­wu­jud bila aspi­rasi raky­at men­ja­di bagian dari kepu­tu­san pemer­in­tah,” tam­bah sang akademisi.

Peri­s­ti­wa pada 2 Sep­tem­ber 2025 di Man­a­do mem­beri pesan pent­ing bagi demokrasi Indone­sia. Bah­wa hubun­gan antara pemer­in­tah dan masyarakat bukan sema­ta-mata relasi kuasa, melainkan ruang komu­nikasi dua arah yang sal­ing mem­ban­gun.

YSK den­gan kete­nan­gan­nya berhasil menun­jukkan bah­wa pemimpin yang mau menden­gar raky­at akan men­da­p­at keper­cayaan, sedan­gkan raky­at yang menyam­paikan aspi­rasi den­gan tert­ib akan men­da­p­at peng­har­gaan.

Momen­tum ini dihara­p­kan tidak berhen­ti seba­gai ceri­ta lokal, tetapi bisa men­ja­di inspi­rasi nasion­al. Bah­wa di ten­gah kom­plek­si­tas per­soalan bangsa, selalu ada ruang bagi dia­log damai yang menum­buhkan solusi.

Penulis: (Zakharia)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *