Berita Daerah

GPKN Sindir Kepala Inspektorat Madina dengan “Surat Mundur Palsu”

175
×

GPKN Sindir Kepala Inspektorat Madina dengan “Surat Mundur Palsu”

Sebarkan artikel ini

Mandail­ing Natal, SniperNew.id — Jumat 31 Juli 2025 Ger­akan Pan­tau Keuan­gan Negara (GPKN) kem­bali mengge­lar aksi protes di depan Kan­tor Inspek­torat Mandail­ing Natal. Dalam aksi yang berlang­sung damai terse­but, mas­sa aksi mem­bawa surat pen­gun­duran diri sim­bo­lik atas nama Kepala Inspek­torat, Rah­mad Hiday­at Daulay. Mes­ki fik­tif, surat itu menyam­paikan sindi­ran keras ter­hadap integri­tas dan eti­ka kepemimp­inan peja­bat yang bersangku­tan.

  Al-Hidayah Pesawaran Tebar 102 Paket Santunan, Bupati Ajak Perkuat Kepedulian di Bulan Suci

Dalam surat yang diba­cakan di depan kan­tor, GPKN meny­oroti sejum­lah per­soalan, mulai dari keti­dak­co­cokan latar belakang pen­didikan Kepala Inspek­torat den­gan tugas pen­gawasan inter­nal, hing­ga sikap emo­sion­al dalam mere­spons kri­tik pub­lik. Pun­caknya, perny­ataan Rah­mad yang menye­but mobil dinas seba­gai “taik kuc­ing” dalam aksi sebelum­nya diang­gap GPKN seba­gai ben­tuk komu­nikasi yang tidak bereti­ka dan mencer­minkan ren­dah­nya tang­gung jawab moral seba­gai peja­bat.

Koor­di­na­tor aksi, Pajarur Rohman, S.Pd., M.Pd., menye­but tin­dakan ini seba­gai peringatan moral bagi para pemangku jabatan. “Peja­bat pub­lik itu diga­ji dari uang raky­at. Maka ia harus siap dikri­tik dan diawasi. Kalau sudah tidak mam­pu men­ja­ga eti­ka, sebaiknya mundur,” ujarnya tegas.

  BRI Hadir untuk Negeri, Podcast Polres Simalungun Didukung BRI Pematangsiantar

Ket­ua GPKN, Muham­mad Rez­ki Lubis, juga mengkri­tik sikap Kepala Inspek­torat yang tidak men­e­mui mas­sa aksi. Menu­rut­nya, berdasarkan keteran­gan staf, Kepala Inspek­torat sem­pat hadir di kan­tor sebelum aksi dim­u­lai. Namun saat mas­sa datang, ia memil­ih per­gi tan­pa mem­berikan pen­je­lasan.

Ini mencer­minkan sikap menghin­dar dan tidak bertang­gung jawab sete­lah mem­bu­at kegaduhan pub­lik,” ucap Rez­ki.

GPKN juga meny­ing­gung sikap ter­tut­up Inspek­torat ter­hadap surat per­mintaan klar­i­fikasi terkait anggaran per­jalanan dinas tahun 2024 yang telah dia­jukan sejak awal Juni. Hing­ga kini, surat terse­but tidak ditang­gapi, menan­dakan lemah­nya komit­men ter­hadap prin­sip keter­bukaan dan akunt­abil­i­tas pub­lik.

  Tak Perlu Repot Nyala-Mati Lampu, Lampu Sorot Tenaga Surya 100W Ini Bikin Hidup Lebih Praktis dan Hemat!

Aksi ini berlang­sung tert­ib den­gan pen­gawalan aparat kea­manan. Namun pesan yang dis­am­paikan cukup menggeli­tik: jika seo­rang peja­bat tak sang­gup mem­per­tang­gung­jawabkan jabatan­nya secara etis, maka masyarakat berhak mem­per­tanyakan legit­i­masinya.

GPKN meny­atakan akan terus men­gaw­al isu ini hing­ga ada tang­ga­pan res­mi dari pemer­in­tah daer­ah dan Inspek­torat.

Ini bukan soal per­son­al, tapi soal men­ja­ga mar­wah jabatan pub­lik,” pungkas Pajarur.

Lapo­ran: (Magri­fat­ul­loh)
Edi­tor: (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *