Pontianak, SniperNew.id – Pemandangan tidak sedap mata terjadi di kawasan GOR Terpadu Pangsuma, Pontianak, pada Sabtu malam (28/9/2025). Area sekitar pintu masuk GOR tampak dipenuhi tumpukan sampah yang berserakan. Kondisi ini memicu keluhan dari sejumlah penonton yang menghadiri ajang pertandingan bela diri di lokasi tersebut.
Fenomena ini bukan hanya mengganggu keindahan, namun juga menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengunjung. Banyak pihak menduga masalah ini disebabkan oleh minimnya fasilitas tempat sampah yang disediakan oleh pihak penyelenggara maupun pengelola GOR.
Menurut unggahan akun media sosial Liputan Pontianak, sejak sore hingga malam hari kawasan pintu masuk GOR Terpadu Pangsuma dipenuhi sampah plastik, botol minuman, hingga sisa makanan. Penumpukan sampah semakin terlihat ketika jumlah penonton yang hadir semakin banyak menjelang pertandingan utama berlangsung.
Dari pantauan di lapangan, hanya terlihat beberapa tempat sampah berukuran kecil, sehingga kapasitasnya tidak memadai untuk menampung volume sampah yang dihasilkan ribuan penonton. Akibatnya, banyak pengunjung memilih meletakkan sampah begitu saja di lantai atau di dekat dinding, sehingga menumpuk dan menimbulkan kesan kotor.
Dalam sebuah video yang diunggah akun media tersebut, tampak jelas pemandangan sampah berserakan di sekitar pintu masuk. Kondisi ini mengundang perhatian warganet yang kemudian ramai membicarakan masalah kebersihan di GOR Pangsuma.
Peristiwa ini terjadi di GOR Terpadu Pangsuma, salah satu gedung olahraga terbesar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. GOR ini kerap digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga tingkat lokal hingga nasional, termasuk pertandingan bela diri yang sedang berlangsung malam itu.
GOR Pangsuma dikenal sebagai pusat kegiatan olahraga masyarakat. Karena kapasitasnya yang besar, lokasi ini sering dipadati ribuan penonton ketika ada event besar. Namun, kondisi padat penonton tidak diimbangi dengan fasilitas memadai, termasuk dalam hal kebersihan.
Masalah sampah ini mencuat pada Sabtu malam, 28 September 2025, ketika pertandingan bela diri sedang berlangsung. Menurut laporan, sejak sore sudah mulai terlihat sampah menumpuk, namun semakin parah setelah malam hari ketika jumlah penonton meningkat.
Hingga Minggu pagi (29/9/2025), sebagian sampah masih terlihat belum terangkut sepenuhnya. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait tanggung jawab penyelenggara acara dan pihak pengelola GOR.
1. Penonton – Mereka yang hadir mengaku terganggu dengan kondisi kotor di sekitar pintu masuk. Banyak dari mereka berharap fasilitas tempat sampah yang lebih memadai bisa disediakan.
2. Penyelenggara Pertandingan Bela Diri – Sebagai pihak yang mengadakan acara, mereka dinilai memiliki tanggung jawab menyediakan sarana kebersihan.
3. Pengelola GOR Terpadu Pangsuma – Pihak ini juga disebut-sebut kurang sigap dalam mengantisipasi jumlah pengunjung besar dengan penambahan fasilitas kebersihan.
4. Media dan Warganet – Media lokal yang melaporkan kejadian ini turut memperkuat sorotan publik, sementara warganet ramai membahas masalah sampah di ruang digital.
Ada beberapa alasan yang diduga menjadi penyebab utama timbulnya masalah sampah ini:
Laporan menyebutkan hanya tersedia beberapa tempat sampah kecil. Jumlah tersebut jelas tidak cukup untuk menampung sampah dari ribuan pengunjung.
Tidak ada upaya preventif seperti menambah petugas kebersihan di area pintu masuk maupun menyiapkan kantong sampah besar di titik strategis.
Sebagian penonton memilih membuang sampah sembarangan ketika tidak menemukan tempat sampah terdekat.
Pertandingan bela diri yang berlangsung malam itu menarik perhatian besar masyarakat. Lonjakan pengunjung membuat sampah menumpuk dalam waktu cepat.
Sejumlah penonton menyampaikan keluhan langsung di media sosial, berharap pihak pengelola segera mengambil langkah. Mereka menilai kondisi ini mencoreng citra GOR sebagai fasilitas olahraga unggulan di Pontianak.
Beberapa komentar warganet bahkan menyebut bahwa kejadian serupa kerap terulang ketika ada event besar di GOR Pangsuma. Hal ini memperlihatkan perlunya sistem pengelolaan sampah yang lebih baik.
Hingga Minggu siang, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara acara maupun pengelola GOR terkait penanganan sampah ini. Namun, harapan masyarakat jelas: sampah harus segera diangkut dan fasilitas kebersihan ditingkatkan agar kejadian serupa tidak terulang.
Sebagai ibu kota provinsi, Pontianak kerap menjadi tuan rumah berbagai acara olahraga. Kejadian sampah berserakan dapat mencoreng citra kota yang berusaha membangun imej sebagai kota olahraga dan pariwisata.
Sampah yang menumpuk tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan visual, tetapi juga berpotensi memicu bau tidak sedap dan menjadi sarang penyakit.
Penonton bisa jadi enggan menghadiri acara berikutnya jika penyelenggara dianggap abai terhadap kenyamanan dan kebersihan.
Masyarakat berharap ada perbaikan nyata dalam penyelenggaraan event olahraga di GOR Pangsuma. Beberapa solusi yang diusulkan antara lain:
Penambahan Tempat Sampah: Disediakan lebih banyak tempat sampah dengan ukuran besar di berbagai titik strategis.
Petugas Kebersihan Siaga: Menugaskan tim kebersihan khusus selama acara berlangsung agar sampah tidak menumpuk.
Sosialisasi ke Penonton: Memberikan pengumuman atau tanda visual agar penonton lebih peduli membuang sampah pada tempatnya.
Kerja Sama dengan Dinas Kebersihan: Agar pengangkutan sampah dilakukan lebih cepat setelah acara berakhir.
Kasus sampah berserakan di GOR Terpadu Pangsuma pada 28 September 2025 menjadi pelajaran penting tentang perlunya pengelolaan kebersihan yang serius di setiap acara besar. Minimnya tempat sampah terbukti menjadi faktor utama yang memicu masalah ini, ditambah dengan kesadaran pengunjung yang masih rendah.
Dengan evaluasi menyeluruh dan langkah konkret dari penyelenggara serta pengelola GOR, kejadian serupa bisa dicegah di masa depan. Harapannya, GOR Pangsuma bisa tetap menjadi ikon olahraga Pontianak yang nyaman, bersih, dan membanggakan.













