Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Gazali, Pejabat Senior Barito Utara: Dari Gudang Farmasi Hingga Asisten II, Kini Siap Pensiun

158
×

Gazali, Pejabat Senior Barito Utara: Dari Gudang Farmasi Hingga Asisten II, Kini Siap Pensiun

Sebarkan artikel ini

Bar­i­to, Utara, SniperNew.id  – Tidak banyak peja­bat pemer­in­tah daer­ah yang memi­li­ki per­jalanan kari­er pan­jang, dim­u­lai dari bawah hing­ga men­ca­pai pun­cak jabatan. Salah satu sosok yang menorehkan jejak inspi­ratif itu adalah Gaza­li, peja­bat senior di Kabu­pat­en Bar­i­to Utara, Kali­man­tan Ten­gah. Sela­ma ham­pir empat dekade, ia mengab­dikan diri di dunia birokrasi, penuh liku per­juan­gan, tang­gung jawab, dan pengab­di­an tan­pa batas. Kini, men­je­lang masa pur­na tugas­nya pada 1 Sep­tem­ber 2025, Gaza­li menyam­paikan pesan berhar­ga bagi gen­erasi muda aparatur sip­il negara.

Gaza­li mem­u­lai pengab­di­an pada tahun 1985 seba­gai pegawai gudang far­masi Dep­kes di Bun­tok, Kabu­pat­en Bar­i­to Sela­tan. Mes­ki berlatar belakang seder­hana, ia tetap berusa­ha bek­er­ja den­gan sung­guh-sung­guh. “Saya dulu ikut Dik­lat Adum tan­pa tes, kare­na memang ditun­juk rekan-rekan. Saya jalani saja, walaupun saat itu saya tidak per­nah kuli­ah. Bagi saya, bek­er­ja itu soal tang­gung jawab, bukan sekadar for­mal­i­tas,” ujarnya men­ge­nang masa awal kari­er.

Tahun 1992, ia dipin­dahkan ke Bar­i­to Utara, tepat­nya di gudang far­masi yang bera­da di seberang kan­tor BPJS Muara Teweh. Saat itu, kepemimp­inan daer­ah bera­da di tan­gan Bupati Ir. Badarudin, den­gan Sek­da Drs. H. Nihin, dan Kabag Hukum Malik Mulyawan. Dari sini­lah per­jalanan pan­jangnya di Bar­i­to Utara dim­u­lai.

  Anggota DPRD RI Mukhlis Basri Do'akan, H. Riyanto Pamungkas Jadi Pemimpin Amanah

Per­jalanan Gaza­li tidak selalu ber­jalan mulus. Pada akhir 1990-an, ia meng­hadapi pen­gala­man unik sekali­gus berse­jarah. Saat itu, masyarakat Keca­matan Mon­ta­lat melakukan aksi demon­strasi besar-besaran den­gan menger­ahkan tiga truk mas­sa ke kan­tor Bupati. Namun, yang dim­inta bukan­lah penu­runan jabatan, melainkan pen­gangkatan dirinya men­ja­di lurah.

“Saya masih ingat jelas. Bupati sam­pai her­an. Biasanya orang demo minta peja­bat ditu­runk­an, tapi ini jus­tru minta saya diangkat jadi lurah. Akhirnya untuk meredam gejo­lak, Bupati lang­sung menun­juk saya men­ja­di Lurah Mon­ta­lat,” tutur Gaza­li sam­bil tersenyum men­ge­nang peri­s­ti­wa itu.

Penun­jukan itu men­ja­di titik balik dalam kari­ernya. Ia diper­caya memimpin seba­gai Lurah Mon­ta­lat dari tahun 1998 hing­ga 2003. Sela­ma masa kepemimp­inan itu, ia bela­jar banyak ten­tang man­a­je­men pemer­in­ta­han, kedekatan den­gan masyarakat, hing­ga seni mengam­bil kepu­tu­san di ten­gah situ­asi sulit.

Sete­lah suk­ses men­ja­bat lurah, kari­er Gaza­li semakin meningkat. Ia diper­caya men­ja­di Kepala Sat­u­an Polisi Pamong Pra­ja (Sat­pol PP) Kabu­pat­en Bar­i­to Utara pada tahun 2003. Jabatan ini ia emban cukup lama, hing­ga 2014. Sela­ma lebih dari satu dekade, ia berhada­pan lang­sung den­gan tugas-tugas pene­gakan per­da, ketert­iban umum, ser­ta berba­gai tan­ta­n­gan sosial yang mem­bu­tuhkan kete­gasan sekali­gus kebi­jak­sanaan.

  Forkopimda Muara Enim Lakukan Pemusnahan Barang Bukti 

Tidak berhen­ti di situ, Gaza­li kemu­di­an diper­caya memegang berba­gai jabatan strate­gis lain­nya, antara lain:

Kabid Tata Kota, Kepala Dinas Per­hubun­gan, Camat Mon­ta­lat, Kepala Badan Penang­gu­lan­gan Ben­cana Daer­ah (BPBD)

Hing­ga akhirnya, ia kem­bali ditarik ke lingkup Sekre­tari­at Daer­ah seba­gai Asis­ten II Bidang Perekono­mi­an dan Pem­ban­gu­nan. Dalam jabatan ini, Gaza­li ker­ap mewak­ili Bupati Bar­i­to Utara dalam berba­gai agen­da res­mi, mulai dari pem­bukaan kegiatan, peresmi­an pro­gram pem­ber­dayaan Bumde­sa dan Bumdes­ma, hing­ga eval­u­asi kebi­jakan pem­ban­gu­nan daer­ah.

“Bagi saya, seti­ap jabatan hanyalah amanah. Dimana pun ditem­patkan, tugas uta­ma saya adalah bek­er­ja sebaik-baiknya untuk masyarakat,” ucap­nya tegas.

Den­gan pen­gala­man pan­jang terse­but, Gaza­li men­ja­di fig­ur yang dihor­mati tidak hanya oleh rekan sejawat, tetapi juga masyarakat luas. Sosoknya dike­nal seder­hana, disi­plin, dan memi­li­ki jiwa kepemimp­inan yang kuat.

Ia selalu menekankan bah­wa kun­ci men­ja­di pegawai pemer­in­tah yang baik bukan­lah pada pangkat atau jabatan, melainkan pada sifat keju­ju­ran, tang­gung jawab, kesabaran, dan komit­men.

“Kalau ingin diper­caya men­ja­di pemimpin, jan­gan per­nah mengkhi­a­nati tang­gung jawab. Harus sabar, jujur, dan berani mengam­bil kepu­tu­san. Itu yang mem­bu­at kita bisa dihor­mati dan diper­caya masyarakat,” pesan­nya kepa­da para pegawai muda yang baru meni­ti kari­er.

Kini, sete­lah puluhan tahun mengab­di, Gaza­li akan segera mema­su­ki masa pen­si­un pada 1 Sep­tem­ber 2025. Momen ini men­ja­di reflek­si atas per­jalanan pan­jang yang penuh dedikasi. Mes­ki akan mening­galkan jabatan for­mal, ia tetap berkomit­men untuk terus berkon­tribusi bagi masyarakat Bar­i­to Utara sesuai kemam­puan.

  Pabrik Bulu Ayam di Gresik Abaikan Teguran DLH, Warga Kembali Resah Bau Menyengat

“Saya sudah melalui banyak hal, dari jadi pegawai gudang far­masi, lurah, camat, kadis, sam­pai asis­ten bupati. Semua itu adalah bagian dari per­jalanan hidup. Kini wak­tun­ya saya mem­beri ruang bagi gen­erasi penerus untuk melan­jutkan estafet pem­ban­gu­nan,” ungkap­nya penuh mak­na.

Masyarakat dan rekan-rekan ASN di lingkup Pemkab Bar­i­to Utara meni­lai sosok Gaza­li seba­gai fig­ur yang pan­tas dijadikan teladan. Dari bawah ia berjuang, tidak per­nah lelah bela­jar, dan selalu siap mener­i­ma tugas berat sekalipun. Karir pan­jangnya mem­buk­tikan bah­wa integri­tas dan ker­ja keras adalah modal uta­ma untuk men­ca­pai kesuk­sesan dalam birokrasi.

Kisah Gaza­li bukan sekadar ceri­ta per­jalanan kari­er seo­rang peja­bat daer­ah. Lebih dari itu, ia adalah cer­min per­juan­gan seo­rang abdi negara yang meni­ti jalan dari bawah hing­ga men­ca­pai pun­cak, tan­pa per­nah kehi­lan­gan integri­tas dan seman­gat pengab­di­an.

Bagi para pegawai baru di lingkup pemer­in­ta­han, sosoknya mem­berikan inspi­rasi: bah­wa den­gan kesabaran, keju­ju­ran, dan tang­gung jawab, sia­papun bisa meraih keper­cayaan dan suk­ses, mes­ki beraw­al dari nol.

Dan bagi masyarakat Bar­i­to Utara, Gaza­li akan selalu dike­nang seba­gai sosok pemimpin yang lahir dari raky­at, bek­er­ja untuk raky­at, dan kini bersi­ap menut­up masa pengab­di­an den­gan penuh kehor­matan.

Penulis: (Hen­ry)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *