Barito, Utara, SniperNew.id – Tidak banyak pejabat pemerintah daerah yang memiliki perjalanan karier panjang, dimulai dari bawah hingga mencapai puncak jabatan. Salah satu sosok yang menorehkan jejak inspiratif itu adalah Gazali, pejabat senior di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Selama hampir empat dekade, ia mengabdikan diri di dunia birokrasi, penuh liku perjuangan, tanggung jawab, dan pengabdian tanpa batas. Kini, menjelang masa purna tugasnya pada 1 September 2025, Gazali menyampaikan pesan berharga bagi generasi muda aparatur sipil negara.
Gazali memulai pengabdian pada tahun 1985 sebagai pegawai gudang farmasi Depkes di Buntok, Kabupaten Barito Selatan. Meski berlatar belakang sederhana, ia tetap berusaha bekerja dengan sungguh-sungguh. “Saya dulu ikut Diklat Adum tanpa tes, karena memang ditunjuk rekan-rekan. Saya jalani saja, walaupun saat itu saya tidak pernah kuliah. Bagi saya, bekerja itu soal tanggung jawab, bukan sekadar formalitas,” ujarnya mengenang masa awal karier.
Tahun 1992, ia dipindahkan ke Barito Utara, tepatnya di gudang farmasi yang berada di seberang kantor BPJS Muara Teweh. Saat itu, kepemimpinan daerah berada di tangan Bupati Ir. Badarudin, dengan Sekda Drs. H. Nihin, dan Kabag Hukum Malik Mulyawan. Dari sinilah perjalanan panjangnya di Barito Utara dimulai.
Perjalanan Gazali tidak selalu berjalan mulus. Pada akhir 1990-an, ia menghadapi pengalaman unik sekaligus bersejarah. Saat itu, masyarakat Kecamatan Montalat melakukan aksi demonstrasi besar-besaran dengan mengerahkan tiga truk massa ke kantor Bupati. Namun, yang diminta bukanlah penurunan jabatan, melainkan pengangkatan dirinya menjadi lurah.
“Saya masih ingat jelas. Bupati sampai heran. Biasanya orang demo minta pejabat diturunkan, tapi ini justru minta saya diangkat jadi lurah. Akhirnya untuk meredam gejolak, Bupati langsung menunjuk saya menjadi Lurah Montalat,” tutur Gazali sambil tersenyum mengenang peristiwa itu.
Penunjukan itu menjadi titik balik dalam kariernya. Ia dipercaya memimpin sebagai Lurah Montalat dari tahun 1998 hingga 2003. Selama masa kepemimpinan itu, ia belajar banyak tentang manajemen pemerintahan, kedekatan dengan masyarakat, hingga seni mengambil keputusan di tengah situasi sulit.
Setelah sukses menjabat lurah, karier Gazali semakin meningkat. Ia dipercaya menjadi Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Barito Utara pada tahun 2003. Jabatan ini ia emban cukup lama, hingga 2014. Selama lebih dari satu dekade, ia berhadapan langsung dengan tugas-tugas penegakan perda, ketertiban umum, serta berbagai tantangan sosial yang membutuhkan ketegasan sekaligus kebijaksanaan.
Tidak berhenti di situ, Gazali kemudian dipercaya memegang berbagai jabatan strategis lainnya, antara lain:
Kabid Tata Kota, Kepala Dinas Perhubungan, Camat Montalat, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Hingga akhirnya, ia kembali ditarik ke lingkup Sekretariat Daerah sebagai Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan. Dalam jabatan ini, Gazali kerap mewakili Bupati Barito Utara dalam berbagai agenda resmi, mulai dari pembukaan kegiatan, peresmian program pemberdayaan Bumdesa dan Bumdesma, hingga evaluasi kebijakan pembangunan daerah.
“Bagi saya, setiap jabatan hanyalah amanah. Dimana pun ditempatkan, tugas utama saya adalah bekerja sebaik-baiknya untuk masyarakat,” ucapnya tegas.
Dengan pengalaman panjang tersebut, Gazali menjadi figur yang dihormati tidak hanya oleh rekan sejawat, tetapi juga masyarakat luas. Sosoknya dikenal sederhana, disiplin, dan memiliki jiwa kepemimpinan yang kuat.
Ia selalu menekankan bahwa kunci menjadi pegawai pemerintah yang baik bukanlah pada pangkat atau jabatan, melainkan pada sifat kejujuran, tanggung jawab, kesabaran, dan komitmen.
“Kalau ingin dipercaya menjadi pemimpin, jangan pernah mengkhianati tanggung jawab. Harus sabar, jujur, dan berani mengambil keputusan. Itu yang membuat kita bisa dihormati dan dipercaya masyarakat,” pesannya kepada para pegawai muda yang baru meniti karier.
Kini, setelah puluhan tahun mengabdi, Gazali akan segera memasuki masa pensiun pada 1 September 2025. Momen ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang yang penuh dedikasi. Meski akan meninggalkan jabatan formal, ia tetap berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi masyarakat Barito Utara sesuai kemampuan.
“Saya sudah melalui banyak hal, dari jadi pegawai gudang farmasi, lurah, camat, kadis, sampai asisten bupati. Semua itu adalah bagian dari perjalanan hidup. Kini waktunya saya memberi ruang bagi generasi penerus untuk melanjutkan estafet pembangunan,” ungkapnya penuh makna.
Masyarakat dan rekan-rekan ASN di lingkup Pemkab Barito Utara menilai sosok Gazali sebagai figur yang pantas dijadikan teladan. Dari bawah ia berjuang, tidak pernah lelah belajar, dan selalu siap menerima tugas berat sekalipun. Karir panjangnya membuktikan bahwa integritas dan kerja keras adalah modal utama untuk mencapai kesuksesan dalam birokrasi.
Kisah Gazali bukan sekadar cerita perjalanan karier seorang pejabat daerah. Lebih dari itu, ia adalah cermin perjuangan seorang abdi negara yang meniti jalan dari bawah hingga mencapai puncak, tanpa pernah kehilangan integritas dan semangat pengabdian.
Bagi para pegawai baru di lingkup pemerintahan, sosoknya memberikan inspirasi: bahwa dengan kesabaran, kejujuran, dan tanggung jawab, siapapun bisa meraih kepercayaan dan sukses, meski berawal dari nol.
Dan bagi masyarakat Barito Utara, Gazali akan selalu dikenang sebagai sosok pemimpin yang lahir dari rakyat, bekerja untuk rakyat, dan kini bersiap menutup masa pengabdian dengan penuh kehormatan.
Penulis: (Henry)



















