JAKARTA, SNIPERNEW.id — Seorang pengguna media sosial Threads dengan nama akun danikekar membagikan pengalamannya saat bertemu dengan Basuki Hadimuljono, sosok yang dikenal luas sebagai tokoh pembangunan infrastruktur di Indonesia. Unggahan tersebut menyoroti karakter pribadi dan gaya kepemimpinan Basuki, yang akrab disapa “Pak Bas”, dalam konteks kiprahnya membangun infrastruktur nasional hingga memimpin proyek strategis Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dalam unggahan yang dipantau pada Jumat (28/2/2026) sekitar pukul 19.44 WIB, akun tersebut menuliskan:
“Akhirnya bisa ketemu Pak Bas. Sosok pekerja keras yang tenang, tapi eksekusinya gas pol! Dari Kementerian PUPR sampai memimpin Otorita IKN, konsisten membangun dengan visi besar dan detail yang rapi. Infrastruktur dibangun, sistem dirapikan, fondasi masa depan disiapkan.”
Tulisan tersebut menggambarkan kekaguman penulis terhadap gaya kerja Basuki yang dinilai tenang namun memiliki kecepatan dan ketegasan dalam mengeksekusi kebijakan. Dalam narasi lanjutan, akun itu juga menyampaikan kesan personal terhadap mantan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tersebut.
“Energi yang hangat, ceria dan ‘classy’ mengalir natural gak direkayasa. Salim pak basukihadimuljono,” tulisnya, disertai emoji salam dan tagar #ceritadanik.
Unggahan tersebut turut dilengkapi dua foto yang memperlihatkan pertemuan antara pemilik akun dengan Basuki di sebuah ruangan yang diberi keterangan lokasi “IKN – Kota Nusantara”. Dalam foto itu, Basuki tampak mengenakan rompi dan topi khas lapangan proyek, sementara akun danikekar berdiri di sampingnya dengan senyum menghadap kamera.
Sebagai informasi, Basuki Hadimuljono merupakan figur sentral dalam pembangunan infrastruktur Indonesia dalam satu dekade terakhir. Ia pernah menjabat sebagai Menteri PUPR dan kemudian dipercaya memimpin Otorita IKN, lembaga yang bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan Ibu Kota Nusantara di Kalimantan Timur.
Di bawah kepemimpinannya, berbagai proyek infrastruktur strategis nasional digenjot, mulai dari pembangunan jalan tol, bendungan, hingga pengembangan kawasan ibu kota baru. Sosoknya dikenal luas sebagai pejabat yang sering turun langsung ke lapangan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana.
Unggahan akun danikekar tersebut bersifat opini dan pengalaman personal. Dalam konteks Kode Etik Jurnalistik, informasi yang berasal dari media sosial dikategorikan sebagai pernyataan sumber yang perlu diverifikasi apabila digunakan sebagai dasar pemberitaan lebih lanjut. Namun dalam kasus ini, tulisan tersebut disajikan sebagai kutipan langsung dari pemilik akun, tanpa penambahan klaim di luar pernyataan yang disampaikan.
Hingga berita ini disusun, belum terdapat pernyataan resmi dari Basuki Hadimuljono terkait unggahan tersebut. Meski demikian, isi unggahan lebih menekankan pada kesan personal dan apresiasi terhadap karakter kepemimpinan, bukan pada isu kebijakan atau kontroversi tertentu.
Kehadiran IKN sendiri masih menjadi perhatian publik, baik dari sisi progres pembangunan, kesiapan infrastruktur, maupun dampaknya terhadap pemerataan ekonomi nasional. Pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa pembangunan IKN dirancang dengan konsep kota berkelanjutan dan berbasis teknologi hijau.
Narasi yang disampaikan akun danikekar memperlihatkan bagaimana figur publik seperti Basuki dinilai memiliki kombinasi antara visi besar dan perhatian terhadap detail teknis. Penyebutan “infrastruktur dibangun, sistem dirapikan, fondasi masa depan disiapkan” mencerminkan pandangan bahwa pembangunan fisik dan tata kelola berjalan beriringan.
Dalam praktik jurnalistik, pengutipan pernyataan dari media sosial tetap harus memperhatikan akurasi, konteks, dan kejelasan sumber. Oleh karena itu, seluruh kutipan dalam berita ini disampaikan sebagaimana tertulis dalam unggahan asli, tanpa perubahan substansi, kecuali penyesuaian tanda baca dan kapitalisasi agar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Pertemuan yang diabadikan dalam foto tersebut juga menunjukkan suasana santai namun formal. Tidak terdapat keterangan tambahan mengenai agenda khusus dalam pertemuan tersebut, selain lokasi yang ditandai sebagai kawasan IKN – Kota Nusantara.
Unggahan ini menjadi salah satu contoh bagaimana media sosial dimanfaatkan untuk berbagi pengalaman langsung bertemu tokoh publik. Di sisi lain, publik tetap diingatkan untuk membedakan antara opini pribadi dan informasi faktual yang telah diverifikasi secara menyeluruh.
Sebagai penutup, kisah yang dibagikan akun danikekar menghadirkan sudut pandang personal tentang sosok Basuki Hadimuljono: pekerja keras, tenang, namun cepat dalam bertindak. Di tengah sorotan terhadap pembangunan IKN, cerita semacam ini memperkaya perspektif publik mengenai figur yang berada di balik proyek strategis nasional tersebut.
Penulis: (iskandar)



















