Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Festival Bakar Tongkang Berhasil Menyedot 50 Ribu Wisatawan Di Kota Bagansiapi-api

256
×

Festival Bakar Tongkang Berhasil Menyedot 50 Ribu Wisatawan Di Kota Bagansiapi-api

Sebarkan artikel ini

Bagan­si­api-api, SniperNew.id – Fes­ti­val Bakar Tongkang kem­bali dilak­sanakan. Event pari­wisa­ta nasion­al itu, berhasil menye­dot 50 ribu wisa­tawan di Kota Bagan­si­api­api, Kabu­pat­en Rokan Hilir (Rohil), Riau, Sab­tu (22/6).

Pros­es Rit­u­al Bakar Tongkang dim­u­lai dari Klen­teng Ing Hok Kiong yang meru­pakan klen­teng ter­tua di Kota Bagan­si­api­api. Dari kelen­teng terse­but, para peser­ta Bakar Tongkang bergo­tong roy­ong, sal­ing bahu mem­bahu secara bergant­ian men­gangkat rep­li­ka Kapal Tongkang.

Rep­li­ka Kapal Tongkang diarak dan dig­o­tong secara bergant­ian. Per­lengka­pan orna­men Tiong­hoa memenuhi kota itu. Seketi­ka tam­pak suasana seper­ti sebuah Chi­na Town. Meri­ah sekali.

  Azan Magrib Bergema di Masjid Al Munawwarah Pascabanjir

Aro­ma kepu­lan asap dari bakaran Hio atau dupa juga ter­ci­um tajam. Namun, kon­disi itu tak menyu­rutkan niat wisa­tawan untuk menyak­sikan tra­disi terse­but.

Rep­li­ka Kapal Tongkang yang diarak mas­sa tiba di lokasi pem­bakaran pukul 16.55 WIB. Kemu­di­an, dinaikkan ke atas tumpukan ker­tas sem­bahyang war­na kun­ing atau Kim ChuaChua. Kemu­di­an, rep­li­ka kapal tongkang dibakar.

Akhirnya momen yang ditung­gu-tung­gu tiba, tiang layar tongkang yang dibakar jatuh ke arah darat. Menu­rut keper­cayaan war­ga Tiong­hoa Bagan­si­api­api, arah jatuh­nya tiang menun­jukkan kese­la­matan dan perun­tun­gan usa­ha. Di mana perun­tun­gan tahun ini bera­da di darat berdasarkan jatuh­nya tiang.

Bupati Bagan­si­api­api Epi Sin­tong san­gat bersyukur kare­na acara fes­ti­val kali ini san­gat luar biasa dan lan­car sehing­ga bisa menarik 50 ribu Wisa­tawan ke Bagan­si­api-api.

  Jejak Tiket Kuning Menuju Gerbang Profesionalisme Jurnalistik

Pen­ja­bat (Pj) Guber­nur Riau melalui Kepala Dinas Pari­wisa­ta Riau, Roni Rakhmat men­gatakan, kini iven Bakar Tongkang tidak lagi men­ja­di milik masyarakat Tiong­hoa di Bagan­Si­api-api saja.

Namun saat ini, Bakar Tongkang meru­pakan sim­bol dan pes­ta budaya, bahkan sudah men­ja­di agen­da wisa­ta nasion­al dari Kementer­ian Pari­wisa­ta dan Ekono­mi Kre­atif RI.

“Den­gan adanya pros­esi iven Bakar Tongkang ini dihara­p­kan dap­at menghidup­kan sen­di-sen­di perekono­mi­an raky­at, meng­ger­akkan sek­tor pari­wisa­ta dan pen­da­p­atan asli daer­ah. Kemu­di­an, men­gangkat wisa­ta budaya poten­sial Provin­si Riau dalam men­su­k­seskan pro­gram Pemer­in­tah di sek­tor Pari­wisa­ta Nasion­al,” ujar Roni.

Berdasarkan data Pemkab Rohil, sebanyak 50 ribu wisa­tawan datang menyak­sikan Bakar Tongkang. Untuk Oku­pan­si kamar hotel men­ca­pai 1.800 kamar penuh. Kon­disi ini berdampak pula den­gan hotel dan peng­i­na­pan di kabupaten/kota tetang­ga yang men­gala­mi pen­ingkatan oku­pan­si.

  Nawaripi Bangun SDM OAP Lewat Anyaman & Lomba Renang Tradisional

Pemer­in­tah Provin­si Riau berharap agar masyarakat Rokan Hilir dap­at men­ja­ga dan melestarikan kebu­dayaan yang ada di daer­ah­nya salah sat­un­ya melalui iven Bakar Tongkang.

“Mari kita jadikan iven Bakar Tongkang ini seba­gai salah satu cara memeli­hara tol­er­an­si dan keruku­nan masyarakat di Kabu­pat­en Rokan Hilir khusus­nya dan Provin­si Riau umum­nya,” ucap Roni Rakhmat.

Bakar Tongkang adalah tra­disi rit­u­al yang men­gan­dung mak­na sejarah pent­ing bagi Kota Bagan­si­api­api, teruta­ma dalam per­jalanan awal para imi­gran Tiong­hoa yang tiba di Muara Rokan.

Ter­da­p­at kisah yang berkai­tan den­gan pen­garun­gan samu­dra meng­gu­nakan kapal kayu seder­hana. Kapal ini dike­nal den­gan sebu­tan tongkang oleh sekelom­pok kelu­ar­ga Tiong­hoa dari Provin­si Fujian, Tiongkok. (Ruli)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *