Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

ESDM Tegas Bantah Isu Larangan Pertalite untuk Ojek Online

381
×

ESDM Tegas Bantah Isu Larangan Pertalite untuk Ojek Online

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Kementer­ian Ener­gi dan Sum­ber Daya Min­er­al (ESDM) secara res­mi mem­ban­tah kabar yang beredar luas di media sosial men­ge­nai larangan peng­gu­naan bahan bakar jenis Per­tal­ite bagi penge­mu­di ojek online. Infor­masi yang sem­pat memicu kegaduhan terse­but dite­gaskan tidak benar alias hoaks, Kamis (25/09).

Perny­ataan itu dis­am­paikan menyusul viral­nya ung­ga­han di berba­gai plat­form dig­i­tal yang menye­butkan adanya pem­bat­asan kon­sum­si Per­tal­ite bagi kendaraan roda dua, khusus­nya ojek online. Kabar terse­but den­gan cepat menim­bulkan kere­sa­han di kalan­gan mitra penge­mu­di aplikasi trans­portasi dar­ing, bahkan sem­pat memicu perde­batan pub­lik ten­tang arah kebi­jakan ener­gi nasion­al.

Pihak yang mem­berikan klar­i­fikasi res­mi adalah Kementer­ian ESDM melalui keteran­gan pers. Dalam pen­je­lasan­nya, ESDM mene­gaskan bah­wa sam­pai saat ini pemer­in­tah belum men­gelu­arkan kebi­jakan yang mem­bat­asi akses ojek online ter­hadap bahan bakar jenis Per­tal­ite.

Kementer­ian meni­lai kabar terse­but tidak memi­li­ki dasar hukum maupun kepu­tu­san res­mi dari lem­ba­ga terkait. Oleh kare­na itu, masyarakat dim­inta tidak mudah per­caya pada infor­masi yang beredar tan­pa melalui ver­i­fikasi.

Isu larangan Per­tal­ite untuk ojek online bermu­la dari poton­gan infor­masi yang tidak jelas sum­bernya di media sosial. Pesan terse­but mengk­laim bah­wa mulai dalam wak­tu dekat, penge­mu­di ojek online akan dila­rang mem­be­li Per­tal­ite dan diwa­jibkan beral­ih ke bahan bakar non-sub­si­di.

  Realisasi Dana Rutin Kecamatan Ambarawa Tahun 2024–2025 Berjalan Baik

Kabar ini lang­sung menim­bulkan kere­sa­han. Sebab, Per­tal­ite sela­ma ini men­ja­di salah satu pil­i­han uta­ma para penge­mu­di ojek online kare­na har­ganya relatif lebih ter­jangkau diband­ingkan BBM non­sub­si­di.

Namun, Kementer­ian ESDM memas­tikan bah­wa hing­ga kini belum ada kepu­tu­san res­mi terkait kebi­jakan terse­but. Seti­ap kepu­tu­san men­ge­nai bahan bakar bersub­si­di, menu­rut ESDM, akan selalu mem­per­tim­bangkan aspek kese­la­matan, keter­jangkauan har­ga, ser­ta kepentin­gan penge­mu­di dan masyarakat luas.

Klar­i­fikasi dari Kementer­ian ESDM dis­am­paikan segera sete­lah isu terse­but viral, yakni pada Kamis (tang­gal sesuai ung­ga­han). Respon cepat ini bertu­juan untuk meredam kere­sa­han masyarakat ser­ta mence­gah melu­as­nya mis­in­for­masi yang berpoten­si menim­bulkan gejo­lak sosial.

Dalam ung­ga­han yang diku­tip, dise­butkan bah­wa pemer­in­tah masih dalam tahap eval­u­asi menyelu­ruh ter­hadap kebi­jakan BBM bersub­si­di. Artinya, belum ada kepu­tu­san final men­ge­nai penge­tatan maupun pem­bat­asan kon­sum­si Per­tal­ite bagi kalan­gan ter­ten­tu.

Pene­gasan itu diu­mumkan melalui kanal res­mi dan juga diku­tip oleh sejum­lah media, ter­ma­suk akun VoxIndonesia.id yang men­gung­gah perny­ataan ESDM. Melalui salu­ran ini, kementer­ian berharap masyarakat mem­per­oleh infor­masi yang benar dari sum­ber kred­i­bel, bukan dari kabar yang berseli­w­er­an di media sosial tan­pa ver­i­fikasi.

  Rebut Sekarang! Tanah Murah Pinggir Aspal di Sukoharjo, Bisa Dicicil Tanpa Bunga!

Muncul­nya isu larangan Per­tal­ite bagi ojek online diduga kuat berangkat dari kekhawati­ran masyarakat ter­hadap ren­cana pemer­in­tah melakukan tran­sisi ener­gi dan penataan ulang sub­si­di BBM.

Dalam beber­a­pa kesem­patan, pemer­in­tah memang telah menyam­paikan wacana eval­u­asi ter­hadap Per­tal­ite seba­gai bahan bakar bersub­si­di. Hal ini­lah yang kemu­di­an memu­nculkan speku­lasi liar, yang kemu­di­an dipelin­tir men­ja­di kabar seo­lah-olah pemer­in­tah sudah melarang ojek online meng­gu­nakan Per­tal­ite.

Menu­rut ESDM, kabar semacam ini san­gat berba­haya kare­na bisa memicu kere­sa­han pub­lik dan menu­runk­an keper­cayaan masyarakat ter­hadap kebi­jakan ener­gi nasion­al.

Kementer­ian ESDM mene­gaskan bah­wa pemer­in­tah selalu berhati-hati dalam mengam­bil kebi­jakan terkait ener­gi dan bahan bakar. Per­tim­ban­gan uta­ma adalah kese­la­matan pen­gen­dara, kepentin­gan masyarakat luas, ser­ta sta­bil­i­tas ekono­mi nasion­al.

Seti­ap langkah kebi­jakan terkait BBM akan melalui pros­es kajian men­dalam, ter­ma­suk anal­i­sis dampak sosial dan ekono­mi. Pemer­in­tah juga akan menden­garkan aspi­rasi para pemangku kepentin­gan, ter­ma­suk penge­mu­di ojek online, agar kebi­jakan yang diam­bil tidak merugikan pihak mana pun.

Masyarakat pun dim­inta untuk lebih bijak dalam mener­i­ma ser­ta menye­barkan infor­masi. Kementer­ian ESDM menekankan pent­ingnya meru­juk pada sum­ber res­mi agar tidak ter­je­bak dalam kesalah­pa­haman.

Isu larangan Per­tal­ite bagi ojek online sem­pat mem­bu­at resah para penge­mu­di. Beber­a­pa di antaranya men­gaku khawatir jika kabar itu benar-benar ter­ja­di, kare­na akan menam­bah beban biaya opera­sion­al har­i­an.

“Kalau memang benar dila­rang beli Per­tal­ite, kami bisa kesuli­tan. Soal­nya biaya jalan sudah ting­gi, dita­m­bah har­ga bensin non­sub­si­di lebih mahal,” ujar salah satu penge­mu­di ojek online di Jakar­ta saat dim­intai tang­ga­pan.

  Dari Foto ke Dollar: Perjuangan Konten Kreator Berbuah Gaji di Facebook, Warganet Tersentuh Semangatnya!

Namun sete­lah adanya klar­i­fikasi res­mi dari ESDM, seba­gian besar penge­mu­di men­gaku lega. Mere­ka berharap pemer­in­tah tetap men­ja­ga sta­bil­i­tas har­ga BBM agar tidak mem­ber­atkan pen­gen­dara yang meng­gan­tungkan hidup pada kendaraan bermo­tor.

Kasus hoaks terkait Per­tal­ite ini kem­bali men­ja­di pengin­gat bah­wa masyarakat per­lu meningkatkan lit­erasi infor­masi, khusus­nya dalam era dig­i­tal. Infor­masi yang beredar di media sosial ser­ing kali tidak ter­ver­i­fikasi dan mudah dima­nip­u­lasi untuk menim­bulkan kepanikan.

ESDM dalam keteran­gan­nya juga menekankan agar pub­lik lebih berhati-hati sebelum menye­barkan infor­masi. Langkah pal­ing aman adalah memerik­sa kebe­naran kabar melalui situs res­mi kementer­ian, lem­ba­ga pemer­in­tah, atau media arus uta­ma yang kred­i­bel.

Berdasarkan klar­i­fikasi Kementer­ian ESDM, dap­at dipastikan bah­wa tidak ada larangan bagi penge­mu­di ojek online untuk meng­gu­nakan Per­tal­ite. Infor­masi yang sem­pat viral di media sosial adalah kabar bohong yang tidak memi­li­ki dasar kebi­jakan res­mi.

Pemer­in­tah hing­ga kini masih melakukan kajian men­dalam ter­hadap kebi­jakan ener­gi, ter­ma­suk dis­tribusi dan sub­si­di BBM. Seti­ap kepu­tu­san akan selalu mem­per­tim­bangkan aspek kese­la­matan, kepentin­gan masyarakat, ser­ta kon­disi ekono­mi nasion­al.

Masyarakat diim­bau tetap ten­ang, tidak mudah per­caya den­gan isu yang tidak jelas sum­bernya, dan selalu meru­juk pada sum­ber res­mi agar ter­hin­dar dari kesalah­pa­haman. (Abd/abd).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *