Berita Peristiwa

Eksekusi Rumah di Hari Kemerdekaan Tuai Polemik, Warga Menyanyikan Lagu Kebangsaan

318
×

Eksekusi Rumah di Hari Kemerdekaan Tuai Polemik, Warga Menyanyikan Lagu Kebangsaan

Sebarkan artikel ini

SniperNew.id – Sebuah video eksekusi rumah war­ga yang bertepatan den­gan peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agus­tus men­ja­di viral di media sosial. Peri­s­ti­wa itu mem­per­li­hatkan kete­gan­gan antara aparat yang menu­runk­an alat berat den­gan war­ga yang men­co­ba berta­han di rumah mere­ka. Ade­gan drama­tis terekam jelas keti­ka sejum­lah war­ga, sam­bil men­gibarkan ben­dera Mer­ah Putih, menyanyikan lagu kebangsaan seba­gai ben­tuk per­lawanan moral.

Ung­ga­han salah satu akun di media sosial Threads berna­ma bas­ri­annabass menuliskan. “Viral­La­gi !!! Eksekusi Rumah di Hari Kemerdekaan. Per­lawanan Raky­at Jela­ta hanya mam­pu menyanyikan lagu kebangsaan 😭”

Video terse­but mem­per­li­hatkan suasana mencekam keti­ka sebuah ekska­va­tor mulai mer­obohkan bagian atap rumah. Puluhan war­ga tam­pak berkeru­mun di hala­man rumah, men­gangkat tan­gan, dan bert­e­ri­ak meno­lak peng­gusuran. Dari balkon rumah pang­gung, sejum­lah perem­puan ter­li­hat menangis, sam­bil tetap men­gibarkan ben­dera Mer­ah Putih seba­gai sim­bol nasion­al­isme.

Video eksekusi ini lang­sung men­u­ai reak­si beragam dari ribuan neti­zen. Banyak yang meni­lai momen eksekusi pada Hari Kemerdekaan tidak tepat kare­na melukai perasaan raky­at kecil.

  Ledakan Oven di Dapur MBG Banyumas, Sepuluh Relawan Terluka

Akun febri­ana­hariyan­ti menulis. “Zaman SOEHARTO tanah dikasih ke RAKYAT, lahan dikasih untuk berco­cok tanam, bekal hidup biar mak­mur. Di era Jokowi, Prabowo, banyak LAHAN WARGA DIAMBIL atas nama negara.”

Komen­tar lain datang dari bambangefendi94. “Aparat­di bawah ini selalu kon­tro­ver­si kekakuan­nya. Apa sen­ga­ja mem­bu­at gaduh, dan meng­gang­gu pemer­in­tah Prabowo? Dis­aat raky­at mem­per­si­ap­kan diri mem­peringati hari kemerdekaan­nya di selu­ruh pelosok negeri, mere­ka melakukan pen­gusuran rumah raky­at. Apa nggak bisa ditun­da? Atau gimana gitu wibawa seo­rang pres­i­den Prabowo kita per­tanyakan. Raky­at harus lawan tin­dakan sewe­nang-wenang.”

Neti­zen lain den­gan akun kup­likupIi turut meny­oroti. “G malu kah pres­i­den jika hal seper­ti ini banyak ter­ja­di di negeri ini…. ini hari kemerdekaan.”

Sedan­gkan dalyati9 menuliskan den­gan nada getir. “Katanya Merde­ka, apa­nya yang merde­ka… reali­ta di hari yang katanya Hari Kemerdekaan malah dija­jah bangsanya sendiri, dzolim.”

Ada pula komen­tar nos­tal­gia ter­hadap masa lalu. Akun tog­a­r­to­to­sug­ia­r­to beru­jar. “Jaman Pa Har­to yang dipikirkan san­dang pan­gan papan untuk raky­at­nya, tapi jaman now semua itu milik negara.”

Komen­tar rommel8317 meni­lai pemer­in­tah harus lebih arif.  “Seper­tinya ini rumah lama dan ekono­mi men­ga­pa sekarang baru jadi masalah. Pemer­in­tah jan­gan buta hanya hukum yang buta, namun yang men­jalankan hukum bukan orang buta, per­lu ada bijak dan arif.”

  Tambang Emas Ilegal Doyok Telan 3 Nyawa, Publik Geram: “Bongkar Mafia sampai ke Akar!

Semen­tara hanya_bayangan72 menandai Pres­i­den den­gan komen­tar singkat. “Liat pak liat .. @prabowo.”

Beber­a­pa komen­tar berna­da emo­sion­al bahkan menyerukan per­lawanan. Mis­al­nya akun zhalexzhalex yang menulis. “Gunakan sajam seadanya.. per­ta­hankan hak kita meskipun nyawa taruhan­nya.”

Komen­tar aw_wahyudiagus menyen­til peja­bat daer­ah.  “Fungsi kepala daer­ah ker­janya apa… saat­nya muncul situ­asi seper­ti ini.”

Sedan­gkan akun yay­ack­kkkk menye­but aparat seper­ti siap perang. “Lihat hama sudah bersi­ap den­gan sen­ja­ta lengkap seper­ti mau perang.”

Beber­a­pa war­ganet lain­nya mem­per­tanyakan lokasi keja­di­an, seper­ti radik­aba­gaska­ton yang menulis: “Dimana lokasi,” dan yasfii__ yang menulis: “Di daer­ah mana itu?”

Neti­zen lain turut menyam­paikan rasa pri­hatin. Akun cbplatag menulis.  “Miris pemer­in­ta­han saat ini.”

Komen­tar etnotech1 menye­but iden­ti­tas rumah yang digusur:. “Video peng­gusuran rumah ket­ua GRIB Sumut yaa… kena­pa digusur.”

Semen­tara arafatsaid765 menanyakan hal fun­da­men­tal.  “Indone­sia milik sia­pa…?”

Ada juga yang men­gaku ter­haru seper­ti akun wahyu__dha. “Ikut ter­haru lihat video ini.”

Per­tanyaan kri­tis dilon­tarkan adesyaputra849. “Mau tanya, kalau eksekusi gitu kita bayar nggak buat datangkan aparat?”

Komen­tar berna­da reflek­tif muncul dari lucky.rachman1. “Per­juan­gan di hari kemerdekaan lebih berat kare­na melawan bangsa sendiri.”

Dari ratu­san komen­tar yang muncul, banyak diarahkan kepa­da pemer­in­tah dan aparat. Akun dd5194777 menulis.  “Kena­pa sama rumah itu.”

Akun rafa­su­tano meny­oroti ketim­pan­gan sosial. “Ketim­pan­gan di mana-mana, korup­si dilin­dun­gi. Apalah pemer­in­ta­han Prabowo ini, makin gini amat Indone­sia.”

  Dahan Pohon Tumbang Saat Pemangkasan di Karangtengah, Warga Cemas Gapura Perumahan Terdampak

Akun achmadchabibul_ menulis tegas. ““Aparat= alat pen­guasa.”

Semen­tara akun perantau5171 mengek­spre­sikan kesedi­han den­gan emo­ji marah dan menangis. ““Kasi­han­rumah-rumah raky­at mau diek­sekusi lagi 😭😭😭😡😡😡.”

Eksekusi rumah den­gan meli­batkan aparat dan alat berat memang bukan hal baru di Indone­sia. Namun, momen­tum yang bersamaan den­gan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Repub­lik Indone­sia ke-80 mem­bu­at peri­s­ti­wa ini terasa semakin iro­nis di mata pub­lik.

Di satu sisi, hukum harus dite­gakkan jika lahan memang bermasalah. Namun di sisi lain, pub­lik meni­lai pemer­in­tah kurang sen­si­tif den­gan memil­ih wak­tu yang diang­gap tidak tepat. Eksekusi di hari per­ayaan kemerdekaan dini­lai jus­tru men­goy­ak rasa nasion­al­isme war­ga.

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak pemer­in­tah daer­ah maupun aparat men­ge­nai alasan peng­gusuran dilakukan tepat di hari peringatan kemerdekaan. Iden­ti­tas rumah yang diek­sekusi dise­but-sebut milik salah satu tokoh ormas di Sumat­era Utara, namun infor­masi ini masih terus diperde­batkan.

Viral­nya video ini mem­per­li­hatkan jarak yang masih terasa antara raky­at kecil den­gan kebi­jakan pemer­in­tah. Sim­bol ben­dera Mer­ah Putih dan lagu kebangsaan yang dinyanyikan war­ga men­ja­di pesan moral bah­wa per­juan­gan mem­per­ta­hankan rumah dan tanah diang­gap bagian dari mem­per­ta­hankan kemerdekaan.

Seper­ti yang dit­ulis oleh salah satu neti­zen, lucky.rachman1. “Per­juan­gan di hari kemerdekaan lebih berat kare­na melawan bangsa sendiri.”

Edi­tor: (Redak­si)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *