SniperNew.id – Sebuah video eksekusi rumah warga yang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan 17 Agustus menjadi viral di media sosial. Peristiwa itu memperlihatkan ketegangan antara aparat yang menurunkan alat berat dengan warga yang mencoba bertahan di rumah mereka. Adegan dramatis terekam jelas ketika sejumlah warga, sambil mengibarkan bendera Merah Putih, menyanyikan lagu kebangsaan sebagai bentuk perlawanan moral.
Unggahan salah satu akun di media sosial Threads bernama basriannabass menuliskan. “ViralLagi !!! Eksekusi Rumah di Hari Kemerdekaan. Perlawanan Rakyat Jelata hanya mampu menyanyikan lagu kebangsaan 😭”
Video tersebut memperlihatkan suasana mencekam ketika sebuah ekskavator mulai merobohkan bagian atap rumah. Puluhan warga tampak berkerumun di halaman rumah, mengangkat tangan, dan berteriak menolak penggusuran. Dari balkon rumah panggung, sejumlah perempuan terlihat menangis, sambil tetap mengibarkan bendera Merah Putih sebagai simbol nasionalisme.
Video eksekusi ini langsung menuai reaksi beragam dari ribuan netizen. Banyak yang menilai momen eksekusi pada Hari Kemerdekaan tidak tepat karena melukai perasaan rakyat kecil.
Akun febrianahariyanti menulis. “Zaman SOEHARTO tanah dikasih ke RAKYAT, lahan dikasih untuk bercocok tanam, bekal hidup biar makmur. Di era Jokowi, Prabowo, banyak LAHAN WARGA DIAMBIL atas nama negara.”
Komentar lain datang dari bambangefendi94. “Aparatdi bawah ini selalu kontroversi kekakuannya. Apa sengaja membuat gaduh, dan mengganggu pemerintah Prabowo? Disaat rakyat mempersiapkan diri memperingati hari kemerdekaannya di seluruh pelosok negeri, mereka melakukan pengusuran rumah rakyat. Apa nggak bisa ditunda? Atau gimana gitu wibawa seorang presiden Prabowo kita pertanyakan. Rakyat harus lawan tindakan sewenang-wenang.”
Netizen lain dengan akun kuplikupIi turut menyoroti. “G malu kah presiden jika hal seperti ini banyak terjadi di negeri ini…. ini hari kemerdekaan.”
Sedangkan dalyati9 menuliskan dengan nada getir. “Katanya Merdeka, apanya yang merdeka… realita di hari yang katanya Hari Kemerdekaan malah dijajah bangsanya sendiri, dzolim.”
Ada pula komentar nostalgia terhadap masa lalu. Akun togartotosugiarto berujar. “Jaman Pa Harto yang dipikirkan sandang pangan papan untuk rakyatnya, tapi jaman now semua itu milik negara.”
Komentar rommel8317 menilai pemerintah harus lebih arif. “Sepertinya ini rumah lama dan ekonomi mengapa sekarang baru jadi masalah. Pemerintah jangan buta hanya hukum yang buta, namun yang menjalankan hukum bukan orang buta, perlu ada bijak dan arif.”
Sementara hanya_bayangan72 menandai Presiden dengan komentar singkat. “Liat pak liat .. @prabowo.”
Beberapa komentar bernada emosional bahkan menyerukan perlawanan. Misalnya akun zhalexzhalex yang menulis. “Gunakan sajam seadanya.. pertahankan hak kita meskipun nyawa taruhannya.”
Komentar aw_wahyudiagus menyentil pejabat daerah. “Fungsi kepala daerah kerjanya apa… saatnya muncul situasi seperti ini.”
Sedangkan akun yayackkkkk menyebut aparat seperti siap perang. “Lihat hama sudah bersiap dengan senjata lengkap seperti mau perang.”
Beberapa warganet lainnya mempertanyakan lokasi kejadian, seperti radikabagaskaton yang menulis: “Dimana lokasi,” dan yasfii__ yang menulis: “Di daerah mana itu?”
Netizen lain turut menyampaikan rasa prihatin. Akun cbplatag menulis. “Miris pemerintahan saat ini.”
Komentar etnotech1 menyebut identitas rumah yang digusur:. “Video penggusuran rumah ketua GRIB Sumut yaa… kenapa digusur.”
Sementara arafatsaid765 menanyakan hal fundamental. “Indonesia milik siapa…?”
Ada juga yang mengaku terharu seperti akun wahyu__dha. “Ikut terharu lihat video ini.”
Pertanyaan kritis dilontarkan adesyaputra849. “Mau tanya, kalau eksekusi gitu kita bayar nggak buat datangkan aparat?”
Komentar bernada reflektif muncul dari lucky.rachman1. “Perjuangan di hari kemerdekaan lebih berat karena melawan bangsa sendiri.”
Dari ratusan komentar yang muncul, banyak diarahkan kepada pemerintah dan aparat. Akun dd5194777 menulis. “Kenapa sama rumah itu.”
Akun rafasutano menyoroti ketimpangan sosial. “Ketimpangan di mana-mana, korupsi dilindungi. Apalah pemerintahan Prabowo ini, makin gini amat Indonesia.”
Akun achmadchabibul_ menulis tegas. ““Aparat= alat penguasa.”
Sementara akun perantau5171 mengekspresikan kesedihan dengan emoji marah dan menangis. ““Kasihanrumah-rumah rakyat mau dieksekusi lagi 😭😭😭😡😡😡.”
Eksekusi rumah dengan melibatkan aparat dan alat berat memang bukan hal baru di Indonesia. Namun, momentum yang bersamaan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 membuat peristiwa ini terasa semakin ironis di mata publik.
Di satu sisi, hukum harus ditegakkan jika lahan memang bermasalah. Namun di sisi lain, publik menilai pemerintah kurang sensitif dengan memilih waktu yang dianggap tidak tepat. Eksekusi di hari perayaan kemerdekaan dinilai justru mengoyak rasa nasionalisme warga.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pemerintah daerah maupun aparat mengenai alasan penggusuran dilakukan tepat di hari peringatan kemerdekaan. Identitas rumah yang dieksekusi disebut-sebut milik salah satu tokoh ormas di Sumatera Utara, namun informasi ini masih terus diperdebatkan.
Viralnya video ini memperlihatkan jarak yang masih terasa antara rakyat kecil dengan kebijakan pemerintah. Simbol bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan yang dinyanyikan warga menjadi pesan moral bahwa perjuangan mempertahankan rumah dan tanah dianggap bagian dari mempertahankan kemerdekaan.
Seperti yang ditulis oleh salah satu netizen, lucky.rachman1. “Perjuangan di hari kemerdekaan lebih berat karena melawan bangsa sendiri.”
Editor: (Redaksi)













