Manado, Snipernews.id — Musyawarah Daerah (Musda) III Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kota Manado resmi menetapkan Edy Wahono sebagai Ketua DMI periode 2025–2030. Agenda strategis ini berlangsung pada Sabtu, 28 Juni 2025, di Aula Masjid Raya Al-Muhajirin, Paniki Dua, Kecamatan Mapanget, dan menjadi titik awal arah baru bagi kiprah organisasi masjid di Kota Manado.
Musda yang berlangsung penuh kekhidmatan ini dibuka oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Manado, Hj. Rogaya Udin, M.Pd., dan dihadiri oleh jajaran pengurus masjid, tokoh agama, serta pejabat lintas instansi. Suasana hangat dan semangat persatuan mewarnai forum lima tahunan tersebut, menegaskan peran sentral DMI dalam membina umat dan memberdayakan fungsi masjid secara menyeluruh.
Dalam forum tersebut, Edy Wahono secara aklamasi dipercaya untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dari H. Abdul Albugis, SE., yang selama periode sebelumnya dinilai berhasil membawa DMI Manado tumbuh dengan berbagai pencapaian.
Dalam sambutannya, Hj. Rogaya Udin mengapresiasi dedikasi H. Abdul Albugis dan jajarannya yang telah mengangkat citra masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat aktivitas sosial, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kontribusi Pak Abdul Albugis selama ini menjadi pondasi penting bagi penguatan peran masjid di tengah masyarakat urban. Semoga seluruh amal jariyah beliau dibalas pahala terbaik oleh Allah SWT,” ungkap Hj. Rogaya.
Pergantian kepemimpinan ini bukan hanya soal regenerasi struktural, melainkan juga menjadi momentum untuk memperkuat visi dan menyusun langkah strategis DMI ke depan. Musda kali ini juga mencetuskan sejumlah rekomendasi program sebagai hasil evaluasi menyeluruh.
Dalam pidato perdananya, Edy Wahono menyampaikan rasa syukur atas amanah yang diberikan dan mengajak seluruh komponen organisasi untuk bekerja kolektif dan kolaboratif dalam membawa DMI Kota Manado menuju arah yang lebih dinamis dan responsif terhadap perkembangan zaman.
“Saya berkomitmen menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kita akan memperkuat pendidikan agama, memperluas peran masjid dalam pemberdayaan masyarakat, dan membangun kolaborasi strategis lintas sektor,” tegasnya.
Beberapa program prioritas yang menjadi fokus Edy Wahono antara lain: digitalisasi manajemen masjid, pelatihan manajemen masjid modern, penguatan kapasitas imam dan takmir, serta kolaborasi lintas sektor untuk penguatan fungsi sosial-ekonomi masjid.
Musda III DMI Kota Manado ditutup dengan doa bersama dan harapan besar agar kepemimpinan baru ini dapat membawa masjid-masjid di Manado menjadi pusat kemajuan umat yang inklusif, visioner, dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Laporan: Zakha
Editor: Redaksi













