Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Dugaan Pemukulan Oleh Pekerja Tambang Ilegal di Ketapang, Kasus Korban Mandek, Publik Pertanyakan Komitmen Hukum

474
×

Dugaan Pemukulan Oleh Pekerja Tambang Ilegal di Ketapang, Kasus Korban Mandek, Publik Pertanyakan Komitmen Hukum

Sebarkan artikel ini

Keta­pang, SniperNew.id – Kasus pemuku­lan ter­hadap Roni Prata­ma oleh salah seo­rang peker­ja tam­bang ile­gal di Desa Pematang Gadung, Keta­pang, menim­bulkan kepri­hati­nan men­dalam di masyarakat. Roni Prata­ma san­gat menyangkan beli­au angkat bicara bah­wa hasil visum jelas ada dan luka lebam memar sak­si saudara RG memang tidak meli­hat cuman menden­gar merasakan di dorong juga kata beli­au.

Yang mela­porkan dugaan kek­erasan ini ke Pol­res Keta­pang hing­ga saat ini belum men­da­p­atkan keje­lasan penan­ganan, meskipun buk­ti visum menun­jukkan adanya luka aki­bat kek­erasan, Kamis (23/01/2025).

Insi­d­en ini ter­ja­di pada 5 Novem­ber 2024, keti­ka Roni bersama seo­rang rekan­nya men­datan­gi lokasi tam­bang ile­gal untuk meman­tau aktiv­i­tas yang diduga melang­gar hukum. Kehadi­ran mere­ka tidak diter­i­ma oleh para peker­ja tam­bang hing­ga ter­ja­di tin­dak kek­erasan fisik yang dilakukan oleh seo­rang peker­ja berna­ma Sir­at.

  Unsur Penghinaan di Medsos, Pengurus Toga Aritonang Kompak Laporkan Akun Puteri Silaban ke Polda Sumatra Utara

Roni lang­sung mela­porkan keja­di­an terse­but ke Pol­res Keta­pang. Berdasarkan hasil visum yang telah dilakukan, dite­mukan bekas luka serius yang menun­jukkan adanya tin­dak kek­erasan. Namun, penyidik Pol­res Keta­pang meny­atakan kasus ini “kurang buk­ti,” sehing­ga belum ada pros­es hukum lebih lan­jut ter­hadap pelaku.

Keke­ce­waan Masyarakat ter­hadap Pene­gakan Hukum, masyarakat mem­per­tanyakan transparan­si dan keseriu­san Pol­res Keta­pang dalam menan­gani kasus ini. Dalam surat pem­ber­i­tahuan perkem­ban­gan hasil penelit­ian (SP2HP) lapo­ran yang diter­i­ma Roni pada 15 Jan­u­ari 2025, diny­atakan bah­wa pros­es hukum masih dalam tahap penelit­ian den­gan alasan *kurang buk­ti*. Hal ini diang­gap tidak sejalan den­gan fak­ta visum yang jelas menun­jukkan adanya bekas kek­erasan serius.

  Mantan Aggota DPRD Sumbar Dipolisikan Diduga Kasus Penggelapan Sertifikat Tanah Kakak Kandung

“Ini jelas-jelas menun­jukkan bah­wa per­lin­dun­gan hukum ter­hadap masyarakat yang melawan aktiv­i­tas ile­gal masih san­gat lemah. Kalau visum saja diang­gap tidak cukup, lalu buk­ti apa lagi yang mere­ka butuhkan?” ujar salah satu tokoh masyarakat yang menge­tahui kasus ini.

Desakan Pene­gakan Hukum oleh Mabes Pol­ri terkait kasus ini kini men­ja­di sorotan luas, tidak hanya di tingkat lokal tetapi juga nasion­al. Masyarakat mem­inta Mabes Pol­ri turun tan­gan untuk memas­tikan penan­ganan kasus ini ber­jalan secara pro­fe­sion­al dan transparan. Mere­ka juga mende­sak aparat pene­gak hukum menin­dak tegas tam­bang ile­gal yang men­ja­di sum­ber kon­flik di Desa Pematang Gadung Kab.Ketapang, Kali­man­tan Barat itu.

Aktiv­i­tas tam­bang ile­gal ini tidak hanya merugikan lingkun­gan dan kerusakan alam menim­bulkan dampak bnjir dan men­gu­ran­gi kar­bon ogsi­gen untuk kese­hatan war­ga negara.yg mana punah­nya hutan pro­duk­si yg di cadan­gkan untuk pemeli­haraan kar­bon terse­but untuk kelang­sun­gan masyarakat ramai…tetapi juga men­gan­cam kea­manan masyarakat sek­i­tar. Den­gan adanya kek­erasan yang diduga meli­batkan peker­ja tam­bang, masyarakat berharap aparat hukum bertin­dak tegas tan­pa pan­dang bulu demi kead­i­lan dan kea­manan bersama.

  Hudiyono Ditahan Kejati Jatim Terkait Dugaan Korupsi Dana Hibah Pendidikan

Hara­pan untuk Peruba­han
Kasus Roni Prata­ma adalah cer­mi­nan dari masih lemah­nya pene­gakan hukum ter­hadap aktiv­i­tas ile­gal dan per­lin­dun­gan ter­hadap masyarakat yang melawan pelang­garan terse­but. Jika tidak segera diatasi, hal ini dap­at men­cip­takan keti­dakper­cayaan pub­lik ter­hadap insti­tusi pene­gak hukum.

Masyarakat berharap ada langkah konkret dari Mabes Pol­ri untuk menye­le­saikan kasus ini dan mem­berikan kead­i­lan bagi kor­ban. Jan­gan sam­pai kasus ini men­ja­di preseden buruk bagi per­juan­gan masyarakat melawan aktiv­i­tas tam­bang ile­gal di Indone­sia. Masyarakat per­caya bah­wa komit­men Bapak Pres­i­den Prabowo dalam mem­bela raky­at adalah suatu tin­dakan nya­ta, kepa­da awak media SniperNewsid Keta­pang Kalbar Kamis (23/1/2025)

Penulis: (Juma­di)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *