Ketapang, SniperNew.id — Pemeliharaan jalan meriam padam pelite beralamat desa Kampung baru kec benua Kayong kab Ketapang dimana fisiknya barau timbun sebelah telah kami duga Ampuradul alias asal jadi ucap LAKI Ketapang salah satu contoh bangunan bagian balok barau sudah terlihat pecah dan patah.
Dan juga menggunakan kayu sejenis kayu berlian balok tarik pecah alias kayu apker lanjut LAKI Ketapang menyapa kegiatan pemeliharaan jalan di alamat tersebut sangat memperihatinkan.
“Kok judulnya pemeliharaan jalan padam pelite tapi aneh saja dibangunkan ke barau sebelah tepi sungai, bahkan barang tersebut baru terpasang dua ratus tujuh puluh dua meter,” kata masyarakat Kampung Baru.
“Konon katanya dari samping jembatan penyebrangan dari kampung baru menuju ke desa Suka Baru itu akan disampaikan ke sungai Pawan sepanjang perkiraan panjang empat ratus lebih dan juga kami mengeruk tanah setempat guna untuk meratakan tanah timbunan.”
“Kami menunggukan tanah kuary dari luar baru datang kurang lebih satu pick up atau kendaraan roda empat,” Lanjut anggota Tim DPC LAKI.
“Sempat mempertanyakan tanah merah untuk dijadikan timbunan berasal dari mana mereka bilang kami tidak tahu pak Lanjut proyek tersebut berasal dari dinas pekerjaan umum dan tata ruang dimana dilaksanakan CV. Rifky agung perkasa baku dana Rp.618.291.000.00. sumber dana APBD daerah Ketapang tanggal mulai 14 Mei 2024 selesai 10 September 2024 waktu ADD tambah waktu 60 hari kalender mulai 11 September 2024 selesai 09 November 2024 Lanjut DPC LAKI ketapang meminta APH maupun BPK badan pemeriksa keuangan dan yang lainnya agar secara serius menangani permasalahan proyek di Ketapang dimana kita duga banyak permasalah dan Kong kalikong,” ungkap DPC LAKI Ketapang. (Penulis:Jumadi)



















