Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Dikabarkan 57 Orang Alami Luka dalam Aksi UNRA di Pati

306
×

Dikabarkan 57 Orang Alami Luka dalam Aksi UNRA di Pati

Sebarkan artikel ini

Pati, SniperNew.id – Dinas Kese­hatan Kabu­pat­en Pati mem­berikan keteran­gan res­mi terkait sim­pang siur infor­masi men­ge­nai adanya kor­ban jiwa dalam aksi unjuk rasa (UNRA) yang ter­ja­di di wilayah Pati. Kepala Dinas Kese­hatan Kabu­pat­en Pati, melalui Pelak­sana Tugas (Plt) Luky Pratu­gas Nari­mo, S.STP., MM., mene­gaskan bah­wa hing­ga saat ini tidak ada kor­ban mening­gal dunia aki­bat peri­s­ti­wa terse­but.

Klar­i­fikasi ini dis­am­paikan untuk melu­ruskan infor­masi yang sebelum­nya beredar di masyarakat, baik melalui per­caka­pan lang­sung maupun media sosial, yang menye­butkan adanya kor­ban mening­gal dunia. Menu­rut Luky, berdasarkan data yang dihim­pun dari selu­ruh fasil­i­tas layanan kese­hatan di Pati, total kor­ban semen­tara yang ter­catat aki­bat peri­s­ti­wa itu berjum­lah 53 orang. Mere­ka ter­diri dari kor­ban luka ringan maupun luka berat.

“Data yang kami ter­i­ma hing­ga saat ini, kor­ban luka ringan dan luka berat semen­tara berjum­lah 57 orang. Tidak ada kor­ban mening­gal dunia,” ujar Luky dalam perny­ataan resminya yang dis­am­paikan melalui ung­ga­han video di akun res­mi media sosial Dinas Kese­hatan Kabu­pat­en Pati, Rabu (13/8/2025).

  Banjir Rob Kembali Genangi Pesisir Teluk Lampung, Aktivitas Warga Terganggu

Lebih lan­jut, Luky men­je­laskan bah­wa para kor­ban sudah men­da­p­atkan penan­ganan medis. Kor­ban den­gan luka ringan seba­gian besar sudah diper­bolehkan pulang sete­lah men­jalani pemerik­saan dan per­awatan. Semen­tara kor­ban den­gan luka berat masih men­da­p­atkan per­awatan inten­sif di rumah sak­it yang ada di Pati. Dinas Kese­hatan terus berko­or­di­nasi den­gan pihak rumah sak­it untuk meman­tau perkem­ban­gan kon­disi para kor­ban.

Perny­ataan res­mi ini juga men­da­p­at berba­gai tang­ga­pan dari masyarakat di media sosial. Beber­a­pa war­ganet men­gungkap­kan rasa syukur atas kabar bah­wa tidak ada kor­ban jiwa dalam keja­di­an terse­but.

“Alham­dulil­lah… Tidak ada yang mening­gal dunia. Raky­at Pati hebat! Semoga Allah SWT melin­dun­gi per­juan­gan kalian semua. Tetap seman­gat,” tulis salah satu akun berna­ma niken.suratni.

Komen­tar seru­pa juga dis­am­paikan akun zatres82 yang berharap kon­disi di Pati tetap kon­dusif dan aspi­rasi war­ga bisa ter­sam­paikan den­gan baik. “Semoga kon­dusif dan ter­ca­pai apa yang men­ja­di aspi­rasi war­ga Pati,” tulis­nya.

Namun, di ten­gah kabar ini, masih ada seba­gian masyarakat yang mem­per­tanyakan kebe­naran infor­masi. Salah satu komen­tar menye­but adanya beri­ta bah­wa seo­rang wartawan men­ja­di kor­ban dalam keja­di­an terse­but. Menang­gapi hal ini, Luky mene­gaskan bah­wa pihak Dinas Kese­hatan hanya menyam­paikan data res­mi sesuai lapo­ran medis dari selu­ruh fasil­i­tas kese­hatan di Kabu­pat­en Pati.

  Pencuri Tas Terjadi di Gacoan Alam Sutera, Korban Janjikan Imbalan Rp5 Juta Bagi Penemu Pelaku

“Kami menyam­paikan data fak­tu­al sesuai lapo­ran yang masuk dari fasil­i­tas kese­hatan. Apa­bi­la ada perkem­ban­gan ter­baru, kami akan sam­paikan kem­bali kepa­da pub­lik,” jelas Luky.

Semen­tara itu, situ­asi di lapan­gan pas­ca aksi UNRA dila­porkan berang­sur kon­dusif. Aparat kea­manan bersama pemer­in­tah daer­ah terus melakukan koor­di­nasi untuk memas­tikan kea­manan dan ketert­iban masyarakat. Peman­tauan juga dilakukan untuk mence­gah ter­jadinya ben­trokan lan­ju­tan.

Sejum­lah pihak meni­lai, langkah Dinas Kese­hatan men­gelu­arkan klar­i­fikasi cepat ini san­gat pent­ing untuk menghin­dari kepanikan dan kesalah­pa­haman di ten­gah masyarakat. Ter­lebih, infor­masi yang beredar di media sosial ser­ing kali bercam­pur antara fak­ta dan opi­ni, sehing­ga dap­at menim­bulkan kere­sa­han jika tidak dil­u­ruskan.

Kepala Bidang Pelayanan Kese­hatan Dinas Kese­hatan Pati menam­bahkan, pihaknya mem­bu­ka salu­ran komu­nikasi bagi masyarakat yang ingin men­da­p­atkan infor­masi res­mi terkait penan­ganan kor­ban. “Kami memas­tikan pelayanan kese­hatan bagi semua kor­ban ber­jalan den­gan baik dan cepat. Koor­di­nasi den­gan selu­ruh rumah sak­it dan puskesmas sudah dilakukan sejak awal keja­di­an,” ujarnya.

Dinas Kese­hatan juga mengim­bau masyarakat agar lebih bijak dalam mener­i­ma dan menye­barkan infor­masi. Masyarakat dim­inta untuk men­gacu pada sum­ber-sum­ber res­mi agar tidak ikut menye­barkan beri­ta yang belum ter­ver­i­fikasi kebe­naran­nya.

  Seorang Pemotor Tewas Akibat Tabrakan Dengan Mobil

Aksi UNRA di Pati sendiri dila­porkan diiku­ti oleh ratu­san mas­sa yang menyuarakan berba­gai aspi­rasi. Namun, aksi terse­but sem­pat diwar­nai insi­d­en yang menye­babkan puluhan orang men­gala­mi luka-luka. Beber­a­pa kor­ban men­gala­mi luka aki­bat ben­tu­ran fisik, semen­tara lain­nya men­gala­mi sesak napas atau kele­la­han. Petu­gas medis yang sia­ga di lokasi aksi segera mem­berikan per­to­lon­gan per­ta­ma sebelum kor­ban dibawa ke fasil­i­tas kese­hatan ter­dekat.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, Dinas Kese­hatan Kabu­pat­en Pati masih terus meman­tau perkem­ban­gan kor­ban dan siap mem­berikan pem­baru­an data apa­bi­la ada peruba­han jum­lah maupun kon­disi pasien.

Berba­gai pihak, ter­ma­suk tokoh masyarakat dan organ­isasi kemasyarakatan, juga menyerukan agar semua pihak mena­han diri dan menguta­makan dia­log demi menye­le­saikan perbe­daan pen­da­p­at secara damai. Mere­ka meni­lai kese­la­matan war­ga harus men­ja­di pri­or­i­tas uta­ma dalam seti­ap aksi penyam­pa­ian pen­da­p­at.

Den­gan adanya klar­i­fikasi ini, dihara­p­kan masyarakat Pati dan sek­i­tarnya dap­at mem­per­oleh infor­masi yang jelas dan aku­rat, sehing­ga dap­at men­gu­ran­gi poten­si tim­bul­nya beri­ta bohong atau hoaks. Situ­asi yang aman dan kon­dusif men­ja­di hara­pan bersama agar kehidu­pan sosial dan kegiatan ekono­mi war­ga Pati dap­at kem­bali ber­jalan nor­mal. (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *