Pati, SniperNew.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Pati memberikan keterangan resmi terkait simpang siur informasi mengenai adanya korban jiwa dalam aksi unjuk rasa (UNRA) yang terjadi di wilayah Pati. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, melalui Pelaksana Tugas (Plt) Luky Pratugas Narimo, S.STP., MM., menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada korban meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.
Klarifikasi ini disampaikan untuk meluruskan informasi yang sebelumnya beredar di masyarakat, baik melalui percakapan langsung maupun media sosial, yang menyebutkan adanya korban meninggal dunia. Menurut Luky, berdasarkan data yang dihimpun dari seluruh fasilitas layanan kesehatan di Pati, total korban sementara yang tercatat akibat peristiwa itu berjumlah 53 orang. Mereka terdiri dari korban luka ringan maupun luka berat.
“Data yang kami terima hingga saat ini, korban luka ringan dan luka berat sementara berjumlah 57 orang. Tidak ada korban meninggal dunia,” ujar Luky dalam pernyataan resminya yang disampaikan melalui unggahan video di akun resmi media sosial Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, Rabu (13/8/2025).
Lebih lanjut, Luky menjelaskan bahwa para korban sudah mendapatkan penanganan medis. Korban dengan luka ringan sebagian besar sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani pemeriksaan dan perawatan. Sementara korban dengan luka berat masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit yang ada di Pati. Dinas Kesehatan terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit untuk memantau perkembangan kondisi para korban.
Pernyataan resmi ini juga mendapat berbagai tanggapan dari masyarakat di media sosial. Beberapa warganet mengungkapkan rasa syukur atas kabar bahwa tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
“Alhamdulillah… Tidak ada yang meninggal dunia. Rakyat Pati hebat! Semoga Allah SWT melindungi perjuangan kalian semua. Tetap semangat,” tulis salah satu akun bernama niken.suratni.
Komentar serupa juga disampaikan akun zatres82 yang berharap kondisi di Pati tetap kondusif dan aspirasi warga bisa tersampaikan dengan baik. “Semoga kondusif dan tercapai apa yang menjadi aspirasi warga Pati,” tulisnya.
Namun, di tengah kabar ini, masih ada sebagian masyarakat yang mempertanyakan kebenaran informasi. Salah satu komentar menyebut adanya berita bahwa seorang wartawan menjadi korban dalam kejadian tersebut. Menanggapi hal ini, Luky menegaskan bahwa pihak Dinas Kesehatan hanya menyampaikan data resmi sesuai laporan medis dari seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Pati.
“Kami menyampaikan data faktual sesuai laporan yang masuk dari fasilitas kesehatan. Apabila ada perkembangan terbaru, kami akan sampaikan kembali kepada publik,” jelas Luky.
Sementara itu, situasi di lapangan pasca aksi UNRA dilaporkan berangsur kondusif. Aparat keamanan bersama pemerintah daerah terus melakukan koordinasi untuk memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat. Pemantauan juga dilakukan untuk mencegah terjadinya bentrokan lanjutan.
Sejumlah pihak menilai, langkah Dinas Kesehatan mengeluarkan klarifikasi cepat ini sangat penting untuk menghindari kepanikan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat. Terlebih, informasi yang beredar di media sosial sering kali bercampur antara fakta dan opini, sehingga dapat menimbulkan keresahan jika tidak diluruskan.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Pati menambahkan, pihaknya membuka saluran komunikasi bagi masyarakat yang ingin mendapatkan informasi resmi terkait penanganan korban. “Kami memastikan pelayanan kesehatan bagi semua korban berjalan dengan baik dan cepat. Koordinasi dengan seluruh rumah sakit dan puskesmas sudah dilakukan sejak awal kejadian,” ujarnya.
Dinas Kesehatan juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi. Masyarakat diminta untuk mengacu pada sumber-sumber resmi agar tidak ikut menyebarkan berita yang belum terverifikasi kebenarannya.
Aksi UNRA di Pati sendiri dilaporkan diikuti oleh ratusan massa yang menyuarakan berbagai aspirasi. Namun, aksi tersebut sempat diwarnai insiden yang menyebabkan puluhan orang mengalami luka-luka. Beberapa korban mengalami luka akibat benturan fisik, sementara lainnya mengalami sesak napas atau kelelahan. Petugas medis yang siaga di lokasi aksi segera memberikan pertolongan pertama sebelum korban dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.
Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Kabupaten Pati masih terus memantau perkembangan korban dan siap memberikan pembaruan data apabila ada perubahan jumlah maupun kondisi pasien.
Berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan organisasi kemasyarakatan, juga menyerukan agar semua pihak menahan diri dan mengutamakan dialog demi menyelesaikan perbedaan pendapat secara damai. Mereka menilai keselamatan warga harus menjadi prioritas utama dalam setiap aksi penyampaian pendapat.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat Pati dan sekitarnya dapat memperoleh informasi yang jelas dan akurat, sehingga dapat mengurangi potensi timbulnya berita bohong atau hoaks. Situasi yang aman dan kondusif menjadi harapan bersama agar kehidupan sosial dan kegiatan ekonomi warga Pati dapat kembali berjalan normal. (Ahmad)













