Berita Investigasi

Diduga Tutup Mata! Wali Kota Pematangsiantar Wesli Silalahi Biarkan Tempat Hiburan Malam Anda Karaoke Beroperasi Dekat Gereja GMII

1050
×

Diduga Tutup Mata! Wali Kota Pematangsiantar Wesli Silalahi Biarkan Tempat Hiburan Malam Anda Karaoke Beroperasi Dekat Gereja GMII

Sebarkan artikel ini

Pematangsiantarsnipernew id

Wali Kota Pematangsiantar Wes­li Silalahi kini men­ja­di sorotan pub­lik kare­na diduga melakukan pem­biaran ter­hadap aktiv­i­tas tem­pat hibu­ran malam Anda Karaoke yang berop­erasi di Jalan Ahmad Yani, hanya sek­i­tar 30 meter dari Gere­ja Misi Injili Indone­sia (GMII) Jemaat Buk­it Sion. Mes­ki sudah berkali-kali diber­i­takan media dan men­u­ai protes war­ga, Pemko Pematangsiantar tidak per­nah mengam­bil langkah tegas untuk menut­up tem­pat terse­but. Sikap diam ini diang­gap ben­tuk nya­ta keti­dakpedu­lian dan lemah­nya kepemimp­inan Wes­li Silalahi dalam men­ja­ga moral­i­tas dan ketert­iban kota.

Keber­adaan tem­pat hibu­ran malam di lokasi yang begi­tu dekat den­gan rumah ibadah jelas melang­gar sejum­lah atu­ran dan nor­ma sosial. Berdasarkan Per­at­u­ran Menteri Pari­wisa­ta dan Ekono­mi Kre­atif Nomor 4 Tahun 2021 ser­ta Per­at­u­ran Daer­ah Kota Pematangsiantar Nomor 9 Tahun 2013 ten­tang Ketert­iban Umum dan Keten­tra­man Masyarakat, tem­pat hibu­ran malam dila­rang berop­erasi di sek­i­tar fasil­i­tas keaga­maan, pen­didikan, dan per­muki­man war­ga. Namun keny­ataan di lapan­gan menun­jukkan bah­wa Anda Karaoke tetap dib­iarkan berop­erasi bebas, tan­pa ada tin­dakan pen­ert­iban dari Sat­pol PP maupun instan­si terkait.

  DD Tanjung Baik Budi Diduga "Bocor", Penguna Jalan Minta Perbaiki Jalan yang Rusak

Situ­asi ini mem­bu­at masyarakat meni­lai bah­wa Wali Kota Wes­li Silalahi tidak memi­li­ki keberan­ian poli­tik untuk mene­gakkan atu­ran yang dibu­at pemer­in­tah­nya sendiri. War­ga sek­i­tar men­gaku ter­gang­gu den­gan kebisin­gan dan aktiv­i­tas malam hari yang berasal dari tem­pat karaoke terse­but, teruta­ma saat gere­ja sedang melak­sanakan kegiatan ibadah. “Kami sudah beru­lang kali mela­por, tapi pemer­in­tah tidak per­nah turun tan­gan. Seo­lah-olah ada pem­biaran,” ujar salah seo­rang war­ga yang eng­gan dise­butkan namanya.

Plt. Ket­ua Ger­akan Masyarakat Anti Pros­ti­tusi, Narko­ba dan Judi (GEMAPRONADI), Zul­fikar Efen­di, den­gan tegas menge­cam sikap Pemko Pematangsiantar yang mem­biarkan pelang­garan men­colok ini. “Kami menye­salkan keti­dakpedu­lian Wali Kota Wes­li Silalahi. Ini bukan sekadar soal izin usa­ha, tapi soal moral dan mar­wah masyarakat kota ini. Jika seo­rang wali kota diam ter­hadap pelang­garan seper­ti ini, apa artinya ia memimpin?” tegas Zul­fikar saat dite­mui wartawan, Senin (13/10/2025).

  Masyarakat Desa Mukti Karya Kecewa Atas Lemahnya Kades Tidak Putuskan Kabil Arus yang Melintang

Zul­fikar mende­sak pemer­in­tah kota agar segera men­cabut izin opera­sion­al Anda Karaoke dan menu­tup­nya secara per­ma­nen. Ia meni­lai, keber­adaan tem­pat hibu­ran malam di kawasan yang berdekatan den­gan rumah ibadah berpoten­si memicu kere­sa­han sosial dan men­coreng cit­ra kota religius seper­ti Pematangsiantar. “Kalau pemer­in­tah takut menin­dak, kami akan laporkan kasus ini ke DPRD dan aparat pene­gak hukum. Ini sudah ter­lalu lama dib­iarkan,” ujarnya ger­am.

Lebih lan­jut, sejum­lah penga­mat kebi­jakan pub­lik meni­lai bah­wa pem­biaran ini menun­jukkan ren­dah­nya integri­tas dan kete­gasan Pemko Pematangsiantar dalam men­jalankan fungsi pen­gawasan dan pene­gakan hukum daer­ah. Pada­hal, RTRW (Ren­cana Tata Ruang Wilayah) Kota Pematangsiantar telah mene­tap­kan batasan tegas men­ge­nai lokasi usa­ha yang berpoten­si menim­bulkan gang­guan ketert­iban umum. Den­gan demikian, keber­adaan Anda Karaoke di sek­i­tar Gere­ja GMII Buk­it Sion jelas berten­tan­gan den­gan tata ruang dan per­iz­inan yang berlaku.

  Masyarakat Desa Baru Daerah Ketapang Minta APH Periksa Direktur CV.Wiseva Mendalam

Hing­ga beri­ta ini diter­bitkan, Wali Kota Wes­li Silalahi dan Dinas terkait belum mem­berikan tang­ga­pan res­mi terkait tun­tu­tan masyarakat dan desakan penu­tu­pan Anda Karaoke. Keti­adaan respon ini semakin mem­perku­at dugaan bah­wa Pemko Pematangsiantar sen­ga­ja menut­up mata ter­hadap pelang­garan yang ter­ja­di di depan pub­lik. Beber­a­pa pihak bahkan men­duga adanya kepentin­gan ter­ten­tu di balik pem­biaran ini, yang men­gor­bankan ketert­iban umum dan nilai moral war­ga kota.

Masyarakat berharap agar Guber­nur Sumat­era Utara dan aparat pene­gak hukum segera turun tan­gan menin­dak tegas dugaan pem­biaran terse­but. Sebab, jika dib­iarkan terus berlang­sung, kasus Anda Karaoke bisa men­ja­di sim­bol gagal­nya Wali Kota Wes­li Silalahi dalam mene­gakkan atu­ran dan men­ja­ga kehor­matan Kota Pematangsiantar. Kini, pub­lik menunggu—apakah Wes­li akan bertin­dak seba­gai pemimpin yang tegas, atau tetap bersem­bun­yi di balik diamnya yang memalukan.
BT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *