Berita Daerah

Wakil Gubernur Viktor Mailangkay: “Sulut Bermazmur” Teguhkan Iman dan Persaudaraan Umat

369
×

Wakil Gubernur Viktor Mailangkay: “Sulut Bermazmur” Teguhkan Iman dan Persaudaraan Umat

Sebarkan artikel ini

Man­a­do, SniperNew.id — Suasana penuh sukaci­ta dan rasa syukur mewar­nai Gere­ja GMIM Agape Mal­en­deng, Kota Man­a­do, Ming­gu (5/10/2025), keti­ka Wak­il Guber­nur Sulawe­si Utara, Dr. Vik­tor Mailangkay, SH., MH., secara res­mi meny­er­ahkan hadi­ah kepa­da para peme­nang Tur­na­men “Sulut Bermaz­mur”. Kegiatan rohani yang diga­gas di bawah naun­gan Sin­ode GMIM ini men­ja­di momen­tum kebangk­i­tan spir­i­tu­al umat dan wujud nya­ta dukun­gan Pemer­in­tah Provin­si Sulawe­si Utara ter­hadap pem­bi­naan iman masyarakat, Ming­gu (05/10).

Didampin­gi oleh Kepala Dinas PUPR Sulut, Ir. Deicy Paat, ST., M.Si., Mailangkay mene­gaskan bah­wa kegiatan bernafaskan fir­man seper­ti ini memi­li­ki mak­na men­dalam dalam mem­perku­at nilai moral dan per­saudaraan di ten­gah keber­aga­man masyarakat Sulut yang maje­muk.

Acara dim­u­lai den­gan ibadah syukur yang dip­impin oleh Ket­ua Jemaat GMIM Agape Mal­en­deng, Pdt. Yolan­da Kasen­da, S.Th. Ibadah berlang­sung khid­mat, diirin­gi alu­nan pujian dan doa bersama selu­ruh peser­ta ser­ta jemaat yang memenuhi gedung gere­ja.

Dalam khot­bah­nya, Pdt. Yolan­da mengin­gatkan pent­ingnya Maz­mur seba­gai ekspre­si kein­ti­man antara manu­sia den­gan Tuhan. “Maz­mur bukan sekadar nyanyian, tetapi doa yang hidup—seruan hati manu­sia yang berser­ah dan memu­ji Sang Pen­cip­ta di ten­gah per­gu­mu­lan hidup,” ujarnya den­gan suara berge­tar.

Ia juga menekankan bah­wa di ten­gah arus mod­ernisasi yang ser­ing mengikis nilai spir­i­tu­al, kegiatan seper­ti Sulut Bermaz­mur men­ja­di ruang bagi umat untuk kem­bali meneguhkan iman dan mere­flek­sikan kasih Tuhan dalam kehidu­pan sehari-hari.

Tur­na­men “Sulut Bermaz­mur” meru­pakan ajang rohani yang diin­isi­asi oleh Sin­ode GMIM seba­gai sarana mem­perku­at keber­samaan antar­je­maat melalui pem­ba­caan dan peng­hay­atan Kitab Maz­mur. Kegiatan ini meli­batkan peser­ta dari berba­gai wilayah di Sulawe­si Utara — mulai dari Man­a­do, Mina­hasa, Tomo­hon, hing­ga Bolaang Mon­gon­dow.

  Camat Ambarawa Sampaikan Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1447H

Berbe­da dari lom­ba kon­ven­sion­al, tur­na­men ini bukan sekadar kom­petisi, melainkan pang­gi­lan spir­i­tu­al untuk menyalurkan iman lewat fir­man Tuhan. Para peser­ta menampilkan pem­ba­caan maz­mur den­gan penuh peng­hay­atan, menggam­barkan kedala­man relasi prib­a­di den­gan Allah.

Menu­rut pani­tia, kegiatan ini juga bertu­juan menum­buhkan sol­i­dar­i­tas antar­je­maat dan menanamkan seman­gat per­saudaraan lin­tas wilayah ser­ta usia. “Melalui maz­mur, kita bela­jar memu­ji Tuhan den­gan tulus hati dan men­jadikan iman seba­gai keku­atan hidup,” ujar salah satu pani­tia pelak­sana.

Dalam sambu­tan­nya, Wak­il Guber­nur Vik­tor Mailangkay menyam­paikan rasa bang­ga dan apre­si­asinya kepa­da pani­tia, peser­ta, ser­ta selu­ruh jemaat yang telah berpar­tisi­pasi. Ia meni­lai bah­wa kegiatan bermaz­mur meru­pakan wujud nya­ta kehidu­pan beri­man yang berdampak sosial dan moral bagi masyarakat.

“Kegiatan ini bukan sekadar ser­e­moni atau per­lom­baan. Ini adalah momen­tum pem­ba­haru­an iman dan pang­gi­lan untuk mem­perdalam hubun­gan kita den­gan Tuhan. Melalui maz­mur, kita dia­jak untuk mere­nungkan kasih Tuhan dan menyalurkan­nya dalam kehidu­pan sehari-hari,” ujar Mailangkay yang dis­am­but tepuk tan­gan meri­ah jemaat.

Lebih lan­jut, ia mene­gaskan bah­wa Pemer­in­tah Provin­si Sulawe­si Utara terus berkomit­men men­dukung kegiatan rohani lin­tas denom­i­nasi seba­gai bagian dari pem­ban­gu­nan manu­sia seu­tuh­nya. “Pem­ban­gu­nan tidak hanya soal infra­struk­tur, tetapi juga pem­ban­gu­nan karak­ter dan spir­i­tu­al­i­tas. Tan­pa nilai iman, pem­ban­gu­nan fisik akan kehi­lan­gan arah dan mak­na,” tan­das­nya.

Kepala Dinas PUPR Sulut, Ir. Deicy Paat, ST., M.Si., yang turut hadir men­dampin­gi Wak­il Guber­nur, menam­bahkan bah­wa di balik ker­ja keras pemer­in­tah mem­ban­gun infra­struk­tur, pem­ban­gu­nan rohani harus tetap ber­jalan beriringan.

“Pem­ban­gu­nan fisik memang pent­ing, namun pem­ban­gu­nan rohani jauh lebih men­dasar. Melalui kegiatan seper­ti ini, kita mem­ban­gun hati dan karak­ter. Dari iman yang kuat, akan lahir masyarakat yang tang­guh, bereti­ka, dan penuh kasih,” tutur Deicy Paat.

  Pj Wali Kota Bekasi Ajak ASN Turun ke Lapangan, “Birokrasi Harus Hadir Sebelum Warga Mengeluh

Ia juga berharap agar Sulut Bermaz­mur dap­at men­ja­di agen­da rutin tahu­nan dan men­ja­di inspi­rasi bagi wilayah lain di Indone­sia untuk men­gadakan kegiatan seru­pa. “Sulut dike­nal den­gan keruku­nan dan tol­er­ansinya. Mari kita jaga itu lewat kegiatan rohani yang menum­buhkan keber­samaan dan kasih antaru­mat,” tam­bah­nya.

Sete­lah sambu­tan, acara berlan­jut den­gan peny­er­a­han hadi­ah dan peng­har­gaan kepa­da para peme­nang tur­na­men. Satu per satu nama peme­nang diu­mumkan, dis­am­but tepuk tan­gan hangat dan sorak sukaci­ta jemaat. Wak­il Guber­nur bersama Kadis PUPR meny­er­ahkan trofi, piagam, ser­ta hadi­ah sim­bo­lis kepa­da para peser­ta ter­baik yang dini­lai memi­li­ki peng­hay­atan dan inter­pre­tasi maz­mur pal­ing men­dalam.

Para peser­ta yang mener­i­ma peng­har­gaan tidak hanya datang dari Man­a­do, tetapi juga dari kabu­pat­en dan kota lain­nya. Mere­ka men­gungkap­kan rasa syukur kare­na kegiatan ini mem­beri pen­gala­man spir­i­tu­al yang mem­perkaya iman.

“Saya merasa ter­berkati bisa ikut berpar­tisi­pasi. Mem­ba­ca Maz­mur mem­bu­at saya lebih dekat den­gan Tuhan dan bela­jar bersyukur dalam segala keadaan,” ungkap salah satu peser­ta dari GMIM wilayah Mina­hasa.

Kegiatan Sulut Bermaz­mur dini­lai memi­li­ki dampak posi­tif yang luas, tidak hanya bagi gere­ja, tetapi juga bagi masyarakat umum. Di ten­gah dunia yang semakin indi­vid­u­al­is­tis, kegiatan ini men­ja­di sarana untuk mem­perku­at ikatan sosial dan spir­i­tu­al antar­je­maat ser­ta memupuk tol­er­an­si antaru­mat beraga­ma.

Menu­rut penga­mat sosial keaga­maan yang turut hadir, kegiatan rohani seper­ti ini berkon­tribusi dalam mem­ban­gun moral­i­tas pub­lik.

“Keti­ka pemer­in­tah men­dukung kegiatan berba­sis iman, itu menun­jukkan bah­wa pem­ban­gu­nan spir­i­tu­al men­da­p­at ruang yang setara den­gan pem­ban­gu­nan ekono­mi dan sosial. Ini­lah ciri khas Sulawe­si Utara yang men­jun­jung ting­gi nilai religius dan kemanu­si­aan,” ujar penga­mat terse­but.

  Bea Cukai Kualanamu Sambut Kepulangan Kloter Pertama Jemaah Haji Embarkasi Medan

Dalam penut­up acara, Pdt. Yolan­da Kasen­da kem­bali menyam­paikan pesan rohani kepa­da selu­ruh jemaat dan peser­ta. Ia men­ga­jak umat untuk terus memeli­hara kehidu­pan bermaz­mur — bukan hanya di gere­ja, tetapi juga dalam tin­dakan sehari-hari.

“Seti­ap maz­mur yang kita baca seharus­nya men­ja­di cer­min kehidu­pan kita. Keti­ka kita memu­ji Tuhan, kita juga dipang­gil untuk hidup sal­ing men­gasi­hi dan menebar damai,” ujarnya.

Wak­il Guber­nur Vik­tor Mailangkay juga berpe­san agar kegiatan ini tidak berhen­ti seba­gai agen­da ser­e­mo­ni­al sema­ta. “Mari kita teruskan seman­gat bermaz­mur ini dalam kehidu­pan nya­ta — di rumah, di lingkun­gan ker­ja, dan di ten­gah masyarakat. Den­gan demikian, Sulawe­si Utara akan men­ja­di daer­ah yang tidak hanya maju, tetapi juga beri­man dan berkarak­ter,” katanya menut­up acara den­gan penuh seman­gat.

Acara kemu­di­an diakhiri den­gan doa penut­up dan sesi foto bersama antara pemer­in­tah daer­ah, pani­tia, dan selu­ruh peser­ta. Suasana penuh kegem­bi­raan dan kehangatan terasa di selu­ruh area gere­ja. Lan­tu­nan lagu-lagu pujian men­girin­gi keber­samaan jemaat yang sal­ing bersala­man, menandai akhir kegiatan yang penuh berkat.

Tur­na­men “Sulut Bermaz­mur” tahun 2025 men­ja­di buk­ti bah­wa iman dan per­saudaraan dap­at tum­buh melalui fir­man. Pemer­in­tah dan gere­ja ber­jalan beriringan mem­ban­gun masyarakat yang berakar pada nilai kasih dan moral­i­tas kris­tiani. Lebih dari sekadar lom­ba, kegiatan ini men­ja­di sim­bol peng­hara­pan dan reflek­si spir­i­tu­al di ten­gah dunia mod­ern yang terus berubah.

Den­gan seman­gat bermaz­mur, jemaat GMIM Agape Mal­en­deng dan selu­ruh peser­ta pulang mem­bawa pesan yang sama: bah­wa iman yang dihidupi dan diwu­jud­kan dalam kasih akan menun­tun Sulawe­si Utara men­ja­di tanah yang rukun, sejahtera, dan diberkati.

Penulis: (Zakharia)
Edi­tor: (Tim Redak­si SniperNew.id)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *