Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita DaerahBerita Hukum

Diduga Terorganisir, Aset Negara Raib di Tangan Oknum Dinas PKP

538
×

Diduga Terorganisir, Aset Negara Raib di Tangan Oknum Dinas PKP

Sebarkan artikel ini

Pematangsiantar .snipernew.id

 

Dugaan pen­cu­ri­an aset negara kem­bali men­cu­at di Kota Pematangsiantar. Kali ini, sorotan ter­tu­ju pada Dinas Peruma­han dan Kawasan Per­muki­man (PKP) yang diduga ter­li­bat dalam penghi­lan­gan dan peng­gant­ian secara ile­gal aset negara beru­pa lam­pu pen­eran­gan jalan, kabel jaringan, dan pan­el listrik. Aset-aset terse­but sebelum­nya ter­pasang di sejum­lah titik, seper­ti Jalan Pen­didikan, Kelu­ra­han Sukadame, Keca­matan Siantar Utara, dan kawasan Dolok Beringin, Kelu­ra­han BP Nauli, Keca­matan Siantar Mar­i­hat. Iro­nis­nya, pelaku pen­cu­ri­an ini diduga berasal dari lingkun­gan dinas itu sendiri.

Hasil penelusuran di lapan­gan menun­jukkan bah­wa lam­pu LED pen­eran­gan jalan yang sem­u­la berni­lai antara Rp4 juta hing­ga Rp6 juta per unit telah digan­ti den­gan lam­pu bulat biasa sehar­ga Rp100 ribuan hing­ga Rp150 ribu. Pada­hal, menu­rut war­ga, lam­pu LED terse­but masih menyala saat digan­ti. Tidak hanya itu, dalam pemasan­gan kabel yang sebe­narnya hanya mem­bu­tuhkan sek­i­tar 50 meter, pihak gudang dise­but-sebut men­gelu­arkan hing­ga lebih dari 150 meter. Indikasi pem­borosan hing­ga pengge­la­pan mate­r­i­al ini menim­bulkan kecuri­gaan kuat bah­wa ada upaya sis­tem­a­tis untuk mem­bobol anggaran negara.

  Ketum Grib Jaya H. Hercules Beri Santunan ke Ponpes Baitul Makmur 

Kepala Bidang Kawasan Per­muki­man, Juang Sija­bat, secara menge­jutkan men­gaku tidak dili­batkan sama sekali dalam proyek-proyek terse­but. Dalam wawan­cara den­gan wartawan, Juang menyam­paikan bah­wa ia tidak menge­tahui adanya peng­gant­ian lam­pu maupun dis­tribusi kabel yang tidak wajar. Ia bahkan meny­atakan bah­wa selu­ruh kepu­tu­san dan pelak­sanaan diam­bil alih sepenuh­nya oleh Kepala Dinas PKP, Ris­fani Sarag­ih. “Saya seper­ti diamputasi. Anak buah saya pun tidak ada yang mela­por lagi. Semua lang­sung ke Kadis,” ujar Juang den­gan nada getir.

Hal ini menim­bulkan per­tanyaan serius men­ge­nai integri­tas dan tata kelo­la inter­nal Dinas PKP. Men­ga­pa hanya satu kepala bidang bermar­ga Sihomb­ing yang dili­batkan, pada­hal bukan bidang tugas­nya? Apakah ini bagian dari ske­nario teror­gan­isir untuk meloloskan pen­gadaan mate­r­i­al tidak sesuai spe­si­fikasi demi keun­tun­gan prib­a­di atau kelom­pok? Per­at­u­ran Wali Kota (Per­wa) No. 27 Tahun 2022 ten­tang Tugas Pokok dan Fungsi (Tupok­si), khusus­nya Bab X Pasal 102 poin 1 dan 2 ser­ta Pasal 103, mene­gaskan bah­wa seti­ap kepala bidang bertang­gung jawab atas pelak­sanaan uru­san tek­nis sesuai bidan­gnya dan wajib berko­or­di­nasi dalam pelak­sanaan kegiatan. Pem­bat­asan kewe­nan­gan ini bisa dikat­e­gorikan seba­gai pelang­garan admin­is­tratif dan per­lu dis­e­lidi­ki lebih lan­jut.

  Kebersamaan RT Desa Panran Raya, Harmoni Budaya dan Persatuan Warga Teweh Selatan

War­ga juga menu­turkan bah­wa lam­pu-lam­pu LED yang dilepas masih dalam kon­disi berfungsi. Di kawasan Dolok Beringin, lam­pu pen­eran­gan jalan sem­pat mati sela­ma tiga ming­gu sebelum akhirnya menyala kem­bali. Namun, lam­pu terse­but menyala sela­ma 24 jam penuh tan­pa pen­gatur wak­tu. Hal ini menan­dakan bah­wa pan­el kon­trol yang seharus­nya dipasang bersama lam­pu tidak ada di lokasi. Pan­el ini­lah yang berfungsi men­gatur wak­tu nyala-mati lam­pu, dan keti­adaan­nya mem­perku­at dugaan bah­wa ada pengge­la­pan aset secara ter­struk­tur.

Keti­ka dikon­fir­masi melalui pesan What­sApp, Kepala Dinas PKP Ris­fani Sarag­ih tidak mem­berikan pen­je­lasan sub­stan­tif. Ia hanya mem­balas singkat, “Itu tidak benar. Silahkan kenali kabid itu dan track rekordnya…tks.” Respons ini diang­gap tidak men­jawab sub­stan­si tuduhan ser­ta terke­san menghin­dari tang­gung jawab seba­gai pimp­inan tert­ing­gi di dinas terse­but. Semen­tara itu, peja­bat tek­nis lain juga eng­gan mem­berikan pen­je­lasan dan memil­ih bungkam saat dim­intai keteran­gan.

  Siring Betik Dipantau, Warga Waspadai Derasnya Arus Sungai

Ket­ua DPP KOMPI B, Hen­der­son Silalahi, menyam­paikan kepri­hati­nan men­dalam ter­hadap kek­isruhan ini. Ia menye­but keti­dakhar­mon­isan dan tumpang tindih kewe­nan­gan di Dinas PKP seba­gai cer­min buruknya man­a­je­men birokrasi di Kota Pematangsiantar. “DPRD harus segera memang­gil semua pihak dalam Rap­at Den­gar Pen­da­p­at (RDP). Inspek­torat dan aparat pene­gak hukum juga wajib turun tan­gan untuk menye­lidi­ki dugaan korup­si ini. Ini bukan sekadar masalah inter­nal, tapi menyangkut keru­gian negara dan hak masyarakat,” tegas­nya.

Kasus ini men­ja­di peringatan serius bagi Pemer­in­tah Kota Pematangsiantar. Dugaan pen­cu­ri­an dan manip­u­lasi aset negara dalam lingkup instan­si res­mi menced­erai keper­cayaan pub­lik. Transparan­si dan pene­gakan hukum harus segera dit­er­ap­kan untuk menelusuri kebe­naran dan mem­beri sanksi kepa­da pihak-pihak yang ter­buk­ti ter­li­bat. Masyarakat berhak men­da­p­atkan pelayanan pub­lik yang bersih dan pro­fe­sion­al, bukan per­mainan anggaran yang mem­ba­hayakan kepentin­gan bersama. Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *