Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

DIDUGA TAK TRANSPARAN, BAWASLU PASAMAN DIPERTANYAKAN TERKAIT PENGGUNAAN ANGGARAN PILKADA 2024–2025

1292
×

DIDUGA TAK TRANSPARAN, BAWASLU PASAMAN DIPERTANYAKAN TERKAIT PENGGUNAAN ANGGARAN PILKADA 2024–2025

Sebarkan artikel ini

Pasaman, SniperNews.id – 30 April 2025, Ket­ua Umum LSM P2NAPAS (Perkumpu­lan Pemu­da Nusan­tara Pas Aman), Ahmad Husein Batu Bara, mem­per­tanyakan transparan­si Badan Pen­gawas Pemilu (Bawaslu) Kabu­pat­en Pasaman terkait peng­gu­naan anggaran Pilka­da dan Pemu­ng­utan Suara Ulang (PSU) tahun anggaran 2024–2025.

  Farel, Santri Darul Yamani Raih Peringkat 1 Nasional Seleksi Universitas Imam Syafii

Melalui surat per­mintaan infor­masi pub­lik yang telah dikir­im secara dar­ing ke Bawaslu Pasaman, Ahmad Husein mene­gaskan pent­ingnya keter­bukaan infor­masi anggaran kare­na dana terse­but bersum­ber dari uang negara.

“Bawaslu harus transparan kepa­da pub­lik kare­na anggaran terse­but meru­pakan uang negara,” tegas Husein. Ia menye­but, per­mintaan infor­masi terse­but juga bertu­juan untuk edukasi dan kon­trol sosial masyarakat.

  Mobil Besar Lalu Lalang Saat Jam Sekolah di Teluk Kuantan, Warga Minta Dishub Turun Tangan

Semen­tara itu, Ket­ua Bawaslu Pasaman, Rini Jui­ta, saat dikon­fir­masi media meny­atakan pihaknya telah mere­spons surat dari LSM dan men­gir­imkan lapo­ran peng­gu­naan anggaran kepa­da P2NAPAS. “Walaikum­salam, sudah kami balas,” ujarnya dalam pesan singkat What­sApp pada 29 April.

  Aksi Nyata Warga Panca Bakti: Gotong Royong Digital di Era Jalan Cerdas

Namun, sejum­lah masyarakat tetap mer­agukan keter­bukaan terse­but. Salah seo­rang war­ga Lubuk Sikap­ing, inisial “S”, menye­but lapo­ran yang diberikan hanya beru­pa pagu anggaran umum tan­pa rin­cian seper­ti hon­or pen­gawas dan biaya kegiatan. “Wajar kami men­duga Bawaslu tidak transparan,” ujarnya.

Ia juga mende­sak aparat pene­gak hukum dan inspek­torat untuk men­gusut tun­tas dugaan terse­but agar pub­lik men­da­p­at keje­lasan.

Lapo­ran: Ade Putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *