Berita Daerah

Diduga Langgar Etik, Anggota DPRD PKS Dilaporkan ke BKD

480
×

Diduga Langgar Etik, Anggota DPRD PKS Dilaporkan ke BKD

Sebarkan artikel ini

Panyabun­gan, SniperNew.id — Selasa 29 Juli 2025, Seo­rang anggota DPRD Mandail­ing Natal dari Frak­si PKS, Ahmad Yusuf, dila­porkan ke Badan Kehor­matan Dewan (BKD) atas dugaan pelang­garan kode etik. Lapo­ran terse­but dia­jukan oleh Alian­si Masyarakat Mandail­ing Natal Meng­gu­gat, menyusul tin­dakan Ahmad Yusuf yang dini­lai tidak pan­tas saat men­dampin­gi Kepala Desa Sim­pang Koje dalam pemerik­saan oleh Inspek­torat.

  Diplomasi di Qasr Al Bahr

Dalam lapo­ran ter­tulis yang juga dis­am­paikan kepa­da Ket­ua Frak­si PKS dan Ket­ua DPC PKS Mandail­ing Natal, Ahmad Yusuf dise­but datang lang­sung ke kan­tor Inspek­torat men­ge­nakan atribut res­mi seba­gai anggota dewan, ter­ma­suk pin DPRD, saat pemerik­saan ter­hadap Kepala Desa Sim­pang Koje sedang berlang­sung. Ia juga diduga melakukan inter­ven­si ter­hadap jalan­nya pemerik­saan terse­but.

Alian­si masyarakat menge­cam keras tin­dakan terse­but kare­na diang­gap men­coreng nama baik DPRD dan melang­gar keten­tu­an eti­ka seba­gaimana ter­can­tum dalam Pasal 2 Per­at­u­ran DPR RI Nomor 1 Tahun 2015 ten­tang Kode Etik.

  Sekretariat DPRD Pringsewu Bungkam Saat Dikonfirmasi Anggaran 2025, Ada Apa di Balik Ratusan Juta Rupiah?

“Kami mende­sak BKD segera memang­gil dan memerik­sa Ahmad Yusuf secara objek­tif dan transparan. Tin­dakan ini tidak mencer­minkan integri­tas seo­rang wak­il raky­at,” tegas per­wak­i­lan Alian­si dalam surat­nya.

Ket­ua Ger­akan Maha­siswa Mad­i­na Meng­gu­gat (GM3), Dedi Alian­syah, meni­lai tin­dakan Ahmad Yusuf seba­gai ben­tuk penyalah­gu­naan wewe­nang.

“Anggota dewan seharus­nya men­ja­di con­toh, bukan malah men­cam­puri pros­es pemerik­saan hukum. Ini adalah pelang­garan eti­ka yang nya­ta,” ujarnya.

Sena­da den­gan itu, Ket­ua Ger­akan Maha­siswa Pemu­da Pan­tai Barat (Gem­pi­ta), Rifwan Efen­di, juga mengkri­tik keras sikap Ahmad Yusuf.

“Terang-teran­gan berpi­hak saat pros­es pemerik­saan sedang ber­jalan, itu merusak keper­cayaan pub­lik. Jan­gan sam­pai masyarakat merasa hukum bisa diin­ter­ven­si,” katanya.

  Safari Ramadan Kapolda Sumsel di Ogan Ilir: Pererat Silaturahmi, Sinergi Polisi dan Pemerintah Daerah

Dari pihak Ger­akan Pemu­da Maha­siswa (GPM) Sim­pang Sor­dang, Rizal Bakri turut mende­sak agar DPRD mengam­bil tin­dakan tegas.

“Lem­ba­ga dewan harus men­ja­ga mar­wah­nya. Satu oknum tidak boleh men­coreng insti­tusi. Kami minta pros­es ini dibu­ka secara transparan agar masyarakat tahu sia­pa yang benar-benar layak duduk di par­lemen,” tan­das­nya.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak Ahmad Yusuf maupun Frak­si PKS belum mem­berikan keteran­gan res­mi terkait lapo­ran terse­but. Pub­lik kini menan­tikan langkah tegas DPRD untuk mene­gakkan integri­tas dan kode etik lem­ba­ga.
(Rilis)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *