Mataram, SniperNew.id – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) kembali terjadi di wilayah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB). Kali ini, peristiwa tersebut berlangsung di salah satu rumah kos yang berada di kawasan Pagesangan, Kota Mataram, pada Sabtu (20/9/2025) dini hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari unggahan warga di media sosial, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 04.29 WITA. Dalam rekaman kamera pengawas (CCTV) terlihat seorang pelaku dengan cepat melancarkan aksinya dan berhasil membawa kabur satu unit sepeda motor milik penghuni kos.
Pada saat kejadian, kondisi lingkungan sekitar rumah kos tampak cukup lengang. Situasi dini hari dengan aktivitas warga yang minim diduga dimanfaatkan pelaku untuk melakukan pencurian. Dari tayangan CCTV yang dibagikan, terlihat pelaku masuk ke area parkir kos-kosan, kemudian dengan sigap mendekati kendaraan target.
Dalam waktu relatif singkat, pelaku berhasil menguasai sepeda motor tersebut dan langsung membawanya kabur. Aksi ini memperlihatkan bahwa pelaku diduga sudah berpengalaman dalam melakukan pencurian kendaraan bermotor, mengingat kecepatan serta kelancaran tindakannya.
Warga setempat yang mengetahui kejadian tersebut segera melaporkan insiden itu melalui media sosial dan jaringan komunitas keamanan lingkungan. Laporan warga itu kemudian beredar luas, salah satunya melalui akun informasi daerah yang menuliskan bahwa pencurian tersebut patut menjadi peringatan bagi masyarakat, khususnya penghuni kos-kosan.
“Warga setempat diimbau untuk lebih waspada dan meningkatkan keamanan lingkungan, khususnya di area kos-kosan yang rawan menjadi sasaran pencurian,” tulis akun informasi tersebut dalam unggahannya.
Imbauan itu juga menegaskan pentingnya kerja sama antarwarga, terutama dalam lingkungan padat penduduk dengan mobilitas penghuni yang tinggi. Kos-kosan sering kali menjadi titik rawan kejahatan lantaran minimnya pengawasan serta lemahnya sistem keamanan.
Identitas korban hingga berita ini diturunkan belum dipublikasikan secara resmi. Namun, diketahui bahwa korban adalah salah satu penghuni kos di wilayah Pagesangan. Sementara itu, identitas pelaku juga belum jelas karena aksi terekam kamera CCTV hanya memperlihatkan gerak-gerik dan sebagian penampilan fisik pelaku tanpa detail yang mudah dikenali.
Masyarakat berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini dan melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan bukti rekaman CCTV serta keterangan saksi di sekitar lokasi kejadian.
Menurut sejumlah catatan kriminalitas, rumah kos memang kerap menjadi target empuk para pelaku curanmor. Ada beberapa alasan utama:
Tidak semua kos dilengkapi dengan sistem keamanan yang memadai, seperti portal, satpam, atau CCTV di area parkir.
Penghuni kos biasanya mahasiswa atau pekerja dengan mobilitas tinggi, sehingga kendaraan sering terparkir tanpa pengawasan.
Berbeda dengan pemukiman warga tetap, penghuni kos biasanya tidak saling mengenal dengan baik sehingga sulit mengenali orang asing yang masuk.
Beberapa rumah kos memiliki pagar atau pintu gerbang yang mudah diakses sehingga memudahkan pelaku keluar-masuk tanpa menimbulkan kecurigaan.
Kejadian pencurian sepeda motor di Pagesangan ini tidak hanya merugikan korban secara materi, tetapi juga menimbulkan keresahan di kalangan warga. Penghuni kos, khususnya, menjadi was-was terhadap keamanan kendaraan dan barang pribadi mereka.
Selain itu, kejadian ini dapat menurunkan rasa aman di lingkungan masyarakat. Tidak sedikit warga yang kemudian menjadi lebih berhati-hati bahkan takut untuk meninggalkan kendaraan mereka di tempat parkir umum atau kos tanpa pengawasan.
Menyikapi kasus ini, warga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dengan beberapa langkah berikut:
Menggunakan kunci ganda atau gembok tambahan pada ban motor agar tidak mudah dibawa kabur.
Pemilik kos disarankan memasang kamera pengawas di area parkir dan pintu masuk untuk meminimalkan risiko.
Kerja sama antarwarga atau satpam lingkungan untuk melakukan patroli malam dapat mengurangi peluang pelaku.
Kos-kosan perlu menerapkan sistem keluar-masuk yang lebih ketat, misalnya dengan kunci gerbang khusus penghuni.
Pengelola kos dapat mengadakan pertemuan rutin bersama penghuni untuk mengingatkan pentingnya menjaga keamanan bersama.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kejadian pencurian ini. Namun, biasanya kasus seperti ini akan ditindaklanjuti dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa rekaman CCTV, serta meminta keterangan dari penghuni kos dan saksi sekitar.
Kepolisian juga diharapkan meningkatkan patroli di daerah rawan, terutama di kawasan kos-kosan mahasiswa dan pekerja, yang sering kali menjadi sasaran utama pencurian kendaraan bermotor.
Kota Mataram sebagai ibu kota provinsi NTB memang tidak terlepas dari permasalahan kriminalitas, salah satunya pencurian kendaraan bermotor. Data dari kepolisian setempat sebelumnya menunjukkan bahwa curanmor termasuk tindak pidana dengan tingkat kasus yang cukup tinggi setiap tahunnya.
Beberapa kasus berhasil diungkap dengan cepat, namun sebagian lainnya masih menyisakan keresahan karena pelaku tidak kunjung tertangkap. Hal ini menjadi tantangan besar bagi aparat keamanan untuk terus meningkatkan upaya pencegahan dan penindakan.
Kasus pencurian di Pagesangan ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya peran aktif warga dalam menjaga keamanan lingkungan. Tidak cukup hanya mengandalkan aparat, warga perlu ikut terlibat melalui sistem ronda, poskamling, atau sekadar saling mengingatkan satu sama lain.
Harapannya, dengan sinergi antara aparat, pengelola kos, dan penghuni, potensi tindak kriminal seperti curanmor dapat ditekan semaksimal mungkin.
Aksi curanmor di kos-kosan wilayah Pagesangan, Kota Mataram, pada Sabtu dini hari (20/9/2025) yang terekam CCTV menjadi alarm bagi seluruh masyarakat untuk lebih meningkatkan kewaspadaan. Peristiwa ini bukan hanya merugikan korban secara pribadi, tetapi juga berdampak pada rasa aman warga sekitar.
Masyarakat diimbau untuk tidak menyepelekan langkah-langkah kecil dalam menjaga keamanan, mulai dari kunci ganda hingga partisipasi aktif dalam keamanan lingkungan. Aparat kepolisian pun diharapkan bergerak cepat untuk mengusut kasus ini agar pelaku segera tertangkap dan tidak ada lagi korban berikutnya.
Catatan Redaksi: Berita ini disusun berdasarkan laporan warga dan unggahan informasi publik. Detail resmi mengenai korban maupun pelaku masih menunggu keterangan lebih lanjut dari pihak kepolisian.(red)













