Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Curanmor di Kos-Kosan Pagesangan Terekam CCTV

559
×

Curanmor di Kos-Kosan Pagesangan Terekam CCTV

Sebarkan artikel ini

Mataram, SniperNew.id – Aksi pen­cu­ri­an kendaraan bermo­tor (curan­mor) kem­bali ter­ja­di di wilayah Kota Mataram, Nusa Teng­gara Barat (NTB). Kali ini, peri­s­ti­wa terse­but berlang­sung di salah satu rumah kos yang bera­da di kawasan Page­san­gan, Kota Mataram, pada Sab­tu (20/9/2025) dini hari.

Berdasarkan infor­masi yang dihim­pun dari ung­ga­han war­ga di media sosial, keja­di­an itu berlang­sung sek­i­tar pukul 04.29 WITA. Dalam reka­man kam­era pen­gawas (CCTV) ter­li­hat seo­rang pelaku den­gan cepat melan­car­kan aksinya dan berhasil mem­bawa kabur satu unit sepe­da motor milik penghu­ni kos.

Pada saat keja­di­an, kon­disi lingkun­gan sek­i­tar rumah kos tam­pak cukup lengang. Situ­asi dini hari den­gan aktiv­i­tas war­ga yang min­im diduga diman­faatkan pelaku untuk melakukan pen­cu­ri­an. Dari tayan­gan CCTV yang dibagikan, ter­li­hat pelaku masuk ke area parkir kos-kosan, kemu­di­an den­gan sigap mendekati kendaraan tar­get.

Dalam wak­tu relatif singkat, pelaku berhasil men­gua­sai sepe­da motor terse­but dan lang­sung mem­bawanya kabur. Aksi ini mem­per­li­hatkan bah­wa pelaku diduga sudah berpen­gala­man dalam melakukan pen­cu­ri­an kendaraan bermo­tor, mengin­gat kecepatan ser­ta kelan­car­an tin­dakan­nya.

War­ga setem­pat yang menge­tahui keja­di­an terse­but segera mela­porkan insi­d­en itu melalui media sosial dan jaringan komu­ni­tas kea­manan lingkun­gan. Lapo­ran war­ga itu kemu­di­an beredar luas, salah sat­un­ya melalui akun infor­masi daer­ah yang menuliskan bah­wa pen­cu­ri­an terse­but patut men­ja­di peringatan bagi masyarakat, khusus­nya penghu­ni kos-kosan.

  Banjir Bandang Guci Tegal Picu Perdebatan Publik di Media Sosial

“War­ga setem­pat diim­bau untuk lebih was­pa­da dan meningkatkan kea­manan lingkun­gan, khusus­nya di area kos-kosan yang rawan men­ja­di sasaran pen­cu­ri­an,” tulis akun infor­masi terse­but dalam ung­ga­han­nya.

Imbauan itu juga mene­gaskan pent­ingnya ker­ja sama antar­war­ga, teruta­ma dalam lingkun­gan padat pen­duduk den­gan mobil­i­tas penghu­ni yang ting­gi. Kos-kosan ser­ing kali men­ja­di titik rawan keja­hatan lan­taran min­im­nya pen­gawasan ser­ta lemah­nya sis­tem kea­manan.

Iden­ti­tas kor­ban hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an belum dipub­likasikan secara res­mi. Namun, dike­tahui bah­wa kor­ban adalah salah satu penghu­ni kos di wilayah Page­san­gan. Semen­tara itu, iden­ti­tas pelaku juga belum jelas kare­na aksi terekam kam­era CCTV hanya mem­per­li­hatkan ger­ak-gerik dan seba­gian penampi­lan fisik pelaku tan­pa detail yang mudah dike­nali.

Masyarakat berharap pihak kepolisian segera menin­dak­lan­ju­ti lapo­ran ini dan melakukan penye­lidikan den­gan mengumpulkan buk­ti reka­man CCTV ser­ta keteran­gan sak­si di sek­i­tar lokasi keja­di­an.

Menu­rut sejum­lah catatan krim­i­nal­i­tas, rumah kos memang ker­ap men­ja­di tar­get empuk para pelaku curan­mor. Ada beber­a­pa alasan uta­ma:

Tidak semua kos dilengkapi den­gan sis­tem kea­manan yang memadai, seper­ti por­tal, sat­pam, atau CCTV di area parkir.

Penghu­ni kos biasanya maha­siswa atau peker­ja den­gan mobil­i­tas ting­gi, sehing­ga kendaraan ser­ing ter­parkir tan­pa pen­gawasan.

Berbe­da den­gan pemuki­man war­ga tetap, penghu­ni kos biasanya tidak sal­ing men­ge­nal den­gan baik sehing­ga sulit men­ge­nali orang asing yang masuk.

Beber­a­pa rumah kos memi­li­ki pagar atau pin­tu ger­bang yang mudah diak­ses sehing­ga memu­dahkan pelaku kelu­ar-masuk tan­pa menim­bulkan kecuri­gaan.

  Ratusan Warga Terisolasi Berjalan Puluhan Kilometer Akibat Longsor di Jalur Sipirok–Batu Jomba

Keja­di­an pen­cu­ri­an sepe­da motor di Page­san­gan ini tidak hanya merugikan kor­ban secara materi, tetapi juga menim­bulkan kere­sa­han di kalan­gan war­ga. Penghu­ni kos, khusus­nya, men­ja­di was-was ter­hadap kea­manan kendaraan dan barang prib­a­di mere­ka.

Selain itu, keja­di­an ini dap­at menu­runk­an rasa aman di lingkun­gan masyarakat. Tidak sedik­it war­ga yang kemu­di­an men­ja­di lebih berhati-hati bahkan takut untuk mening­galkan kendaraan mere­ka di tem­pat parkir umum atau kos tan­pa pen­gawasan.

Menyikapi kasus ini, war­ga diim­bau untuk meningkatkan kewas­padaan den­gan beber­a­pa langkah berikut:

Meng­gu­nakan kun­ci gan­da atau gem­bok tam­ba­han pada ban motor agar tidak mudah dibawa kabur.

Pemi­lik kos dis­arankan memasang kam­era pen­gawas di area parkir dan pin­tu masuk untuk mem­i­ni­malkan risiko.

Ker­ja sama antar­war­ga atau sat­pam lingkun­gan untuk melakukan patroli malam dap­at men­gu­ran­gi pelu­ang pelaku.

Kos-kosan per­lu men­er­ap­kan sis­tem kelu­ar-masuk yang lebih ketat, mis­al­nya den­gan kun­ci ger­bang khusus penghu­ni.

Pen­gelo­la kos dap­at men­gadakan perte­muan rutin bersama penghu­ni untuk mengin­gatkan pent­ingnya men­ja­ga kea­manan bersama.

Hing­ga beri­ta ini dit­ulis, belum ada keteran­gan res­mi dari pihak kepolisian terkait keja­di­an pen­cu­ri­an ini. Namun, biasanya kasus seper­ti ini akan ditin­dak­lan­ju­ti den­gan melakukan olah tem­pat keja­di­an perkara (TKP), memerik­sa reka­man CCTV, ser­ta mem­inta keteran­gan dari penghu­ni kos dan sak­si sek­i­tar.

Kepolisian juga dihara­p­kan meningkatkan patroli di daer­ah rawan, teruta­ma di kawasan kos-kosan maha­siswa dan peker­ja, yang ser­ing kali men­ja­di sasaran uta­ma pen­cu­ri­an kendaraan bermo­tor.

Kota Mataram seba­gai ibu kota provin­si NTB memang tidak ter­lepas dari per­masala­han krim­i­nal­i­tas, salah sat­un­ya pen­cu­ri­an kendaraan bermo­tor. Data dari kepolisian setem­pat sebelum­nya menun­jukkan bah­wa curan­mor ter­ma­suk tin­dak pidana den­gan tingkat kasus yang cukup ting­gi seti­ap tahun­nya.

  Dikabarkan! Debit Sungai Naik, Jembatan Aek Puli Terancam Putus

Beber­a­pa kasus berhasil diungkap den­gan cepat, namun seba­gian lain­nya masih meny­isakan kere­sa­han kare­na pelaku tidak kun­jung ter­tangkap. Hal ini men­ja­di tan­ta­n­gan besar bagi aparat kea­manan untuk terus meningkatkan upaya pence­ga­han dan penin­dakan.

Kasus pen­cu­ri­an di Page­san­gan ini kem­bali mengin­gatkan masyarakat akan pent­ingnya per­an aktif war­ga dalam men­ja­ga kea­manan lingkun­gan. Tidak cukup hanya men­gan­dalkan aparat, war­ga per­lu ikut ter­li­bat melalui sis­tem ron­da, poskam­ling, atau sekadar sal­ing mengin­gatkan satu sama lain.

Hara­pan­nya, den­gan sin­er­gi antara aparat, pen­gelo­la kos, dan penghu­ni, poten­si tin­dak krim­i­nal seper­ti curan­mor dap­at ditekan semak­si­mal mungkin.

Aksi curan­mor di kos-kosan wilayah Page­san­gan, Kota Mataram, pada Sab­tu dini hari (20/9/2025) yang terekam CCTV men­ja­di alarm bagi selu­ruh masyarakat untuk lebih meningkatkan kewas­padaan. Peri­s­ti­wa ini bukan hanya merugikan kor­ban secara prib­a­di, tetapi juga berdampak pada rasa aman war­ga sek­i­tar.

Masyarakat diim­bau untuk tidak menye­pelekan langkah-langkah kecil dalam men­ja­ga kea­manan, mulai dari kun­ci gan­da hing­ga par­tisi­pasi aktif dalam kea­manan lingkun­gan. Aparat kepolisian pun dihara­p­kan berg­er­ak cepat untuk men­gusut kasus ini agar pelaku segera ter­tangkap dan tidak ada lagi kor­ban berikut­nya.

Catatan Redak­si: Beri­ta ini dis­usun berdasarkan lapo­ran war­ga dan ung­ga­han infor­masi pub­lik. Detail res­mi men­ge­nai kor­ban maupun pelaku masih menung­gu keteran­gan lebih lan­jut dari pihak kepolisian.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *