Blitar, SniperNew.id — Beternak ayam kampung kini semakin diminati masyarakat sebagai salah satu peluang usaha yang menjanjikan. Dengan metode yang baik dan benar, peternakan ayam kampung terbukti mampu memberikan keuntungan besar dan menjadi sumber penghasilan utama, Minggu 01 Juni 2025.
Banyak peternak pemula hingga profesional kini mulai beralih ke peternakan ayam kampung. Daya tahan tubuh ayam kampung yang lebih kuat dibanding ayam ras serta permintaan pasar yang terus meningkat menjadi alasan utama bisnis ini berkembang pesat. Produk ayam kampung, baik berupa daging maupun telur, semakin diminati karena dinilai lebih sehat dan alami.
Para peternak lokal di berbagai daerah seperti Blitar, Magelang, dan Lombok kini mulai menerapkan sistem beternak ayam kampung yang terintegrasi. Salah satu contoh sukses adalah Bapak Samsuri (45), peternak asal Blitar, yang dalam waktu dua tahun berhasil mengembangkan peternakannya dari 50 ekor menjadi 1.500 ekor ayam kampung.
Di mana kegiatan ini dilakukan?
Peternakan ayam kampung dapat dilakukan di berbagai wilayah, baik pedesaan maupun pinggiran kota, asalkan tersedia lahan yang cukup, sumber air, dan sanitasi yang baik. Kawasan pedesaan seperti di Blitar, Jawa Timur, sangat potensial karena lingkungan yang masih alami dan jauh dari polusi.
Tren beternak ayam kampung mulai meningkat tajam sejak 2020, terutama saat pandemi COVID-19. Banyak masyarakat beralih ke sektor agribisnis, dan ayam kampung menjadi pilihan karena modal awal yang relatif rendah dan siklus panen yang lebih cepat.

Beternak ayam kampung secara asal-asalan berisiko menimbulkan kerugian besar, seperti tingginya angka kematian, lambatnya pertumbuhan, hingga serangan penyakit. Dengan sistem pemeliharaan yang tepat — mulai dari pemilihan bibit unggul, manajemen pakan, kebersihan kandang, hingga vaksinasi rutin—produktivitas dapat ditingkatkan dan risiko kerugian bisa ditekan seminimal mungkin.
Langkah-langkah beternak ayam kampung yang baik dan benar meliputi:
1. Pemilihan Bibit: Pilih bibit ayam kampung unggulan yang sehat dan aktif.
2. Kandang yang Layak: Kandang harus memiliki ventilasi baik, cukup cahaya, dan mudah dibersihkan.
3. Pakan Berkualitas: Kombinasikan pakan alami seperti dedak, jagung giling, dan hijauan dengan konsentrat.
4. Perawatan dan Kesehatan: Lakukan vaksinasi sesuai jadwal dan pastikan ayam mendapatkan air bersih.
5. Manajemen Usaha: Catat semua pengeluaran dan pemasukan untuk memantau keuntungan usaha.
Dengan menerapkan langkah-langkah tersebut, para peternak diharapkan bisa meraih kesuksesan jangka panjang dan menciptakan usaha yang berkelanjutan.
(Berbagai sumber)













