Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Investigasi

Baru Seumur Jagung, Aspal Jalan Bedug–Grobog Kulon Rp542 Juta Sudah Retak, DPUPR Kabupaten Tegal Disorot

364
×

Baru Seumur Jagung, Aspal Jalan Bedug–Grobog Kulon Rp542 Juta Sudah Retak, DPUPR Kabupaten Tegal Disorot

Sebarkan artikel ini

TEGAL, SNIPERNEW.id  – Kual­i­tas pem­ban­gu­nan infra­struk­tur jalan di Kabu­pat­en Tegal kem­bali men­u­ai sorotan tajam. Proyek pen­gas­palan ruas jalan Bedug–Grobog Kulon yang menelan anggaran Rp542 juta lebih dari APBD Kabu­pat­en Tegal Tahun Anggaran 2025, diduga dik­er­jakan tidak sesuai stan­dar mutu. Pasal­nya, jalan yang baru sele­sai diban­gun pada akhir 2025 terse­but kini sudah menun­jukkan kerusakan dini di berba­gai titik.

Berdasarkan pan­tauan di lapan­gan pada Senin, 2 Feb­ru­ari 2026, kon­disi aspal ter­li­hat mem­pri­hatinkan. Pada­hal, jalan terse­but baru difungsikan sek­i­tar dua bulan sejak diny­atakan ram­pung.

  Tegas dan Proporsional: Pengawasan Dana BOS Dipertanyakan, Kinerja Kacabdin Pringsewu Perlu Dievaluasi

Retakan meman­jang tam­pak jelas di sisi dan badan jalan, bahkan di beber­a­pa titik mulai men­gelu­pas, memu­nculkan kekhawati­ran masyarakat akan daya tahan kon­struk­si ke depan.

Men­gacu pada papan infor­masi proyek, peker­jaan pen­gas­palan ini bera­da di bawah pen­gelo­laan Dinas Peker­jaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabu­pat­en Tegal den­gan nilai kon­trak sebe­sar Rp542.274.422,-. Proyek terse­but dik­er­jakan oleh CV. “SM” den­gan masa pelak­sanaan 60 hari kalen­der, dim­u­lai pada 3 Okto­ber 2025 dan diny­atakan sele­sai pada 1 Desem­ber 2025.

Namun fak­ta di lapan­gan jus­tru berband­ing ter­ba­lik den­gan hara­pan pub­lik. Kon­disi aspal yang sudah retak dalam wak­tu singkat menim­bulkan per­tanyaan serius terkait kual­i­tas mate­r­i­al, metode penger­jaan, ser­ta pen­gawasan tek­nis sela­ma proyek berlang­sung.

Aktivis pemer­hati kebi­jakan pemer­in­tah dan pem­ban­gu­nan, Nawang Elin, angkat bicara menang­gapi per­soalan terse­but. Ia meni­lai kerusakan dini ini meru­pakan sinyal kuat lemah­nya pen­gawasan dan ren­dah­nya komit­men pelak­sana proyek ter­hadap kual­i­tas peker­jaan.

  Sekretariat DPRD Pringsewu Bungkam Saat Dikonfirmasi Anggaran 2025, Ada Apa di Balik Ratusan Juta Rupiah?

“Bagaimana masyarakat bisa sejahtera dan ekono­mi meningkat jika infra­struk­tur jalan diban­gun den­gan kual­i­tas buruk? Ini jelas pem­borosan. Uang raky­at yang seharus­nya mem­beri man­faat jang­ka pan­jang jus­tru ter­buang sia-sia,” tegas Nawang.

Menu­rut­nya, proyek infra­struk­tur jalan bukan sekadar soal ser­e­mo­ni­al pem­ban­gu­nan, tetapi menyangkut hak masyarakat atas fasil­i­tas pub­lik yang layak dan aman. Ia meni­lai kon­disi jalan Bedug–Grobog Kulon tidak seband­ing den­gan nilai anggaran yang telah digelon­torkan.

Nawang juga mende­sak agar DPUPR Kabu­pat­en Tegal tidak ting­gal diam dan segera melakukan eval­u­asi menyelu­ruh ter­hadap peker­jaan terse­but. Ia mem­inta Inspek­torat Daer­ah turun lang­sung ke lapan­gan untuk melakukan pemerik­saan tek­nis, ter­ma­suk menge­cek spe­si­fikasi aspal, kete­bal­an lapisan, hing­ga kesesua­ian peker­jaan den­gan kon­trak.

“Masih ada masa pemeli­haraan. Kon­trak­tor wajib bertang­gung jawab. Jan­gan sam­pai proyek dib­iarkan rusak tan­pa per­baikan, semen­tara uang raky­at sudah habis diba­yarkan,” tam­bah­nya.

  Tegas dan Proporsional: Pengawasan Dana BOS Dipertanyakan, Kinerja Kacabdin Pringsewu Perlu Dievaluasi

Kerusakan dini pada proyek jalan ini dini­lai berpoten­si merugikan masyarakat dalam jang­ka pan­jang, teruta­ma peng­gu­na jalan yang seti­ap hari melin­tas.

Selain mem­ba­hayakan kese­la­matan, jalan rusak juga berdampak lang­sung pada aktiv­i­tas ekono­mi war­ga sek­i­tar.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, pihak DPUPR Kabu­pat­en Tegal maupun CV. SM selaku kon­trak­tor pelak­sana belum mem­berikan keteran­gan res­mi terkait dugaan kerusakan dini terse­but. Upaya kon­fir­masi masih terus dilakukan guna mem­per­oleh pen­je­lasan berim­bang sesuai prin­sip jur­nal­is­tik.

Kasus ini menam­bah daf­tar pan­jang sorotan pub­lik ter­hadap proyek-proyek infra­struk­tur yang dini­lai tidak seband­ing antara anggaran dan hasil peker­jaan.

Masyarakat berharap pemer­in­tah daer­ah lebih serius dalam melakukan pen­gawasan dan tidak ragu mem­berikan sanksi tegas kepa­da kon­trak­tor yang lalai, demi men­ja­ga keper­cayaan pub­lik dan memas­tikan seti­ap rupi­ah uang raky­at benar-benar digu­nakan untuk kepentin­gan bersama.

Penulis (Muji).

Edi­tor: (Iskan­dar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *