Berita Investigasi

Banyak Proyek Siluman Berkeliaran di Daerah Ketapang, Jalan Rabat Beton Baru Dibangun Sudah Rusak

920
×

Banyak Proyek Siluman Berkeliaran di Daerah Ketapang, Jalan Rabat Beton Baru Dibangun Sudah Rusak

Sebarkan artikel ini

Ketapang, SniperNew.id – Kegiatan rambat beton di Desa Sungai Awan Kiri, Kecamatan Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat yang baru saja selesai dibangun sudah rusak, Minggu (22/12/2024).

Berdasarkan hasil investigasi anggota bidang tim investigasi DPC LAKI ANTTI KORUPSI INDONESIA Ketapang dilokasi
salah kegiatan pembangunan jalan rabat beton milik dinas Pariwisata dan Kebudayaan daerah Ketapang sudah rusak.

  DPC LAKI Ketapang Pertanyakan Kegiatan Renovasi Terminal Bandar Rahadi Oesman Ketapang Kalbar

“Kegiatan barusaja selesai dibangun namun sekarang sudah terlihat retak-retak pada beberapa bagian badan jalan rabat beton tersebut, hal itu diduga sarat korupsu,” ungkap anggota tim investigasi Laki.

“Hal itu menjadi sorotan serius bagi masyarajan, sebelumnya kami mendapat kan laporan masyarakat disekitar pembangunan jalan rabat beton, setelah kita kelokasi maka itu memang benar adanya.”

  Diduga Mangkrak, Kepsek SMKN 2 Payak Kumang: Bukan Bangunan Sekolah, ini Milik D Anggota DPRD

“Memang hasil pembangunan jalan rabat beton yang dilaksanakan instansi tersebut yang melakui rekanan kini sudah pada menggambarkan sebuah hasil yang bobrok,”

“Menurut laporan warga setempat bahwa itu cukup besar anggaran pagunya sebesar kurang lebih 400 juta,” kata anggota tim investigasi LAKI.

  Ratusan Anggaran Pembangunan Infrastruktur Sosial Ekonomi Daerah Ketapang Diduga "Dikorupsi"

“Selain itu, warga masyarakat juga bingung, dari mana anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan tersebut, karena dilokasi tidak ada papan informasi kegiatannya, hal itu sangat tidak transparan dan keras dugaan praktek korupsi,” tandas Anggota tim investigasi DPC LAKI kepada awak media ini.

Penulis: (Jumadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *