Jakarta, SniperNew.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui unggahan akun resmi @kesdm di media sosial Threads, pada Jumat (15/8/2025), menyampaikan bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan percepatan pelaksanaan Program Listrik Desa (Lisdes) sebagai kebijakan strategis pemerintah. Program ini ditekankan sebagai langkah nyata untuk menghadirkan keadilan energi bagi seluruh masyarakat Indonesia, terutama di desa dan dusun yang hingga kini belum terjangkau listrik, Minggu (17/08/2025).
Dalam unggahan yang diberi judul “MENTERI ESDM KEBUT PROGRAM LISTRIK DESA!”, KESDM menuliskan. ” “SobatEnergi,
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan percepatan Program Listrik Desa (Lisdes) sebagai bagian kebijakan strategis pemerintah.
Saat ini masih ada sekitar 5.700 desa atau kelurahan dan 4.400 dusun yang belum terlistriki, total sekitar 10.068 titik.
Bahlil menargetkan seluruhnya terlistriki pada periode pertama pemerintahan Presiden Prabowo–Gibran, dengan dukungan pendanaan dari Menteri Keuangan.
Yuk, tonton videonya sampai selesai! ✨”
Unggahan tersebut juga dilengkapi dengan video pendek berdurasi sekitar satu menit. Video itu menampilkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sedang memberikan keterangan resmi di podium, berlatar belakang tiga bendera Merah Putih. Di podium terlihat logo Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Dalam video itu, Menteri Bahlil menyampaikan secara langsung terkait kondisi desa yang belum teraliri listrik. Potongan kalimat yang ditampilkan dalam teks video berbunyi: “Bahwa desa yang belum dilistriki…”
Berdasarkan data yang disampaikan, saat ini terdapat sekitar 5.700 desa atau kelurahan dan 4.400 dusun di berbagai wilayah Indonesia yang belum terjangkau listrik. Jika dijumlahkan, total titik yang belum teraliri listrik mencapai 10.068 titik.
Jumlah tersebut menunjukkan masih adanya pekerjaan besar dalam mewujudkan pemerataan akses energi. Kementerian ESDM menegaskan, program Lisdes menjadi prioritas yang harus dikebut pelaksanaannya agar seluruh masyarakat Indonesia merasakan manfaat pembangunan, termasuk di daerah terpencil.
Dalam unggahan itu, ditegaskan bahwa Menteri Bahlil menargetkan seluruh desa dan dusun yang belum terjangkau listrik akan sepenuhnya terlistriki pada periode pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Hal ini dipandang sebagai misi strategis nasional yang harus diwujudkan. Pemerataan energi tidak hanya menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga mendukung pertumbuhan ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga keamanan.
Percepatan program Lisdes membutuhkan dukungan pembiayaan yang besar. Menteri Bahlil menyampaikan, pelaksanaan target ini akan didukung penuh oleh pendanaan dari Kementerian Keuangan.
Dengan adanya alokasi anggaran yang memadai, pemerintah optimistis program ini bisa terlaksana sesuai jadwal. Bahlil menyebut, sinergi lintas kementerian dan lembaga sangat penting demi keberhasilan percepatan elektrifikasi desa.
Program Listrik Desa tidak hanya sekadar menghadirkan aliran listrik ke rumah-rumah warga, tetapi juga membuka peluang peningkatan taraf hidup. Dengan listrik, anak-anak dapat belajar lebih baik di malam hari, usaha kecil dapat berkembang, serta pelayanan kesehatan dan fasilitas umum lebih optimal.
Selain itu, listrik juga menjadi pintu masuk bagi hadirnya teknologi digital dan komunikasi yang merata hingga pelosok nusantara. Hal ini sejalan dengan visi pemerataan pembangunan dan penguatan daya saing bangsa.
Unggahan di Threads tersebut menampilkan dua visual. Pertama, sebuah foto langit mendung dengan tampak sebuah bangunan gereja di sisi kiri layar, dilengkapi teks ajakan untuk menonton video sampai selesai. Foto ini diambil sebagai pengantar sebelum video ditayangkan.
Kedua, video yang menampilkan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Ia terlihat berdiri di podium, mengenakan jas hitam dan kemeja putih, sambil berbicara di depan tiga mikrofon. Latar belakang podium dihiasi tiga bendera merah putih yang berjajar rapi. Teks berjalan di layar menegaskan pernyataannya tentang desa yang belum dilistriki.
Target ambisius untuk melistriki lebih dari 10 ribu titik desa dan dusun dalam lima tahun ke depan menjadi tantangan besar bagi pemerintah. Namun, dengan dukungan lintas sektor serta komitmen kuat dari Kementerian ESDM, masyarakat diharapkan dapat segera merasakan manfaat nyata dari program ini.
Jika target ini berhasil tercapai, maka seluruh wilayah Indonesia pada akhir periode pertama pemerintahan Prabowo–Gibran akan menikmati listrik. Hal ini sekaligus menjadi catatan sejarah dalam pemerataan energi nasional.
Unggahan resmi Kementerian ESDM melalui Threads @kesdm menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk mempercepat elektrifikasi desa melalui Program Listrik Desa (Lisdes). Menteri Bahlil Lahadalia menyampaikan, masih ada 10.068 titik desa dan dusun yang belum terjangkau listrik, dan seluruhnya ditargetkan selesai dalam periode pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Keuangan.
Program ini diharapkan tidak hanya menghadirkan cahaya listrik, tetapi juga membuka jalan menuju pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok negeri.
Editor: (Ahmad).













