Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Nasional

Bahas Dugaan Praktik Tak Manusiawi, Mensos Terima Aktivis di Kemensos

68
×

Bahas Dugaan Praktik Tak Manusiawi, Mensos Terima Aktivis di Kemensos

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono menerima kunjungan aktivis Yenny Rosa Damayanti di Kantor Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jakarta, 27 Februari.

JAKARTA, SNIPERNEW.id – Akun Threads res­mi Kementer­ian Sosial Repub­lik Indone­sia (@kemensosri) men­gung­gah infor­masi terkait perte­muan Menteri Sosial Sai­ful­lah Yusuf bersama sejum­lah pihak di Kan­tor Kementer­ian Sosial, Jakar­ta, pada 27 Feb­ru­ari.

Dalam ung­ga­han terse­but ter­tulis: “Menteri Sosial Sai­ful­lah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wak­il Menteri Sosial Agus Jabo Priy­ono mener­i­ma kun­jun­gan aktivis Yen­ny Rosa Damayan­ti di Kan­tor Kementer­ian Sosial (27/2).”

Ung­ga­han itu juga menye­butkan agen­da pem­ba­hasan dalam perte­muan terse­but. “Perte­muan ini mem­ba­has dugaan prak­tik tidak manu­si­awi ter­hadap penyan­dang dis­abil­i­tas men­tal di sejum­lah pan­ti sosial di Indone­sia,” demikian keteran­gan yang dit­uliskan dalam akun res­mi terse­but.

  Sidang Kampus Berujung Serangan, Mahasiswi UIN SUSKA Jadi Korban

Berdasarkan infor­masi yang dipub­likasikan melalui media sosial itu, perte­muan berlang­sung di lingkun­gan Kan­tor Kementer­ian Sosial dan dihadiri oleh Menteri Sosial Sai­ful­lah Yusuf — yang akrab dis­apa Gus Ipul — ser­ta Wak­il Menteri Sosial Agus Jabo Priy­ono. Aktivis Yen­ny Rosa Damayan­ti dise­but hadir dalam rang­ka menyam­paikan dan mem­ba­has isu terkait dugaan per­lakuan tidak manu­si­awi ter­hadap penyan­dang dis­abil­i­tas men­tal di sejum­lah pan­ti sosial.

Ung­ga­han terse­but dilengkapi doku­men­tasi foto yang mem­per­li­hatkan suasana perte­muan di ruang tamu res­mi kementer­ian.

Tam­pak sejum­lah peser­ta duduk berhada­pan di kur­si ruang perte­muan, den­gan lam­bang negara ter­pasang di dind­ing ruan­gan. Pada bagian atas doku­men­tasi visu­al ter­can­tum tagar “#KEMENSOS SELALU ADA”.

Seba­gai insti­tusi pemer­in­tah yang memi­li­ki kewe­nan­gan dalam uru­san kese­jahter­aan sosial, Kementer­ian Sosial Repub­lik Indone­sia bertu­gas melakukan pem­bi­naan dan pen­gawasan ter­hadap penye­leng­garaan layanan sosial,

ter­ma­suk pan­ti sosial yang menan­gani kelom­pok rentan seper­ti penyan­dang dis­abil­i­tas men­tal. Dugaan prak­tik tidak manu­si­awi yang diba­has dalam perte­muan terse­but men­ja­di per­ha­t­ian serius kare­na menyangkut hak asasi dan per­lin­dun­gan kelom­pok rentan.

  Gas Pol Bangun IKN: Cerita Hangat di Balik Sosok Pak Bas

Dalam ung­ga­han itu tidak dije­laskan secara rin­ci ben­tuk dugaan prak­tik tidak manu­si­awi yang dimak­sud maupun lokasi pan­ti sosial yang men­ja­di sorotan.

Namun, perny­ataan res­mi terse­but mene­gaskan bah­wa isu terse­but telah men­ja­di bahan pem­ba­hasan lang­sung di tingkat pimp­inan kementer­ian.
Hing­ga beri­ta ini dis­usun, belum ter­da­p­at keteran­gan lan­ju­tan di ung­ga­han yang sama men­ge­nai hasil perte­muan, langkah tin­dak lan­jut, maupun kebi­jakan konkret yang akan diam­bil.

Tidak dije­laskan pula apakah akan dilakukan inves­ti­gasi inter­nal, eval­u­asi menyelu­ruh ter­hadap pan­ti sosial terkait, atau koor­di­nasi den­gan aparat pene­gak hukum jika dite­mukan pelang­garan.

Mes­ki demikian, perte­muan terse­but menun­jukkan adanya ruang dia­log antara pemer­in­tah dan unsur masyarakat sip­il dalam mem­ba­has isu kese­jahter­aan sosial.

  SPPG Rp500 Juta per Hari, 93% Anggaran BGN Mengalir ke Daerah

Kehadi­ran aktivis dalam forum res­mi kementer­ian mencer­minkan mekanisme par­tisi­pasi pub­lik dalam penyam­pa­ian aspi­rasi dan pen­gawasan layanan sosial.

Isu per­lin­dun­gan penyan­dang dis­abil­i­tas men­tal sendiri meru­pakan bagian dari komit­men negara dalam men­jamin hak-hak war­ga negara, ter­ma­suk hak atas per­lakuan yang manu­si­awi dan bebas dari kek­erasan atau diskrim­i­nasi.

Pemer­in­tah melalui kementer­ian tek­nis dihara­p­kan memas­tikan selu­ruh lem­ba­ga sosial men­jalankan stan­dar pelayanan sesuai per­at­u­ran perun­dang-undan­gan yang berlaku.

Beri­ta ini dis­usun berdasarkan infor­masi yang diung­gah akun Threads res­mi Kementer­ian Sosial Repub­lik Indone­sia (@kemensosri) pada 27 Feb­ru­ari, seba­gaimana ter­pan­tau pada saat penelusuran. Selu­ruh kuti­pan dalam beri­ta ini meru­juk pada teks yang ter­can­tum dalam ung­ga­han terse­but tan­pa penam­ba­han atau pen­gu­ran­gan sub­stan­si.

Apa­bi­la ter­da­p­at perkem­ban­gan lebih lan­jut terkait hasil perte­muan maupun langkah kebi­jakan yang diam­bil, infor­masi terse­but akan men­ja­di bagian dari pem­baru­an berikut­nya sesuai sum­ber res­mi.

Penulis: (iskan­dar).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *