Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Terupdate

Anggota Polri Meninggal Usai Dijemput BNNP, Alfian Palaguna Desak Transparansi BNNP SULSEL

455
×

Anggota Polri Meninggal Usai Dijemput BNNP, Alfian Palaguna Desak Transparansi BNNP SULSEL

Sebarkan artikel ini

Maros – Snipernew.id Kejang­galan menye­limu­ti kasus mening­gal­nya Aip­da Arham, seo­rang anggota Pol­ri yang wafat sete­lah dijem­put oleh petu­gas Badan Narkoti­ka Nasion­al Provin­si (BNNP) Sulawe­si Sela­tan. Eks Direk­tur LBH Sale­wan­gan, Alfi­an Pala­gu­na, ser­ta tokoh pemu­da asal Sin­jai, Muham­mad Wahyu, menun­tut transparan­si dan inves­ti­gasi menyelu­ruh atas peri­s­ti­wa ini. Selasa (4/2/2025)

  Plt Bupati Labuhanbatu Turut Hadiri Car Free Day Di Bundaran Simpang Enam

Kepala Bagian Penin­dakan BNNP Sulsel, Kombes Pol Ardian­syah, mem­be­narkan bah­wa pihaknya turut dalam pen­jem­putan almarhum. Namun, keja­di­an ini menim­bulkan per­tanyaan besar, teruta­ma bagi kelu­ar­ga. Istri sah Aip­da Arham men­gaku suaminya sem­pat menghi­lang sela­ma dua hari, semen­tara tele­pon genggam­nya tidak dap­at dihubun­gi.

Alfi­an meny­oroti bah­wa hing­ga kini belum ada pen­je­lasan res­mi dari Kepala BNNP Sulsel men­ge­nai alasan pen­jem­putan Aip­da Arham. “Masyarakat berhak tahu atas dasar apa almarhum dijem­put? Apa sta­tus hukum­nya? Jika ini terkait penye­lidikan, Seharus­nya ada pem­ber­i­tahuan res­mi kepa­da kelu­ar­ga?” tegas­nya.

  Masyarakat Nagari Panti Ikuti Sosialisasi dan Edukasi Pencegahan Penanggulangan Kebakaran Tahun 2024

Ia meni­lai sikap diam BNNP Sulsel jus­tru memicu speku­lasi negatif yang bisa men­coreng nama baik almarhum dan kelu­ar­ganya. Apala­gi, istri almarhum meny­atakan tidak per­nah men­da­p­at infor­masi bah­wa suaminya ditangkap kare­na kasus narkoti­ka.

Muham­mad Wahyu menam­bahkan bah­wa saat ini BNNP Sulsel sedang melakukan pengem­ban­gan kasus narkoti­ka. “Namun, jika benar almarhum terkait kasus terse­but, harus ada prose­dur yang jelas. Jika tidak, ini bisa men­ja­di ben­tuk pelang­garan hak asasi manu­sia,” ujarnya.

Alfi­an mende­sak Pol­da Sulsel turun tan­gan dan memerik­sa petu­gas BNNP yang turut ser­ta melakukan pen­jem­putan ter­hadap almarhum. Ia juga mem­inta Kepala BNNP Sulsel menon­ak­tifkan Kombes Pol Ardian­syah demi men­jamin inde­pen­den­si Penye­lidikan jika dite­mukan peri­s­ti­wa hukum dalam kema­t­ian almarhum.

  Pemuda Tewas Tersengat Listrik di Kebun, Keluarga Tuntut Pertanggungjawaban

“Kita butuh keje­lasan. Jan­gan sam­pai ada tin­dak pidana atas kema­t­ian almarhum atau kelala­ian petu­gas BNNP Sulsel saat mem­bawa almarhum dari sin­jai menu­ju makas­sar.

Pihak kelu­ar­ga kini masih menung­gu pen­je­lasan res­mi dari BNNP Sulsel dan berharap ada kead­i­lan bagi almarhum Aip­da Arham yang meru­pakan polisi aktif di pol­res sinjai.(Syamsir)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *