Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Peristiwa

Aksi Demonstrasi di Pati Memanas, Bupati Tegaskan Tidak Akan Mundur

623
×

Aksi Demonstrasi di Pati Memanas, Bupati Tegaskan Tidak Akan Mundur

Sebarkan artikel ini

Pati, SniperNew.id — Rabu 13 Agus­tus 2025 Suasana di Kabu­pat­en Pati, Jawa Ten­gah, mem­anas pada Rabu (13/8/2025) sete­lah gelom­bang aksi demon­strasi yang menun­tut Bupati untuk mundur dari jabatan­nya kem­bali pec­ah. Berdasarkan infor­masi yang dihim­pun, aksi ini berlang­sung sejak siang hing­ga sore hari dan diwar­nai den­gan ker­icuhan antara mas­sa dan aparat.

Dalam video yang beredar di media sosial, ter­li­hat ratu­san orang mema­dati jalan di depan sebuah ban­gu­nan yang diduga kan­tor pemer­in­ta­han. Beber­a­pa peser­ta aksi tam­pak ter­li­bat dalam dorong-men­dorong, bahkan ada yang men­ga­cungkan tan­gan dan bert­e­ri­ak. Pada salah satu cup­likan video, tam­pak sebuah mobil berwar­na biru-putih den­gan tulisan “Polisi” ter­ba­lik di ping­gir jalan, mengindikasikan adanya ben­tu­ran keras di lapan­gan.

Teks yang dis­e­matkan pada video terse­but berbun­yi: “Cin­tailah bangsa ini den­gan keruku­nan.” Namun, keny­ataan di lapan­gan menun­jukkan situ­asi yang jauh dari kon­dusif.

Melalui ung­ga­han akun media sosial ind.night_raid, dis­am­paikan bah­wa Bupati Pati meno­lak untuk men­gun­durkan diri. Perny­ataan itu dis­am­paikan oleh salah satu tokoh aksi berna­ma Supriy­ono (akrab dis­apa Botok) sete­lah demo berakhir pada pukul 18.09 WIB. “Botok memas­tikan bah­wa demo hari ini tidak ada kor­ban mening­gal,” tulis ung­ga­han terse­but.

  Banjir Rendam MTs Al Masthuriyah Sukabumi, Ruang Kelas dan Laboratorium Rusak

Ung­ga­han itu juga menye­but bah­wa mas­sa aksi beren­cana akan mengge­lar aksi lan­ju­tan jika tun­tu­tan tidak dipenuhi.

“Bupati meno­lak mundur, mas­sa aksi akan gelar aksi lagi,” tulis keteran­gan terse­but.

Aksi ini men­u­ai beragam komen­tar di lini masa, teruta­ma di media sosial Threads. Banyak war­ganet yang mem­berikan dukun­gan kepa­da mas­sa aksi, namun tidak sedik­it pula yang mengkri­tik Bupati secara lang­sung.

Peng­gu­na akun daus­gu­lo menulis. “RAKYAT HARUS MENANG, ITU BUPATI MENANTANG YANG MEMBERIKAN MANDAT. MOSO DI NEGARA KITA INI RAKYAT TIDAK DAPAT MENGGULINGKAN PEJABAT YANG DIA PILIH KAN ANEH, SAMA SAJA NEGARA INI NEGARA KOMUNIS DAN KORUP.”

Akun jalal_boemeareyou mem­berikan saran agar aksi diper­lu­as. “Demo lebih besar ke gedung DPRD, kalau nggak lolos demo kan­tor guber­nur Jateng.”

Peng­gu­na lain, aannurfitri89, menulis pesan singkat. ““Yaam­pun pak bupati… tobat yuk pak sebelum ter­lam­bat.”

Semen­tara itu, akun bangmaha_art men­go­men­tari bah­wa posisi Bupati begi­tu kuat, namun juga rapuh. ““Takut­banget bapak ini dihi­langkan kare­na satu kata aja yang kelu­ar dari mulut­nya bisa meng­ger­akkan puluhan bahkan ratu­san ribu pen­de­mo.”

Akun daraaldira berko­men­tar. “Puh memang pal­ing-pal­ing nih bupati!! Legowo dong pak. Anda sudah nggak ada har­ganya lagi di mata war­ga Pati. Legowo dong.”

  Damkar Depok Selamatkan iPhone 15 Pro Max yang Terjatuh ke Kolam Ikan

Namun, komen­tar cangkem_ellek menun­jukkan pan­dan­gan berbe­da: “Legowo gimana… modal nya­leg aja belum kem­bali. Rugi dong…!!!”

Beber­a­pa neti­zen juga men­gaitkan aksi di Pati den­gan ger­akan mas­sa di daer­ah lain. Akun parkhahn­sheap menulis: “Sum­bangkan ke Jom­bang dan Banyuwan­gi yang lagi berjuang juga.”

Akun mas_musmas mengingatkan:“Jangan gem­bi­ra dulu, bupati masih belum ter­buk­ti lengser.”

Semen­tara renorid menyindir sikap keras kepala Bupati. ““Oalah­belum mundur yaa, memang udah nggak ada urat malun­ya ya… Udah nggak di mauin pun masih keukeuh… asli gila kekuasaan sih.”

Peng­gu­na lain, erwin_angler_62, menyam­paikan keke­ce­waan­nya. “Lealah… tak pikir wes lang­sung mundur iki mau… nek ngen­teni pan­sus-pan­sus DPR aku kok nggak yakin… DPR sekarang kan nggak pro raky­at.”

Akun jack­sarante mem­beri seman­gat kepa­da mas­sa. ‘“Salut­bu­at Raky­at Pati… Bapak Sutiy­ono dkk… Maju terusss pan­tang mundur. Lawan terus pemimpin yang zolim dan con­gkak 💪💪💪.”

Menu­rut infor­masi yang beredar, aksi demon­strasi ini meru­pakan lan­ju­tan dari protes sebelum­nya yang menun­tut Bupati Pati mundur terkait kebi­jakan dan dugaan penyalah­gu­naan wewe­nang. Namun, Bupati meno­lak untuk mundur dan memil­ih berta­han di posisinya.

Tokoh aksi, Supriy­ono, meny­atakan bah­wa tidak ada kor­ban mening­gal dalam ker­icuhan kali ini. Mes­ki begi­tu, situ­asi di lapan­gan cukup tegang den­gan keru­mu­nan mas­sa yang memenuhi jalanan, dan beber­a­pa kendaraan rusak, ter­ma­suk satu unit mobil polisi yang ter­gul­ing.

  Seorang Anak Tenggelam Di Sungai Lalowosula Kolaka

Seru­an Damai di Ten­gah Kete­gan­gan
Meskipun suasana panas, pesan damai tetap dis­uarakan oleh seba­gian pihak. Teks “Cin­tailah bangsa ini den­gan keruku­nan” yang muncul di video men­ja­di pengin­gat bah­wa perbe­daan pen­da­p­at seharus­nya dis­e­le­saikan tan­pa kek­erasan.

Namun, meli­hat besarnya dukun­gan ter­hadap aksi dan sikap tegas Bupati yang tidak mau mundur, poten­si ben­tu­ran lan­ju­tan masih ter­bu­ka. Ren­cana aksi berikut­nya dise­but-sebut akan dilakukan dalam skala lebih besar, bahkan kemu­ngk­i­nan diarahkan ke gedung DPRD maupun kan­tor Guber­nur Jawa Ten­gah.

Aksi demon­strasi di Pati pada 13 Agus­tus 2025 men­ja­di salah satu peri­s­ti­wa yang menarik per­ha­t­ian pub­lik nasion­al. Ker­icuhan yang ter­ja­di diwar­nai den­gan mobil ter­gul­ing dan orasi panas di media sosial. Semen­tara Bupati Pati mene­gaskan tidak akan mundur, mas­sa aksi bertekad melan­jutkan protes hing­ga tun­tu­tan mere­ka ter­penuhi.

Kon­disi ini men­ja­di ujian bagi sta­bil­i­tas daer­ah, mengin­gat tun­tu­tan pub­lik ter­hadap pemimpin yang diang­gap tidak lagi mewak­ili kepentin­gan raky­at semakin men­guat. Masyarakat berharap ada penye­le­sa­ian damai, namun jika komu­nikasi poli­tik bun­tu, eskalasi kon­flik dikhawatirkan akan meningkat pada aksi-aksi selan­jut­nya.

Peri­s­ti­wa ini menun­jukkan bah­wa hubun­gan antara pemer­in­tah daer­ah dan raky­at­nya bera­da pada titik kri­sis. Bagaimana kelan­ju­tan­nya, pub­lik akan terus menan­tikan langkah-langkah poli­tik selan­jut­nya, baik dari pihak ekseku­tif, leg­is­latif, maupun tokoh masyarakat yang berper­an seba­gai penen­gah. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *