Baubau, SniperNew.id – Isak tangis mengiringi perpisahan dua sejoli di Pelabuhan Murhum Kota Baubau. Adegan penuh haru ini terekam dalam unggahan akun media sosial Infobutonraya pada Minggu (14/9/2025), dan segera menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet. Video tersebut memperlihatkan seorang wanita yang tak kuasa membendung air mata saat melepas kepergian sang kekasih. Peristiwa itu seakan menggambarkan betapa beratnya hubungan jarak jauh yang kerap dihadapi pasangan muda masa kini.
Kutipan Teks dari Unggahan (Di Luar Gambar Screenshot Video). “Isak tangis warnai dua sejoli yang akan berpisah untuk sementara waktu di pelabuhan Murhum Kota Baubau.
Nampak sang wanita tak bisa membendung kesedihan atas kepergian lelakinya. Kalian ada yang LDR/LDM juga gak?
Hari-hari dimana kita bersama, terasa sangat singkat, bukan? Dan sisanya hanya rindu yang akan berkepanjangan.
Ternyata sulit ya, merayu waktu agar bisa menjadwalkan temu antara Kamu dan Aku.
#infobutonraya”
(Gambar video memperlihatkan sepasang kekasih berdiri berdekatan di bawah pohon di area pelabuhan. Wanita berkerudung biru terlihat menangis sambil merangkul pria berjaket gelap. Di sekitarnya, beberapa penumpang dan barang bawaan terlihat berserakan, termasuk koper merah di bagian depan gambar. Adegan ini diambil dari video yang sama, sebagaimana diunggah oleh akun Infobutonraya.)
Perpisahan penuh emosi terjadi di Pelabuhan Murhum, Kota Baubau. Dua sejoli yang tidak disebutkan identitasnya dalam unggahan Infobutonraya terekam kamera saat mereka saling berpelukan erat. Sang wanita terlihat menangis tersedu, tak mampu menyembunyikan kesedihannya. Sementara sang pria, yang tampak bersiap menaiki kapal penyeberangan, mencoba menenangkan pasangannya.
Unggahan itu juga memuat pesan menyentuh. “Perpisahan bukan akhir dari segalanya Nona, tapi itu adalah awal dari perjuangan moane mu untuk masa depan kalian berdua yang lebih baik.”
Pesan tersebut menegaskan bahwa perpisahan ini bukan akhir, melainkan bagian dari perjuangan panjang menuju masa depan yang lebih cerah.
Pihak-pihak yang terlibat dalam momen ini adalah. Sepasang kekasih: Identitas mereka tidak diungkapkan oleh pengunggah, sejalan dengan etika privasi. Mereka hanyalah pasangan muda yang mewakili kisah banyak pasangan jarak jauh.
Akun Infobutonraya: Media lokal yang kerap membagikan informasi dan momen-momen penting dari wilayah Baubau dan Buton Raya. Mereka menjadi sumber utama viralnya video ini.
Warganet dan Komunitas Baubau: Mereka yang kemudian membanjiri kolom komentar dengan pesan-pesan dukungan dan empati.
Peristiwa ini terjadi di Pelabuhan Murhum, salah satu pelabuhan utama di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara. Pelabuhan Murhum dikenal sebagai gerbang transportasi laut yang menghubungkan Baubau dengan berbagai daerah lain di Sulawesi maupun Maluku. Suasana pelabuhan yang sibuk menjadi latar penuh makna bagi peristiwa ini, menambah kesan dramatis dari momen perpisahan.
Video ini diunggah 14 jam sebelum tangkapan layar diambil pada Senin pagi (15/9/2025). Dengan demikian, kejadian diperkirakan terjadi pada Minggu (14/9/2025). Perpisahan ini berlangsung pada waktu yang tidak disebutkan secara pasti, namun suasana di sekitar menunjukkan aktivitas pelabuhan pada jam keberangkatan kapal.
Kisah ini penting karena mencerminkan pengalaman universal tentang cinta jarak jauh (long distance relationship atau LDR). Banyak pasangan, terutama di daerah kepulauan seperti Sulawesi Tenggara, kerap dipisahkan oleh pekerjaan, pendidikan, atau kewajiban keluarga. Perpisahan bukanlah akhir, melainkan ujian kesetiaan dan komitmen.
Unggahan Infobutonraya juga mengajak warganet untuk berefleksi. “Hari-hari dimana kita bersama, terasa sangat singkat, bukan? Dan sisanya hanya rindu yang akan berkepanjangan.”
Kutipan ini menggambarkan perasaan banyak orang yang merindukan pasangan mereka. Bagi sebagian warganet, kisah ini menjadi pengingat bahwa cinta membutuhkan pengorbanan dan kesabaran.
Adegan bermula ketika pasangan tersebut berdiri di bawah pohon dekat area tunggu pelabuhan. Koper merah terlihat di sisi depan, menandakan persiapan perjalanan jarak jauh. Sang pria kemungkinan besar akan berangkat menggunakan kapal. Kamera ponsel menangkap momen saat sang wanita memeluk dan menundukkan kepala di bahu pasangannya. Suasana sekitar menunjukkan kesibukan pelabuhan, dengan beberapa orang berlalu-lalang dan menunggu giliran.
Setelah video diunggah, komentar-komentar bermunculan. Beberapa warganet mengaku tersentuh dan merasa ikut sedih. Ada yang membagikan pengalaman pribadi tentang hubungan jarak jauh.
Sebagian lain memuji pasangan tersebut karena berani menunjukkan perasaan mereka di depan publik.
Perpisahan di pelabuhan bukan hanya cerita dua insan. Di wilayah kepulauan Indonesia, fenomena ini lazim terjadi. Transportasi laut menjadi urat nadi yang menghubungkan keluarga, pasangan, dan sahabat. Adegan ini menggugah empati karena banyak orang pernah merasakan beratnya meninggalkan orang terkasih.
Konteks budaya lokal juga penting. Kata “moane” yang digunakan dalam unggahan berarti “lelaki” dalam bahasa Buton. Pesan itu menekankan bahwa perjuangan seorang pria bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk masa depan bersama. Dalam budaya Buton dan Sulawesi Tenggara, nilai kebersamaan dan tanggung jawab keluarga sangat dijunjung tinggi.
Unggahan ini memantik diskusi tentang LDR di media sosial. Banyak pasangan membagikan cerita mereka sendiri. Beberapa menyebutkan bahwa kisah ini memberi mereka semangat untuk terus berjuang meski jarak memisahkan. Ada pula yang menyoroti pentingnya pelabuhan-pelabuhan seperti Murhum sebagai saksi bisu dari ribuan kisah perpisahan dan pertemuan.
Beberapa komentar yang mewakili emosi publik antara lain. “Baper lihat ini. Semoga semua pasangan LDR diberi kekuatan.”
“Pelabuhan Murhum selalu punya cerita. Dulu saya juga melepas suami di sini.”
“Rindu memang berat. Tapi demi masa depan yang lebih baik, kita harus kuat.”
Dalam menulis berita ini, identitas pasangan sengaja tidak disebutkan untuk melindungi privasi, sesuai Kode Etik Jurnalistik. Video diunggah untuk konsumsi publik, tetapi informasi personal yang dapat mengidentifikasi pihak-pihak terkait tidak disebarkan. Fokus pemberitaan ini adalah fenomena sosial dan pesan moral yang terkandung, bukan sensasi atau gosip.
Adegan di Pelabuhan Murhum mengajarkan bahwa cinta sejati bukan hanya tentang kebersamaan fisik, tetapi juga kesediaan untuk menanggung rindu dan perjuangan. Jarak yang memisahkan sering kali menguji kekuatan hubungan. Kisah ini memberi harapan bahwa perpisahan hanyalah jeda, bukan akhir.
Peristiwa haru di Pelabuhan Murhum bukan sekadar video singkat di media sosial. Ia adalah cerminan dari pengalaman universal tentang cinta, rindu, dan pengorbanan. Dengan gaya narasi menyentuh, unggahan Infobutonraya berhasil mengubah momen pribadi menjadi pesan publik tentang kesetiaan dan perjuangan. Bagi banyak pasangan, momen ini menjadi pengingat bahwa meski waktu dan jarak kerap memisahkan, harapan dan doa selalu bisa menyatukan. (Abd/ABB).













