Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Viral

Air Mata di Pelabuhan Murhum: Kisah Perpisahan Sepasang Kekasih Baubau yang Menggetarkan Hati

385
×

Air Mata di Pelabuhan Murhum: Kisah Perpisahan Sepasang Kekasih Baubau yang Menggetarkan Hati

Sebarkan artikel ini

Baubau, SniperNew.id – Isak tangis men­girin­gi per­pisa­han dua sejoli di Pelabuhan Murhum Kota Baubau. Ade­gan penuh haru ini terekam dalam ung­ga­han akun media sosial Infob­u­ton­raya pada Ming­gu (14/9/2025), dan segera men­ja­di perbin­can­gan hangat di kalan­gan war­ganet. Video terse­but mem­per­li­hatkan seo­rang wani­ta yang tak kuasa mem­ben­dung air mata saat melepas keper­gian sang kekasih. Peri­s­ti­wa itu seakan menggam­barkan beta­pa berat­nya hubun­gan jarak jauh yang ker­ap dihadapi pasan­gan muda masa kini.

Kuti­pan Teks dari Ung­ga­han (Di Luar Gam­bar Screen­shot Video). “Isak tangis war­nai dua sejoli yang akan berpisah untuk semen­tara wak­tu di pelabuhan Murhum Kota Baubau.

Nam­pak sang wani­ta tak bisa mem­ben­dung kesedi­han atas keper­gian lelakinya. Kalian ada yang LDR/LDM juga gak?

Hari-hari dimana kita bersama, terasa san­gat singkat, bukan? Dan sisanya hanya rindu yang akan berkepan­jan­gan.

Terny­a­ta sulit ya, mer­ayu wak­tu agar bisa men­jad­walkan temu antara Kamu dan Aku.

#infob­u­ton­raya”

(Gam­bar video mem­per­li­hatkan sep­a­sang kekasih berdiri berdekatan di bawah pohon di area pelabuhan. Wani­ta berkerudung biru ter­li­hat menangis sam­bil merangkul pria ber­jaket gelap. Di sek­i­tarnya, beber­a­pa penumpang dan barang bawaan ter­li­hat berser­akan, ter­ma­suk kop­er mer­ah di bagian depan gam­bar. Ade­gan ini diam­bil dari video yang sama, seba­gaimana diung­gah oleh akun Infob­u­ton­raya.)

Per­pisa­han penuh emosi ter­ja­di di Pelabuhan Murhum, Kota Baubau. Dua sejoli yang tidak dise­butkan iden­ti­tas­nya dalam ung­ga­han Infob­u­ton­raya terekam kam­era saat mere­ka sal­ing berpelukan erat. Sang wani­ta ter­li­hat menangis terse­du, tak mam­pu menyem­bun­yikan kesedi­han­nya. Semen­tara sang pria, yang tam­pak bersi­ap menai­ki kapal penye­beran­gan, men­co­ba mene­nangkan pasan­gan­nya.

  Warga Geruduk Truk Sawit, Dirut PT NS Turun Tangan Langsung

Ung­ga­han itu juga memu­at pesan menyen­tuh. “Per­pisa­han bukan akhir dari segalanya Nona, tapi itu adalah awal dari per­juan­gan moane mu untuk masa depan kalian berd­ua yang lebih baik.”

Pesan terse­but mene­gaskan bah­wa per­pisa­han ini bukan akhir, melainkan bagian dari per­juan­gan pan­jang menu­ju masa depan yang lebih cer­ah.

Pihak-pihak yang ter­li­bat dalam momen ini adalah. Sep­a­sang kekasih: Iden­ti­tas mere­ka tidak diungkap­kan oleh pen­gung­gah, sejalan den­gan eti­ka pri­vasi. Mere­ka hanyalah pasan­gan muda yang mewak­ili kisah banyak pasan­gan jarak jauh.

Akun Infob­u­ton­raya: Media lokal yang ker­ap mem­bagikan infor­masi dan momen-momen pent­ing dari wilayah Baubau dan Buton Raya. Mere­ka men­ja­di sum­ber uta­ma viral­nya video ini.

War­ganet dan Komu­ni­tas Baubau: Mere­ka yang kemu­di­an mem­ban­jiri kolom komen­tar den­gan pesan-pesan dukun­gan dan empati.

Peri­s­ti­wa ini ter­ja­di di Pelabuhan Murhum, salah satu pelabuhan uta­ma di Kota Baubau, Sulawe­si Teng­gara. Pelabuhan Murhum dike­nal seba­gai ger­bang trans­portasi laut yang menghubungkan Baubau den­gan berba­gai daer­ah lain di Sulawe­si maupun Maluku. Suasana pelabuhan yang sibuk men­ja­di latar penuh mak­na bagi peri­s­ti­wa ini, menam­bah kesan drama­tis dari momen per­pisa­han.

Video ini diung­gah 14 jam sebelum tangka­pan layar diam­bil pada Senin pagi (15/9/2025). Den­gan demikian, keja­di­an diperki­rakan ter­ja­di pada Ming­gu (14/9/2025). Per­pisa­han ini berlang­sung pada wak­tu yang tidak dise­butkan secara pasti, namun suasana di sek­i­tar menun­jukkan aktiv­i­tas pelabuhan pada jam keberangkatan kapal.

Kisah ini pent­ing kare­na mencer­minkan pen­gala­man uni­ver­sal ten­tang cin­ta jarak jauh (long dis­tance rela­tion­ship atau LDR). Banyak pasan­gan, teruta­ma di daer­ah kepu­lauan seper­ti Sulawe­si Teng­gara, ker­ap dip­isahkan oleh peker­jaan, pen­didikan, atau kewa­jiban kelu­ar­ga. Per­pisa­han bukan­lah akhir, melainkan ujian kese­ti­aan dan komit­men.

  Putar Suara Alam di Kafe Tetap Kena Royalti, LMKN Tuai Respons Warganet

Ung­ga­han Infob­u­ton­raya juga men­ga­jak war­ganet untuk bere­flek­si. “Hari-hari dimana kita bersama, terasa san­gat singkat, bukan? Dan sisanya hanya rindu yang akan berkepan­jan­gan.”

Kuti­pan ini menggam­barkan perasaan banyak orang yang merindukan pasan­gan mere­ka. Bagi seba­gian war­ganet, kisah ini men­ja­di pengin­gat bah­wa cin­ta mem­bu­tuhkan pen­gor­banan dan kesabaran.

Ade­gan bermu­la keti­ka pasan­gan terse­but berdiri di bawah pohon dekat area tung­gu pelabuhan. Kop­er mer­ah ter­li­hat di sisi depan, menan­dakan per­si­a­pan per­jalanan jarak jauh. Sang pria kemu­ngk­i­nan besar akan berangkat meng­gu­nakan kapal. Kam­era pon­sel menangkap momen saat sang wani­ta memeluk dan menun­dukkan kepala di bahu pasan­gan­nya. Suasana sek­i­tar menun­jukkan kesi­bukan pelabuhan, den­gan beber­a­pa orang berlalu-lalang dan menung­gu gili­ran.

Sete­lah video diung­gah, komen­tar-komen­tar bermuncu­lan. Beber­a­pa war­ganet men­gaku tersen­tuh dan merasa ikut sedih. Ada yang mem­bagikan pen­gala­man prib­a­di ten­tang hubun­gan jarak jauh.

Seba­gian lain memu­ji pasan­gan terse­but kare­na berani menun­jukkan perasaan mere­ka di depan pub­lik.

Per­pisa­han di pelabuhan bukan hanya ceri­ta dua insan. Di wilayah kepu­lauan Indone­sia, fenom­e­na ini laz­im ter­ja­di. Trans­portasi laut men­ja­di urat nadi yang menghubungkan kelu­ar­ga, pasan­gan, dan saha­bat. Ade­gan ini meng­gu­gah empati kare­na banyak orang per­nah merasakan berat­nya mening­galkan orang terkasih.

Kon­teks budaya lokal juga pent­ing. Kata “moane” yang digu­nakan dalam ung­ga­han berar­ti “lela­ki” dalam bahasa Buton. Pesan itu menekankan bah­wa per­juan­gan seo­rang pria bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk masa depan bersama. Dalam budaya Buton dan Sulawe­si Teng­gara, nilai keber­samaan dan tang­gung jawab kelu­ar­ga san­gat dijun­jung ting­gi.

  Pemuda dan Sarang Tawon: Detik-detik Pelarian ke Dalam Mobil

Ung­ga­han ini meman­tik diskusi ten­tang LDR di media sosial. Banyak pasan­gan mem­bagikan ceri­ta mere­ka sendiri. Beber­a­pa menye­butkan bah­wa kisah ini mem­beri mere­ka seman­gat untuk terus berjuang mes­ki jarak memisahkan. Ada pula yang meny­oroti pent­ingnya pelabuhan-pelabuhan seper­ti Murhum seba­gai sak­si bisu dari ribuan kisah per­pisa­han dan perte­muan.

Beber­a­pa komen­tar yang mewak­ili emosi pub­lik antara lain. “Baper lihat ini. Semoga semua pasan­gan LDR diberi keku­atan.”

“Pelabuhan Murhum selalu pun­ya ceri­ta. Dulu saya juga melepas sua­mi di sini.”

“Rindu memang berat. Tapi demi masa depan yang lebih baik, kita harus kuat.”

Dalam menulis beri­ta ini, iden­ti­tas pasan­gan sen­ga­ja tidak dise­butkan untuk melin­dun­gi pri­vasi, sesuai Kode Etik Jur­nal­is­tik. Video diung­gah untuk kon­sum­si pub­lik, tetapi infor­masi per­son­al yang dap­at mengi­den­ti­fikasi pihak-pihak terkait tidak dise­barkan. Fokus pem­ber­i­taan ini adalah fenom­e­na sosial dan pesan moral yang terkan­dung, bukan sen­sasi atau gosip.

Ade­gan di Pelabuhan Murhum men­ga­jarkan bah­wa cin­ta sejati bukan hanya ten­tang keber­samaan fisik, tetapi juga kese­di­aan untuk menang­gung rindu dan per­juan­gan. Jarak yang memisahkan ser­ing kali men­gu­ji keku­atan hubun­gan. Kisah ini mem­beri hara­pan bah­wa per­pisa­han hanyalah jeda, bukan akhir.

Peri­s­ti­wa haru di Pelabuhan Murhum bukan sekadar video singkat di media sosial. Ia adalah cer­mi­nan dari pen­gala­man uni­ver­sal ten­tang cin­ta, rindu, dan pen­gor­banan. Den­gan gaya narasi menyen­tuh, ung­ga­han Infob­u­ton­raya berhasil men­gubah momen prib­a­di men­ja­di pesan pub­lik ten­tang kese­ti­aan dan per­juan­gan. Bagi banyak pasan­gan, momen ini men­ja­di pengin­gat bah­wa mes­ki wak­tu dan jarak ker­ap memisahkan, hara­pan dan doa selalu bisa meny­atukan. (Abd/ABB).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *