Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Daerah

Musyawarah Mappalili 2025/2026 di Soppeng Riaja: Sinergi Desa dan Pemerintah Wujudkan Pertanian Maju

275
×

Musyawarah Mappalili 2025/2026 di Soppeng Riaja: Sinergi Desa dan Pemerintah Wujudkan Pertanian Maju

Sebarkan artikel ini

Sop­peng, SniperNew.id – Suasana penuh seman­gat dan kekelu­ar­gaan ter­li­hat di Aula Desa Baitu­pute, Keca­matan Sop­peng Ria­ja, Kabu­pat­en Bar­ru, Sulawe­si Sela­tan, pada Kamis (4/9/2025). Camat Sop­peng Ria­ja, Hiday­atud­din, S.IP., M.H., memimpin lang­sung kegiatan Musyawarah Map­palili (Turun Sawah) Musim Tanam (MT) 2025/2026 dan MT 2026 tingkat desa dan kelu­ra­han di beber­a­pa wilayah keca­matan terse­but.

Kegiatan ini men­ja­di agen­da pent­ing dalam kalen­der per­tan­ian Sop­peng Ria­ja, yang dike­nal seba­gai salah satu daer­ah lum­bung padi di Kabu­pat­en Bar­ru. Musyawarah Map­palili, tra­disi lokal yang sudah diwariskan turun-temu­run, bukan sekadar perte­muan untuk menen­tukan jad­w­al turun sawah, tetapi juga momen­tum untuk meny­atukan langkah antara petani, aparat pemer­in­tah, dan masyarakat.

Acara dihadiri oleh berba­gai pihak, mulai dari unsur Forkopim­cam (Forum Koor­di­nasi Pimp­inan Keca­matan), kepala desa, lurah, penyu­luh per­tan­ian, kelom­pok tani, tokoh aga­ma, tokoh adat, hing­ga per­wak­i­lan masyarakat. Kehadi­ran para pemangku kepentin­gan terse­but men­ja­di buk­ti komit­men bersama untuk meningkatkan pro­duk­tiv­i­tas sek­tor per­tan­ian, sekali­gus melestarikan budaya Map­palili yang sarat nilai keber­samaan.

Dalam sambu­tan­nya, Camat Sop­peng Ria­ja, Hiday­atud­din, menekankan pent­ingnya sin­er­gi semua pihak untuk mewu­jud­kan per­tan­ian yang berke­lan­ju­tan. Menu­rut­nya, Musyawarah Map­palili adalah sarana komu­nikasi antara pemer­in­tah, penyu­luh, dan petani, agar langkah yang diam­bil dap­at mem­berikan dampak nya­ta bagi pen­ingkatan kese­jahter­aan masyarakat.

Kita berkumpul hari ini untuk menya­makan persep­si dan menyusun strate­gi yang tepat dalam meng­hadapi musim tanam men­datang. Map­palili adalah tra­disi yang harus kita jaga, sekali­gus men­ja­di momen­tum eval­u­asi ser­ta peren­canaan demi per­tan­ian yang maju,” ujarnya di hada­pan peser­ta musyawarah.

Hiday­atud­din juga menyam­paikan bah­wa keber­hasi­lan musim tanam tidak hanya diten­tukan oleh keterse­di­aan bib­it dan pupuk, tetapi juga kesi­a­pan petani dalam men­gan­tisi­pasi peruba­han cua­ca, pen­gelo­laan air, ser­ta peng­gu­naan teknolo­gi per­tan­ian mod­ern.

  Kaesang Tegaskan PSI Bidik Jawa Tengah, Ingin Ubah “Kandang Banteng” Jadi “Kandang Gajah”

Kita harus men­ga­jak petani untuk semakin melek teknolo­gi, tan­pa mening­galkan kear­i­fan lokal. Pemer­in­tah Keca­matan Sop­peng Ria­ja akan selalu siap men­dukung kebu­tuhan petani, ter­ma­suk dalam hal penyu­luhan dan akses sarana pro­duk­si,” tam­bah­nya.

Map­palili atau tra­disi turun sawah memi­li­ki sejarah pan­jang dalam budaya masyarakat Bugis-Makas­sar. Sebelum mem­u­lai musim tanam, para petani dan tokoh adat biasanya men­gadakan rit­u­al doa bersama untuk mem­o­hon keberka­han, kelan­car­an, dan hasil panen yang melimpah.

Dalam kon­teks mod­ern, Map­palili bukan hanya rit­u­al adat, melainkan forum musyawarah res­mi untuk meren­canakan pola tanam, menen­tukan jad­w­al tanam serentak, hing­ga mem­ba­has dis­tribusi ban­tu­an per­tan­ian. Den­gan adanya koor­di­nasi yang matang, dihara­p­kan petani dap­at men­gop­ti­malkan hasil pro­duk­si dan mem­i­ni­malkan risiko gagal panen.

Kegiatan seper­ti ini adalah buk­ti bah­wa tra­disi lokal dap­at bersin­er­gi den­gan pro­gram pemer­in­tah. Kita tidak hanya men­ja­ga budaya, tetapi juga meningkatkan kual­i­tas per­tan­ian,” kata salah satu tokoh masyarakat yang hadir.

Musyawarah Map­palili kali ini mem­ba­has secara rin­ci berba­gai aspek per­si­a­pan musim tanam. Mulai dari keterse­di­aan benih ung­gul, jad­w­al dis­tribusi pupuk, sis­tem iri­gasi, hing­ga ren­cana pen­dampin­gan kelom­pok tani. Penyu­luh per­tan­ian dari Dinas Per­tan­ian Kabu­pat­en Bar­ru juga hadir untuk mem­berikan paparan tek­nis dan strate­gi meng­hadapi poten­si peruba­han iklim.

  Harmoni Doa Lintas Agama untuk Sumatera Bangkit Digelar

Para peser­ta musyawarah antu­sias mengiku­ti diskusi. Sejum­lah kepala desa mema­parkan kon­disi sawah dan tan­ta­n­gan yang dihadapi petani di wilayah­nya mas­ing-mas­ing. Salah sat­un­ya terkait kendala pen­gairan, teruta­ma di daer­ah yang bergan­tung pada salu­ran iri­gasi sekun­der.

Kami berharap pemer­in­tah daer­ah terus mem­per­hatikan infra­struk­tur iri­gasi. Den­gan air yang cukup, petani bisa lebih seman­gat dan hasil panen pun meningkat,” ujar salah seo­rang per­wak­i­lan kelom­pok tani.

Hiday­atud­din menang­gapi aspi­rasi terse­but den­gan meny­atakan komit­men pemer­in­tah keca­matan untuk meneruskan lapo­ran ke pemer­in­tah kabu­pat­en.

Semua masukan dari musyawarah ini akan kita sam­paikan agar pro­gram pem­ban­gu­nan infra­struk­tur per­tan­ian bisa tepat sasaran,” tegas­nya.

Selain pemer­in­tah desa dan keca­matan, unsur TNI dan Pol­ri juga turut hadir. Babin­sa dan Bhabinkamtib­mas mas­ing-mas­ing desa men­dukung kegiatan ini seba­gai bagian dari tugas mere­ka men­ja­ga keta­hanan pan­gan dan kea­manan wilayah. Kolab­o­rasi lin­tas sek­tor ini mencer­minkan komit­men kuat pemer­in­tah untuk mewu­jud­kan kedaula­tan pan­gan di Kabu­pat­en Bar­ru.

“Keta­hanan pan­gan tidak hanya tugas petani, tetapi tang­gung jawab bersama. TNI siap mem­ban­tu penga­manan dan men­dukung kegiatan per­tan­ian, mulai dari pen­go­la­han lahan hing­ga panen,” kata seo­rang Babin­sa.

Keter­li­batan aparat kea­manan ini mem­berikan rasa aman kepa­da masyarakat, teruta­ma dalam men­ja­ga aset per­tan­ian dari berba­gai poten­si gang­guan, seper­ti pen­cu­ri­an hasil panen atau perusakan iri­gasi.

Musyawarah yang berlang­sung sejak pagi hing­ga siang ini tidak hanya dihadiri oleh peja­bat dan penyu­luh, tetapi juga oleh puluhan petani dari berba­gai desa di Keca­matan Sop­peng Ria­ja. Mere­ka ter­li­hat serius meny­i­mak ara­han dan diskusi yang berlang­sung.

Salah satu peser­ta, seo­rang petani muda, men­gungkap­kan rasa bang­ganya bisa ikut ser­ta dalam kegiatan ini. “Biasanya kami hanya ikut ara­han, tapi sekarang kami dili­batkan untuk mem­beri masukan lang­sung. Rasanya dihar­gai seba­gai petani,” katanya.

  Bantuan untuk Daerah Terisolir Diupayakan Maksimal

Keter­li­batan gen­erasi muda dalam per­tan­ian men­ja­di salah satu fokus pem­ba­hasan. Pemer­in­tah berkomit­men untuk mem­berikan pelati­han teknolo­gi per­tan­ian, man­a­je­men usa­ha tani, dan akses pasar, agar per­tan­ian tetap menarik bagi kaum mile­nial.

Musyawarah Map­palili 2025/2026 ini dihara­p­kan men­ja­di tong­gak awal keber­hasi­lan musim tanam men­datang. Den­gan peren­canaan yang matang dan koor­di­nasi lin­tas sek­tor, tar­get pen­ingkatan pro­duk­si beras dan komod­i­tas per­tan­ian lain­nya di Keca­matan Sop­peng Ria­ja opti­mistis dap­at ter­ca­pai.

“Keber­hasi­lan musim tanam adalah keber­hasi­lan bersama. Kita semua pun­ya per­an, mulai dari pemer­in­tah, penyu­luh, petani, hing­ga masyarakat luas. Mari kita jaga seman­gat gotong roy­ong,” tut­up Hiday­atud­din.

Kegiatan ini juga men­ja­di buk­ti nya­ta komit­men pemer­in­tah keca­matan untuk terus mendekatkan diri kepa­da masyarakat. Musyawarah seper­ti ini akan terus dige­lar secara rutin di seti­ap awal musim tanam, agar komu­nikasi dan koor­di­nasi tetap ter­ja­ga.

Den­gan sin­er­gi semua pihak, Keca­matan Sop­peng Ria­ja opti­mistis akan terus men­ja­di salah satu penyang­ga pan­gan pent­ing di Kabu­pat­en Bar­ru dan Sulawe­si Sela­tan secara umum.

Ten­tang Keca­matan Sop­peng Ria­ja
Keca­matan Sop­peng Ria­ja meru­pakan salah satu keca­matan di Kabu­pat­en Bar­ru, Sulawe­si Sela­tan, yang terke­nal den­gan poten­si per­ta­ni­an­nya, teruta­ma padi. Wilayah ini memi­li­ki lahan sawah pro­duk­tif yang dikelo­la secara tra­di­sion­al maupun mod­ern. Tra­disi Map­palili men­ja­di bagian pent­ing dari budaya masyarakat setem­pat, yang memadukan nilai religius, keber­samaan, dan kear­i­fan lokal dalam men­gelo­la per­tan­ian.

Melalui Musyawarah Map­palili, pemer­in­tah keca­matan beru­paya mem­perku­at sin­er­gi den­gan desa, lurah, dan kelom­pok tani, agar pem­ban­gu­nan sek­tor per­tan­ian dap­at berlang­sung secara berke­lan­ju­tan dan menye­jahter­akan masyarakat. (Ahmad)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *