Pringsewu, SniperNew.id — Pekon Bumi Ayu, 30 Juli 2025 Kemeriahan acara Bersih Desa tahun 2025 di Pekon Bumi Ayu berlangsung semarak dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan yang diselenggarakan untuk melestarikan budaya serta mempererat tali silaturahmi warga ini mendapat sambutan antusias dari masyarakat setempat.
Acara yang dipublikasikan melalui akun Facebook “Pekon Bumi Ayu” dengan unggahan bertuliskan:
“Bersih desa, Pekon Bumi Ayu tahun 2025”
Berlangsung meriah dengan beragam kegiatan, termasuk pertunjukan seni tradisional, sambutan dari pejabat desa, hingga penampilan tari budaya yang menggugah rasa cinta tanah air.
Dalam salah satu momen penting, Kepala Pekon Bumi Ayu, Bapak Ngadirin, memberikan sambutannya di hadapan warga. Dengan mengenakan batik bermotif khas daerah, beliau menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya kegiatan ini dengan baik. Sambutan dilakukan di atas podium, dengan latar belakang panggung wayang dan gamelan, yang menambah nuansa budaya Jawa yang kental. Dalam pidatonya, beliau mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal. Tampak pula petugas keamanan dan tim dokumentasi turut mengawal jalannya acara dengan tertib.
Di sela kegiatan, sejumlah tokoh masyarakat dan perangkat desa tampak hadir dalam sesi foto bersama. Mengenakan pakaian batik biru dan adat lainnya, mereka berdiri berjajar di depan panggung utama, menunjukkan kebersamaan dan kesatuan dalam pembangunan desa.
Sorotan lain yang mencuri perhatian adalah penampilan seorang penari perempuan dengan kostum tradisional, mengenakan kebaya biru dan jarik batik, membawakan tarian klasik diiringi alunan gamelan dari grup seni “Ki Suparni Romo Putro” yang berasal dari Ambawara – Pringsewu. Spanduk grup tersebut tampak menggantung di belakang panggung, mempertegas kolaborasi budaya lintas daerah dalam perayaan ini.
Acara Bersih Desa tahun ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga momen memperkuat solidaritas masyarakat Pekon Bumi Ayu dalam menyambut masa depan yang lebih baik. Diharapkan, kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai wujud cinta terhadap budaya dan identitas lokal.
Editor: (Abd)













