Berita DaerahFlora dan Fauna

Mambruk Papua, Merpati Terbesar Dunia yang Kian Terancam

336
×

Mambruk Papua, Merpati Terbesar Dunia yang Kian Terancam

Sebarkan artikel ini
Keterangan Gambar: Seekor burung Mambruk (Goura), merpati terbesar di dunia yang endemik Papua, terekam berada di habitat alaminya. Kehadiran satwa langka ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian hutan dan ekosistem Papua. (Sumber: unggahan akun media Treands)

PAPUA, SNIPERNEW.id — Mambruk (Goura) bukanlah burung biasa. Satwa endemik Papua ini dikenal sebagai jenis merpati terbesar di dunia dan menjadi salah satu kekayaan hayati paling ikonik di Indonesia, Rabu (13/01/2026).

Dengan mahkota jambul yang anggun serta bulu berwarna biru keabu-abuan yang khas, Mambruk kerap disebut sebagai “permata hidup” dari hutan Papua. Keberadaannya kembali menjadi sorotan setelah sebuah video yang menampilkan burung langka ini diunggah oleh akun media Treands dan menyebar luas di media sosial.

Dalam unggahan tersebut, kemunculan Mambruk disebut sebagai momen langka yang patut disyukuri. Pasalnya, tidak semua orang dapat menyaksikan satwa ini secara langsung di habitat alaminya.

Mambruk dikenal sebagai burung yang pemalu dan lebih sering beraktivitas di lantai hutan, menjadikannya sulit ditemukan, terutama di wilayah yang mulai terdampak aktivitas manusia.
Namun di balik keindahan dan keunikan Mambruk, tersimpan kekhawatiran besar terhadap kelangsungan hidup spesies ini.

  Data Pendidikan Wakil Wali Kota Tebing Tinggi Disorot, Kelulusan S1 Tak Muncul di PDDikti

Ancaman perburuan liar masih menjadi persoalan serius, baik untuk diambil dagingnya maupun dijadikan koleksi karena penampilannya yang eksotis. Selain itu, kerusakan hutan dan menyusutnya ruang hidup akibat pembukaan lahan turut memperparah kondisi populasi Mambruk di alam liar.
Sebagai penghuni lantai hutan,

Mambruk memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Burung ini membantu penyebaran biji-bijian dari berbagai jenis tumbuhan hutan, sehingga berkontribusi pada regenerasi vegetasi alami.

Oleh karena itu, keberadaan Mambruk sering disebut sebagai indikator kesehatan ekosistem hutan Papua. Jika populasinya menurun drastis atau bahkan menghilang, hal tersebut dapat menjadi pertanda bahwa kondisi hutan sedang tidak baik-baik saja.

  Sosialisasi Anti-Bullying Dimulai di SMAN 53 Cipinang

Unggahan akun media Treands juga menekankan bahwa hilangnya Mambruk bukan sekadar kehilangan satu spesies burung.

Dampaknya jauh lebih luas, karena dapat memutus mata rantai keseimbangan alam yang telah terjaga selama ribuan tahun. Ketika satu spesies kunci terganggu, efeknya bisa merambat ke spesies lain dan memengaruhi keseluruhan ekosistem.

Papua sendiri dikenal sebagai salah satu wilayah dengan keanekaragaman hayati tertinggi di dunia. Banyak spesies endemik yang tidak ditemukan di tempat lain, termasuk Mambruk. Sayangnya, tekanan terhadap alam Papua terus meningkat seiring dengan pembangunan dan eksploitasi sumber daya alam. Tanpa pengelolaan yang berkelanjutan, kekayaan hayati tersebut terancam hanya akan menjadi cerita dan dokumentasi visual semata.

  Warga Medan Bagikan Kondisi Rumahnya Usai Bencana Melalui Video Subuh

Melalui tayangan video yang beredar, publik diajak untuk lebih peduli terhadap keberadaan satwa endemik Indonesia, khususnya yang berasal dari Papua. Kesadaran masyarakat menjadi langkah awal yang penting dalam upaya pelestarian. Dukungan terhadap perlindungan habitat, penegakan hukum terhadap perburuan liar, serta edukasi lingkungan menjadi kunci agar Mambruk tetap dapat hidup bebas di alamnya.

Keberlangsungan Mambruk bukan hanya tanggung jawab masyarakat Papua, tetapi juga seluruh bangsa Indonesia. Menjaga satwa endemik berarti menjaga warisan alam yang tak ternilai harganya.

Dengan upaya bersama, diharapkan Mambruk tidak sekadar muncul sebagai momen langka di media sosial, melainkan tetap menjadi bagian hidup dari hutan Papua yang lestari.

Penulis: (iskandar).