Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Olahraga

LAMINE YAMAL Tak Bertepuk Tangan untuk Portugal, Netizen Heboh: Kecewa atau Sombong?

552
×

LAMINE YAMAL Tak Bertepuk Tangan untuk Portugal, Netizen Heboh: Kecewa atau Sombong?

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SN - Aksi pemain muda tim­nas Spany­ol, Lamine Yamal, kem­bali jadi sorotan. Kali ini bukan kare­na aksi ciamiknya di lapan­gan hijau, melainkan sikap­nya saat upacara peng­hor­matan seu­sai laga melawan Por­tu­gal. Dalam sebuah video yang viral di media sosial, Yamal ter­li­hat meno­lak bertepuk tan­gan untuk tim Por­tu­gal yang kelu­ar seba­gai peme­nang, lalu ber­jalan men­jauh saat rekan-rekan­nya mem­berikan peng­hor­matan.

Keja­di­an ini terekam dalam sebuah cup­likan video yang dibagikan akun X (sebelum­nya Twit­ter) den­gan narasi, “LAMINE YAMAL refus­es to clap for the Por­tu­gal team and walks away while the Span­ish team claps for the win­ners.” Video terse­but lang­sung menyi­ta per­ha­t­ian war­ganet, teruta­ma kare­na aksi Yamal yang dini­lai tak laz­im bagi pemain pro­fe­sion­al di momen pas­ca-per­tandin­gan.

  “AC Milan Lepas Kevin Zeroli ke Monza, Tapi Ada Satu Syarat Mengejutkan!”

Pemain yang jadi sorotan tak lain adalah Lamine Yamal, bin­tang muda beru­sia 16 tahun yang digadang-gadang men­ja­di masa depan sep­ak bola Spany­ol. Semen­tara itu, lawan dalam laga terse­but adalah tim nasion­al Por­tu­gal, yang meme­nangkan per­tandin­gan dan mener­i­ma peng­hor­matan dari para pemain Spany­ol – kecuali Yamal.

Insi­d­en ini ter­ja­di sete­lah laga Spany­ol vs Por­tu­gal dalam laga uji coba inter­na­sion­al atau tur­na­men per­sa­ha­batan yang berlang­sung baru-baru ini. Mes­ki lokasi pasti tidak dise­butkan dalam video, laga terse­but kemu­ngk­i­nan berlang­sung di wilayah Eropa men­je­lang tur­na­men besar seper­ti Euro 2024.

  Gunungkidul Borong Emas Cabang Drumband di Porda XVII DIY

Sikap tidak ikut bertepuk tan­gan saat lawan mener­i­ma peng­har­gaan atau uca­pan sela­mat diang­gap kurang sportif dalam dunia olahra­ga. Hal ini­lah yang memicu perde­batan: apakah Yamal kece­wa kare­na kalah, ataukah ia menun­jukkan sikap aro­gan­si seba­gai pemain muda yang belum bisa mener­i­ma kekala­han?

War­ganet pun ter­be­lah. Beber­a­pa mem­bela Yamal dan menye­but bah­wa kece­wa adalah hal wajar bagi pemain yang ambi­sius. Namun, tidak sedik­it pula yang mengkri­tiknya seba­gai ben­tuk kurang hor­mat ter­hadap lawan dan eti­ka olahra­ga.

 “Dia masih muda, emosi belum sta­bil. Tapi tetap, ini bukan con­toh yang baik,” tulis seo­rang peng­gu­na X.

 

 “Jus­tru ini menun­jukkan dia pun­ya men­tal juara, ben­ci kekala­han. Tapi harus bisa dis­alurkan den­gan lebih ele­gan,” tim­pal yang lain.

Hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, belum ada perny­ataan res­mi dari pihak Yamal, pelatih Spany­ol, maupun fed­erasi sep­ak bola Spany­ol (RFEF). Namun, media Spany­ol mulai meny­oroti sikap pemain muda ini dan mendiskusikan­nya dalam berba­gai talk­show dan forum olahra­ga.

  Batalyon Armed 9 Pasopati Kembali Gelar Turnamen Pasopati Cup 2024

Dari kaca­ma­ta netral, sikap Lamine Yamal bisa dil­i­hat dari dua sisi. Jika dilan­dasi rasa kece­wa yang men­dalam kare­na kalah, maka itu hal yang manu­si­awi, apala­gi bagi pemain yang baru mulai merasakan tekanan besar di lev­el inter­na­sion­al. Namun, jika dis­en­ga­ja seba­gai ben­tuk tidak meng­har­gai lawan, maka ini men­ja­di PR besar bagi pem­bi­naan karak­ter di kalan­gan pemain muda.

Ter­lepas dari niat­nya, pub­lik fig­ur seper­ti Yamal pun­ya tang­gung jawab moral untuk men­ja­ga sportiv­i­tas. Dalam sep­ak bola, menang kalah adalah bagian dari per­mainan, namun meng­hor­mati lawan adalah bagian dari karak­ter.

 

Edi­tor: (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *