Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Kerakyatan

426
×

Koperasi Merah Putih Jadi Tulang Punggung Ekonomi Kerakyatan

Sebarkan artikel ini

Jakar­ta, SniperNew.id – Kementer­ian Hukum dan Hak Asasi Manu­sia (Kemenkumham) melalui ung­ga­han res­mi di akun sosial media “Trends Kemenkum”, Rabu (20/08/2025), mene­gaskan kem­bali komit­men pemer­in­tah dalam mem­ban­gun kemandiri­an ekono­mi raky­at melalui pro­gram Kop­erasi Mer­ah Putih (KMP).

Menteri Hukum, Suprat­man Andi Agtas, menyam­paikan bah­wa kop­erasi memi­li­ki per­an fun­da­men­tal dalam mem­perku­at ekono­mi ker­aky­atan yang tum­buh dari bawah. Ia menekankan bah­wa kop­erasi bukan sekadar wadah usa­ha bersama, melainkan sim­bol gotong roy­ong yang melekat pada jati diri bangsa Indone­sia.

“Kop­erasi Mer­ah Putih adalah tulang pung­gung ekono­mi ker­aky­atan yang diban­gun dari bawah. Di sini­lah seman­gat gotong roy­ong dan kemandiri­an tum­buh. Kami per­caya, melalui KDMP dan KKMP, desa dan kelu­ra­han akan jadi pusat keku­atan ekono­mi nasion­al,” ujar Suprat­man.

Perny­ataan terse­but sekali­gus mene­gaskan bah­wa Kop­erasi Desa Mer­ah Putih (KDMP) dan Kop­erasi Kelu­ra­han Mer­ah Putih (KKMP) akan men­ja­di motor peng­ger­ak uta­ma pem­ban­gu­nan ekono­mi di tingkat akar rumput.

Kehadi­ran KDMP dan KKMP dipan­dang seba­gai imple­men­tasi nya­ta dari pro­gram ker­ja Pres­i­den Prabowo Subianto, yang sejak awal kepemimp­inan­nya menekankan pent­ingnya mem­ban­gun kemandiri­an bangsa dari desa.

  "Martabak Legendaris Dekat Pendopo Ini Buka sampai Tengah Malam-Ada Rasa Rahasia yang Bikin Ketagihan!"

“KDMP/ KKMP meru­pakan wujud nya­ta dari komit­men Pres­i­den Prabowo dalam men­dorong kemandiri­an bangsa, mem­ban­gun desa dari bawah, ser­ta pem­ber­an­tasan kemiski­nan.”

Pro­gram ini men­ja­di bagian dari strate­gi nasion­al dalam mem­perku­at pon­dasi ekono­mi raky­at. Den­gan adanya kop­erasi berba­sis desa dan kelu­ra­han, dihara­p­kan masyarakat tidak hanya men­ja­di objek pem­ban­gu­nan, tetapi juga sub­jek yang meng­ger­akkan ekono­mi secara mandiri.

Sejarah menun­jukkan bah­wa kop­erasi selalu men­ja­di salah satu instru­men pent­ing dalam perekono­mi­an Indone­sia. Namun, sela­ma ini tan­ta­n­gan uta­ma kop­erasi adalah keter­batasan modal, man­a­je­men, dan akses pasar.

Melalui Kop­erasi Mer­ah Putih, pemer­in­tah beru­paya meng­hadirkan eko­sis­tem baru yang lebih kuat, mod­ern, dan berke­lan­ju­tan. Desa dan kelu­ra­han akan ditem­patkan seba­gai pusat kegiatan ekono­mi, bukan sekadar wilayah admin­is­tratif.

Dalam kerang­ka terse­but, kop­erasi tidak hanya men­ja­di tem­pat sim­pan pin­jam, tetapi juga pusat dis­tribusi hasil per­tan­ian, pen­go­la­han pro­duk lokal, hing­ga penye­dia layanan usa­ha mikro. Den­gan demikian, KDMP dan KKMP diproyek­sikan mam­pu men­ja­di tulang pung­gung ekono­mi lokal yang berkon­tribusi lang­sung pada keta­hanan ekono­mi nasion­al.

Salah satu tujuan uta­ma dari pem­ben­tukan KDMP dan KKMP adalah men­gu­ran­gi angka kemiski­nan. Den­gan sis­tem gotong roy­ong dan kepemi­likan bersama, masyarakat kecil memi­li­ki kesem­patan yang sama untuk berkem­bang.

  Merosot, Pedagang di Pasar Pekan Desa Ujung Pandang Keluhkan Tidak Sesuainya dengan Penghasilan

Kop­erasi akan berfungsi seba­gai sarana akses per­modalan yang lebih mudah, pen­guatan jaringan usa­ha, ser­ta pen­ingkatan kap­a­sitas sum­ber daya manu­sia di tingkat desa dan kelu­ra­han.

Melalui sis­tem ini, masyarakat dihara­p­kan tidak lagi bergan­tung pada rentenir atau sis­tem pin­ja­man infor­mal den­gan bun­ga ting­gi, melainkan bisa men­gak­ses per­modalan yang adil dan transparan.

Selain itu, pem­ber­dayaan ekono­mi lokal melalui kop­erasi akan berdampak lang­sung pada pen­ingkatan kese­jahter­aan. Pen­da­p­atan masyarakat desa dan kelu­ra­han dihara­p­kan naik sig­nifikan, yang pada gili­ran­nya menu­runk­an angka kemiski­nan secara terukur.

Menteri Hukum Suprat­man Andi Agtas juga menekankan bah­wa Kop­erasi Mer­ah Putih bukan sekadar instru­men ekono­mi, tetapi juga wadah untuk mem­perku­at nilai-nilai gotong roy­ong.

“Di sini­lah seman­gat gotong roy­ong dan kemandiri­an tum­buh,” ujarnya.

Gotong roy­ong yang men­ja­di ciri khas bangsa Indone­sia diyaki­ni akan men­ja­di kun­ci keber­hasi­lan kop­erasi. Den­gan seman­gat keber­samaan, seti­ap anggota tidak hanya menge­jar keun­tun­gan prib­a­di, tetapi juga memas­tikan kese­jahter­aan kolek­tif.

Ung­ga­han res­mi terse­but ditut­up den­gan ajakan kepa­da selu­ruh lapisan masyarakat untuk men­dukung pro­gram Kop­erasi Mer­ah Putih.

“Ayoo kita dukung pro­gram Kop­erasi Mer­ah Putih 🇮🇩🇮🇩🇮🇩.”

Ajakan ini mem­per­li­hatkan bah­wa pro­gram terse­but mem­bu­tuhkan par­tisi­pasi aktif masyarakat. Pemer­in­tah hanya dap­at menye­di­akan reg­u­lasi, fasil­i­tas, dan pen­dampin­gan. Namun, keber­hasi­lan kop­erasi sepenuh­nya bergan­tung pada komit­men anggota untuk bersama-sama mem­ban­gun ekono­mi dari bawah.

  Risa Novinda Bikin Heboh! Menu Seafood Sehat Langsung dari Pringsewu

Mes­ki pro­gram ini men­u­ai apre­si­asi, sejum­lah tan­ta­n­gan masih menan­ti. Antara lain:

Per­lun­ya sis­tem man­a­je­men kop­erasi yang pro­fe­sion­al. Edukasi lit­erasi keuan­gan bagi masyarakat desa. Pen­guatan akses pasar dan teknolo­gi dig­i­tal. Transparan­si dan akunt­abil­i­tas pen­gelo­laan kop­erasi.

Namun, jika tan­ta­n­gan terse­but mam­pu diatasi, Kop­erasi Mer­ah Putih berpoten­si men­ja­di mod­el baru pem­ban­gu­nan ekono­mi nasion­al yang berba­sis ker­aky­atan.

Hara­pan­nya, KDMP dan KKMP dap­at men­cip­takan lapan­gan ker­ja baru, mem­perku­at keta­hanan pan­gan, ser­ta mem­bu­ka akses yang lebih luas bagi pro­duk-pro­duk lokal agar bisa ber­saing di pasar nasion­al maupun inter­na­sion­al.

Kop­erasi Mer­ah Putih lahir seba­gai jawa­ban atas tan­ta­n­gan pem­ban­gu­nan ekono­mi yang inklusif dan berkead­i­lan. Den­gan men­em­patkan desa dan kelu­ra­han seba­gai pusat keku­atan ekono­mi, pro­gram ini dihara­p­kan mam­pu men­dorong kemandiri­an bangsa ser­ta menu­runk­an angka kemiski­nan secara sig­nifikan.

Perny­ataan Menteri Hukum Suprat­man Andi Agtas dalam ung­ga­han Kemenkum terse­but mene­gaskan kem­bali komit­men pemer­in­tah di bawah kepemimp­inan Pres­i­den Prabowo Subianto untuk men­jadikan kop­erasi seba­gai tulang pung­gung perekono­mi­an raky­at.

Pada akhirnya, keber­hasi­lan pro­gram ini bergan­tung pada par­tisi­pasi selu­ruh masyarakat. Seman­gat gotong roy­ong yang diwariskan para pendiri bangsa harus men­ja­di pilar uta­ma dalam meng­ger­akkan kop­erasi. Den­gan dukun­gan bersama, Kop­erasi Mer­ah Putih bisa benar-benar men­ja­di sim­bol kemandiri­an ekono­mi bangsa Indone­sia.

Edi­tor: (Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *