Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Ekonomi

Budhe Bangun Agribisnis dari Nol, Ajak Pelaku Agri untuk Saling Terhubung

279
×

Budhe Bangun Agribisnis dari Nol, Ajak Pelaku Agri untuk Saling Terhubung

Sebarkan artikel ini

Lam­pung, SniperNew.id — Seo­rang peng­gu­na media sosial den­gan nama akun @teh_hangatmu mem­bagikan kisah inspi­ratif ten­tang per­jalanan usa­hanya di bidang agribis­nis. Dalam ung­ga­han­nya, ia mem­perke­nalkan diri seba­gai Bud­he dan men­ga­jak para pelaku ser­ta calon pelaku bis­nis agri untuk sal­ing ter­hubung dan berba­gi pen­gala­man, Sab­tu (08/11/2025).

  Bulog Siaga, Beras Melaut Demi Sumut Hebatt

“Hi kamu yang sedang berbis­nis agri, atau sedang ter­tarik berbis­nis agri, yuk con­nect! Sejak 2013 aku mulai mer­in­tis usa­ha agriku,” tulis­nya. Ia juga men­ga­jak war­ganet untuk berba­gi pen­gala­man, “Hal apa yang bikin kamu berta­han atau meny­er­ah di bis­nis ini?”

Ung­ga­han terse­but men­da­p­at banyak respons dari peng­gu­na lain. Salah satu war­ganet den­gan nama akun @adamrizky7890 menulis bah­wa dirinya per­nah men­co­ba di bidang yang sama namun meny­er­ah kare­na banyak oknum petani yang tidak jujur dan tidak koop­er­atif. Bud­he menang­gapi den­gan empati, “Aku bisa ngera­sain, capek banget ya.”

  Gelombang Solidaritas Mengalir untuk Aceh–Sumatera

Semen­tara itu, peng­gu­na lain @cloudysunshiinee menanyakan apakah Bud­he bela­jar agribis­nis secara oto­di­dak atau melalui pen­didikan for­mal. Bud­he men­jawab, “Habis ter­jun baru ambil kuli­ah lagi agribis­nis hehe.”

Dalam kolom komen­tar lain­nya, Bud­he men­je­laskan sis­tem peme­sanan hasil pro­duk­si. “Kami hitung PO, enaknya pabrik PO dikasih satu bulan sebelum­nya atau satu ming­gu, jadi enak ngaturnya. Beda sama mere­ka yang dadakan tiap sub­uh,” tulis­nya. Ia juga mene­gaskan bah­wa usa­hanya berba­sis di wilayah Jawa Timur (Jatim).

  Panen Patin 5 Bulan Tembus 4 Ton, Kolam Tanah Warga Teluk Mengkudu Jadi Inspirasi Desa

Kisah Bud­he mencer­minkan seman­gat pelaku usa­ha agribis­nis lokal yang berjuang mem­ban­gun jaringan dan keper­cayaan di ten­gah tan­ta­n­gan lapan­gan.

Melalui plat­form media sosial, ia mem­bu­ka ruang diskusi dan moti­vasi bagi banyak orang yang ingin berkiprah di dunia agribis­nis.

Penulis Iskan­dar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *