Berita Investigasi

Selain Langka, Harga Pupuk Subsidi di Keluhan Petani Desa Simpang Datuk

2791
×

Selain Langka, Harga Pupuk Subsidi di Keluhan Petani Desa Simpang Datuk

Sebarkan artikel ini

Tan­jung Jabung Timur, SniperNew.id — Desa Sim­pang Datuk, Keca­matan Nipah Pan­jang, Kabu­pat­en Tan­jung Jabung Timur provin­si Jam­bi, yang mana desa terse­but men­ja­di salah satu lum­bung pan­gan provin­si Jam­bi, yang seharus­nya men­ja­di pror­i­tas dalam, Kamis (11/4/2024).

Segala hal untuk meningkatkan hasil panen yang melimpah, namun san­gat di sayangkan beber­pa petani masih megeluhkan Tingginya har­ga pupuk sub­si­di yang men­ca­pai sek­i­tar Rp 145.000 / sak isi 50 kilo gram, yang sam­pai kepetani desa Sim­pang Datuk.

  Diprediksi Pilihan Walikota Sungai Penuh Tiga Pasang, Pasangan Ke-Kempat Ada dan Tidak?

Dalam per­at­u­ran Men­tri Per­tan­ian No 49 Tahun 2020 Har­ga Ecer Tert­ing­gi ( HET) Pupuk Urea Rp 2.250/kilo gram/sak 50 kg, Hanya Rp 112.500. Pupuk ZA Rp 1.700, perk­i­lo gram, per sak 50 kg Rp 85.000. Pupuk SP-36 Rp 2.400 per kilo gram, Rp 120.000/sak.
Pupuk NPK Phon­skah Rp 2.300/ kilo gram, Rp 115.000 / sak 50 kg. Pupuk Pet­ro­ganik Rp 800 / kilo gram, Rp 40.000 / sak.

  Salah Tunjuk Dirut, Manejemen RSUD Raden Mataher Semraut

Dalam penya­pa­ian Petani Desa Sim­pang Datuk san­gat megeluhkan HET Pupuk Sub­si­di yang men­capi Rp 145.000/sak, dan juga ter­jadinya keter­lam­bat­an datangnya Pupuk sub­si­di yang men­ja­di kebu­tuhan pokok petani padi yang ada di desa terse­but.

Saat di mintai keteran­gan melalui pesan What­sApp pada (07/04/2024) ke salah satu Petani yang menyan­pai keluhan­nya.

“Kacau nian har­ga Pupuk sub­si­di di Sim­pang Datuk ni pak, Urea sam­pai Rp 145.000 per sak, pada­hal kita tau har­ga pupuk tu, Tolong lah pak di ter­bitkan, biar ada peruba­han,” ucap­nya sam­bil men­gir­imkan foto nota pem­be­lian Pupuk Seb­si­di.

“Kalau keterse­di­an Pupuk bagai mana pak”.?

  Bobroknya Pengelolaan LPJU di Dinas PKP Siantar: Tagihan Miliaran, Data Tak Jelas, Lampu Banyak Mati

“Ada keter­lam­bat­an kemarin ni, seharus­nya ful kita mupuknya ini di kuran­gi,” tut­up Petanai yang tidak di pub­likasikan namanya yang belum lama ini.

Untuk men­cari infor­masi lebih lan­jut awak media melakukan per­tanyaan melalaui sam­bun­gan tel­fon celuler ke salah satu penyalur pupuk sub­si­di yang ada di keca­matan Nipah Pan­jang.

“Har­ga Het pupuk sub­si­di dari jaman bahu­lak tidak bisa kita iku­ti reg­u­lasi dari pemer­in­tah, kar­na ada beber­pa biaya yang kita penuhi salah sat­un­ya upah buruh. dan kalau maslah keter­lam­bat­an, banyak fak­tor teruta­ma maslah infrak­suk­tur yang buruk,” kata penyalur pupuk saat dikon­fir­masi. (Salam­ing)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *