Berita Ekonomi

Istana Bahas Harga Pangan Jelang Lebaran

319
×

Istana Bahas Harga Pangan Jelang Lebaran

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto bertemu Sufmi Dasco Ahmad bahas stabilitas pangan jelang Idul Fitri.

JAKARTA, SNIPERNEW.id – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/3/2026). Pertemuan tersebut membahas berbagai isu strategis yang tengah menjadi perhatian masyarakat, khususnya terkait stabilitas harga bahan pokok dan kesiapan pasokan energi menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana diskusi itu menjadi bagian dari komunikasi antara pemerintah dan parlemen dalam menyerap serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Dalam pembahasan tersebut, Wakil Ketua DPR RI menyampaikan sejumlah masukan dari lembaga legislatif kepada Presiden terkait kondisi ekonomi dan kebutuhan masyarakat menjelang momentum hari besar keagamaan.

  Scrabble Sawit: Main Huruf Vokal Terus, Kapan Bikin Kata 'Teknologi'?

Berdasarkan keterangan yang disampaikan melalui unggahan akun media sosial Threads milik Hambalang TV, Presiden menerima aspirasi yang disampaikan DPR melalui Wakil Ketua DPR RI mengenai sejumlah isu aktual di masyarakat. Di antaranya menyangkut kesiapan pasokan dan harga bahan pangan, pelaksanaan stimulus ekonomi, serta ketersediaan cadangan minyak dan gas LPG menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Selain itu, pemerintah juga membahas langkah-langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan distribusi kebutuhan pokok tetap berjalan lancar di berbagai daerah. Hal tersebut dinilai penting mengingat menjelang hari raya biasanya terjadi peningkatan permintaan masyarakat terhadap berbagai kebutuhan pokok.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden menekankan pentingnya koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kebijakan yang diambil dapat berjalan efektif dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Pemerintah juga disebut terus memantau perkembangan harga bahan pangan di pasar agar tidak terjadi lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat.

  BPSDM Kemendagri Dukung Peningkatan Kapasitas ASN melalui Diklat di DOB Papua

Isu ketersediaan energi juga menjadi salah satu perhatian utama dalam diskusi tersebut. Pasokan LPG dan minyak yang stabil dinilai sangat penting, terutama menjelang periode libur panjang dan meningkatnya aktivitas masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah melalui kementerian terkait diminta memastikan distribusi energi berjalan lancar hingga ke tingkat daerah.

Pertemuan tersebut juga dihadiri beberapa menteri Kabinet Merah Putih yang memiliki peran strategis dalam sektor ekonomi, pangan, dan energi. Kehadiran para menteri ini bertujuan untuk memberikan gambaran langsung mengenai kesiapan pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan yang muncul menjelang Idul Fitri.

Menurut informasi yang disampaikan dalam unggahan tersebut, diskusi antara Presiden dan DPR berlangsung dalam suasana konstruktif. Pemerintah disebut menerima berbagai masukan dari parlemen sebagai bentuk sinergi antara lembaga negara dalam menjaga stabilitas nasional, terutama dalam bidang ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

  Laundry di Batam Tertangkap Gunakan Gas Subsidi 3 Kg, Disperindag Lakukan Sidak

Sejumlah langkah antisipatif juga menjadi bagian dari pembahasan dalam pertemuan tersebut. Pemerintah disebut tengah menyiapkan berbagai kebijakan untuk memastikan distribusi bahan pangan tetap lancar, termasuk memperkuat pengawasan terhadap rantai pasok dan menjaga keseimbangan antara produksi serta kebutuhan pasar.

Selain itu, pelaksanaan stimulus ekonomi juga menjadi salah satu topik yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat serta mendorong aktivitas ekonomi tetap stabil di tengah berbagai dinamika global yang berpotensi mempengaruhi perekonomian nasional.

Koordinasi antara pemerintah dan DPR RI dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang diambil dapat berjalan selaras dengan kebutuhan masyarakat. Melalui komunikasi yang intensif, diharapkan berbagai persoalan yang muncul dapat diantisipasi lebih awal sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas.

Penulis: (iskandar)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *