Berita Daerah

Tanah Bergerak Padasari: 2.460 Warga Mengungsi, 464 Rumah Rusak

131
×

Tanah Bergerak Padasari: 2.460 Warga Mengungsi, 464 Rumah Rusak

Sebarkan artikel ini

SLAWI, SNIPERNEW.id —  Ben­cana tanah berg­er­ak yang ter­ja­di di Desa Padasari, Keca­matan Jatine­gara, menye­babkan ribuan war­ga harus men­gungsi sete­lah ratu­san rumah men­gala­mi kerusakan. Hing­ga awal pekan ini, perg­er­akan tanah dila­porkan masih berlang­sung sehing­ga pemer­in­tah desa bersama pihak terkait terus melakukan evakuasi berta­hap demi kese­la­matan war­ga, Selasa.

Kepala Desa Padasari menyam­paikan bah­wa kon­disi tanah di sejum­lah wilayah masih labil dan berpoten­si mem­ba­hayakan per­muki­man pen­duduk. Kare­na itu, pros­es evakuasi dilakukan secara berta­hap sam­bil menung­gu perkem­ban­gan situ­asi dan hasil peman­tauan tek­nis dari pihak berwe­nang.

  IPI Lampung Dukung Penuh Permendes 3/2024, Dorong Literasi hingga Ke Desa

“Perg­er­akan tanah masih berlang­sung dan kon­disi wilayah dini­lai san­gat labil. Kami melakukan evakuasi berta­hap untuk memas­tikan kese­la­matan war­ga,” ujarnya.

Berdasarkan pen­dataan semen­tara pemer­in­tah desa, sebanyak 464 unit rumah ter­dampak ben­cana terse­but. Dari jum­lah itu, 205 rumah men­gala­mi kerusakan berat hing­ga tidak layak huni. Kerusakan terse­bar di beber­a­pa wilayah admin­is­tratif, yaitu;

RW 01: RT 01, RT 02, RT 03
RW 02: RT 06, RT 07, RT 08, RT 09
RW 03: RT 12, RT 13, RT 14, RT 15
RW 04: RT 10, RT 11, RT 16, RT 17, RT 18

Aki­bat kon­disi terse­but, 2.460 jiwa dari 596 kepala kelu­ar­ga (KK) saat ini ting­gal di sejum­lah titik pen­gungsian daru­rat. Di antara para pen­gungsi ter­da­p­at 216 war­ga lan­jut usia, 195 anak-anak, ser­ta sejum­lah bali­ta, ibu hamil, dan ibu menyusui yang mem­bu­tuhkan per­ha­t­ian khusus.

  Mobilio ‘Atraksi’ di SPBU Bener, Nyaris Telan Korban

Petu­gas kese­hatan yang bertu­gas di posko pen­gungsian mela­porkan 477 war­ga men­gala­mi gang­guan kese­hatan, den­gan keluhan ter­banyak beru­pa infek­si salu­ran per­na­pasan akut (ISPA) dan nyeri otot. Kon­disi ini diperki­rakan berkai­tan den­gan cua­ca, kepa­datan pen­gungsian, ser­ta keter­batasan fasil­i­tas semen­tara.

Untuk kebu­tuhan logis­tik, dis­tribusi ban­tu­an dilakukan melalui sis­tem satu pin­tu di pos lapan­gan guna memas­tikan penyalu­ran lebih terko­or­di­nasi. Pemer­in­tah desa menye­butkan bah­wa stok bahan pan­gan uta­ma, ter­ma­suk beras dan susu bayi, masih terus diu­payakan agar tetap men­cukupi sela­ma masa tang­gap daru­rat.

Semen­tara itu, pemer­in­tah daer­ah bersama instan­si terkait ten­gah menyi­ap­kan ren­cana relokasi bagi war­ga ter­dampak. Sebidang lahan alter­natif selu­as sek­i­tar 6–7 hek­tare di kawasan Per­hutani telah diiden­ti­fikasi seba­gai calon lokasi per­muki­man baru.

  DPRD Pringsewu Tanggapi Masalah Pupuk Subsidi: Pengawasan Diperketat demi Kepastian Harga dan Ketahanan Pangan

Namun, pros­es relokasi masih menung­gu hasil kajian geolo­gi guna memas­tikan kea­manan lahan sebelum pem­ban­gu­nan dilakukan.

Kepala Desa Padasari berharap pros­es kajian tek­nis dap­at segera dis­e­le­saikan agar war­ga mem­per­oleh kepas­t­ian tem­pat ting­gal yang aman dalam wak­tu dekat, mengin­gat masa tang­gap daru­rat dijad­walkan berakhir pada 16 Feb­ru­ari men­datang.

Hing­ga kini, pemer­in­tah daer­ah, relawan, ser­ta berba­gai pihak terus melakukan peman­tauan dan penan­ganan di lokasi ter­dampak, sekali­gus menyalurkan ban­tu­an bagi war­ga yang masih berta­han di pen­gungsian.

War­ga berharap pros­es penan­ganan daru­rat, pemuli­han, ser­ta ren­cana relokasi dap­at ber­jalan cepat sehing­ga mere­ka dap­at kem­bali men­jalani kehidu­pan secara nor­mal den­gan aman.

Penulis: (Muji).

Edi­tor: (31252).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *