Berita DaerahDaerahPesawaran

Menapaki Jejak Transmigrasi, Gubernur Jawa Tengah Silaturahmi Bersama Keluarga Transmigran di Desa Bagelen

154
×

Menapaki Jejak Transmigrasi, Gubernur Jawa Tengah Silaturahmi Bersama Keluarga Transmigran di Desa Bagelen

Sebarkan artikel ini

PESAWARAN, SNIPERNEW.id —  Guber­nur Jawa Ten­gah Ahmad Luth­fi melakukan kun­jun­gan ker­ja ke Kabu­pat­en Pesawaran, Provin­si Lam­pung, den­gan menya­pa lang­sung kelu­ar­ga besar trans­mi­gran di Desa Bage­len, Keca­matan Gedong Tataan, Rabu (7/1/2026). Kun­jun­gan ini men­ja­di momen­tum silat­u­rah­mi sekali­gus mem­perku­at ikatan sejarah trans­mi­grasi antara Jawa Ten­gah dan Lam­pung yang telah ter­jalin sejak masa kolo­nial.

Kehadi­ran Guber­nur Jawa Ten­gah ke desa ini men­ja­di sim­bol peng­hor­matan atas sejarah pan­jang para trans­mi­gran asal Jawa Ten­gah yang memu­tuskan mene­tap, mem­ban­gun, dan hidup di Lam­pung den­gan nilai ker­ja keras dan gotong roy­ong.

Kedatan­gan Guber­nur Ahmad Luth­fi dis­am­but lang­sung oleh Bupati Pesawaran Hj. Nan­da Indi­ra B., S.E., M.M., bersama Wak­il Bupati Anto­nius Muham­mad Ali, S.H. Turut hadir Wak­il Guber­nur Lam­pung Jihan Nurlela, Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Wak­il Bupati Temang­gung Nadia Muna, Wak­il Bupati Pur­bal­ing­ga Dimas Prasetya­hani, jajaran Forkopim­da, Kapol­res Pesawaran, Dandim 0421/LS, Kejari Pesawaran, Wak­il Ket­ua DPRD Pesawaran, jajaran perangkat daer­ah, ser­ta kelu­ar­ga besar trans­mi­gran Desa Bage­len.

  Kabar Air Meluap Picu Kepanikan Warga Garoga

Dalam sambu­tan­nya, Guber­nur Ahmad Luth­fi men­gungkap­kan rasa bang­ga atas per­an besar masyarakat Jawa, khusus­nya Jawa Ten­gah, dalam mem­ban­gun Provin­si Lam­pung.

“May­ori­tas masyarakat Lam­pung bersuku Jawa. Saya ingin meli­hat lang­sung bagaimana sejarah mere­ka di sini, dan terny­a­ta san­gat mak­mur. Kepu­tu­san para leluhur untuk mene­tap dan mem­ban­gun Lam­pung adalah sebuah kebang­gaan,” ujarnya.

Ia juga berpe­san kepa­da masyarakat per­an­tau agar senan­ti­asa men­ja­ga nilai kear­i­fan lokal dan tetap berbaur seba­gai satu kesat­u­an yang utuh seba­gai war­ga negara Indone­sia.

“Di mana bumi dip­i­jak, di situ lan­git dijun­jung. Saya yakin masyarakat Jawa di sini mam­pu men­ja­ga kehar­mon­isan dan kekelu­ar­gaan den­gan selu­ruh lapisan masyarakat,” tam­bah­nya.

Seba­gai ben­tuk kepedu­lian ter­hadap pelestar­i­an budaya dan sejarah trans­mi­grasi, Guber­nur Ahmad Luth­fi akan men­gin­struk­sikan Bank Jateng untuk menyalurkan ban­tu­an hibah beru­pa seperangkat alat musik tra­di­sion­al game­lan yang dihara­p­kan dap­at men­dukung pelestar­i­an seni budaya dan nilai sejarah di Desa Bage­len.

Bupati Pesawaran Hj. Nan­da Indi­ra B. dalam sambu­tan­nya menyam­paikan uca­pan sela­mat datang dan apre­si­asi atas kun­jun­gan ker­ja Guber­nur Jawa Ten­gah beser­ta rom­bon­gan.

  179 Kepling Tebing Tinggi Sah Dilantik, A-PPI Tegaskan Proses Sesuai Aturan: yang Kalah Wajib Legowo

Pemkab Pesawaran merasa bang­ga dan berba­ha­gia kare­na Desa Bage­len men­ja­di salah satu lokasi kun­jun­gan ker­ja Guber­nur Jateng. Bupati Nan­da juga men­gapre­si­asi per­an masyarakat Desa Bage­len yang dini­lai mam­pu mer­awat sejarah trans­mi­grasi den­gan baik ser­ta berkon­tribusi aktif dalam pem­ban­gu­nan daer­ah.

“Mari kita jaga Desa Bage­len seba­gai warisan budaya dan sejarah, tan­pa melu­pakan akar his­toris yang men­ja­di iden­ti­tas kita bersama,” ajaknya.

Dalam kesem­patan terse­but, Bupati Pesawaran juga men­gu­las singkat sejarah Desa Bage­len yang bermu­la pada tahun 1905, keti­ka pemer­in­tah kolo­nial Belan­da memindahkan pen­duduk dari Bage­len, Jawa Ten­gah, ke wilayah Lam­pung melalui pro­gram kolonisasi. Para trans­mi­gran mem­bu­ka hutan, mem­ban­gun per­muki­man, dan mena­ta kehidu­pan baru den­gan seman­gat gotong roy­ong yang hing­ga kini masih melekat kuat dalam budaya masyarakat setem­pat.

Bupati berharap, kun­jun­gan ini dap­at mem­perku­at ker­ja sama antara Pemer­in­tah Provin­si Jawa Ten­gah dan Pemer­in­tah Provin­si Lam­pung, khusus­nya den­gan Kabu­pat­en Pesawaran.

“Kami berharap ter­jalin ker­ja sama yang sin­er­gis di berba­gai sek­tor, mulai dari per­tan­ian, seni budaya, pemer­in­ta­han, hing­ga perda­gan­gan, demi kese­jahter­aan masyarakat,” katanya.

Semen­tara itu, Wak­il Guber­nur Lam­pung Jihan Nurlela men­je­laskan bah­wa kun­jun­gan Guber­nur Jawa Ten­gah ke Lam­pung bukan sekadar silat­u­rah­mi, melainkan bagian dari misi strate­gis ker­ja sama antarprovin­si.

  BRI Kanca Perdagangan Turun Langsung Berikan Bantuan kepada Warga Dua Desa Terdampak

Provin­si Jawa Ten­gah dan Provin­si Lam­pung menu­rut­nya telah menan­datan­gani nota kesep­a­haman (MoU) ker­ja sama, ter­ma­suk di sek­tor pari­wisa­ta dan sek­tor lain­nya, den­gan nilai transak­si yang dis­ep­a­kati men­ca­pai sek­i­tar Rp830 mil­iar.

Menu­rut Wagub Jihan, ker­ja sama terse­but dihara­p­kan men­ja­di stim­u­lus pem­ban­gu­nan yang berke­lan­ju­tan dan berdampak lang­sung ter­hadap per­tum­buhan ekono­mi masyarakat Lam­pung.

“Sek­i­tar 60 persen masyarakat Lam­pung bersuku Jawa. Artinya, masyarakat Jawa, khusus­nya dari Jawa Ten­gah, bukan hanya bagian dari sejarah, tetapi juga motor peng­ger­ak pem­ban­gu­nan dan per­ad­a­ban di Lam­pung,” tam­bah­nya.

Pada kesem­patan terse­but, Guber­nur Ahmad Luth­fi juga mengge­lar sesi dia­log bersama war­ga Desa Bage­len untuk menden­garkan aspi­rasi ser­ta berba­gi pan­dan­gan terkait pem­ban­gu­nan dan pelestar­i­an nilai sejarah trans­mi­grasi.

Usai bersi­lat­u­rah­mi, rom­bon­gan melan­jutkan kun­jun­gan ke Muse­um Trans­mi­grasi Provin­si Lam­pung yang bera­da di Desa Bage­len, Keca­matan Gedong Tataan. Di muse­um terse­but, Guber­nur dan rom­bon­gan menyak­sikan lang­sung berba­gai kolek­si, arsip, foto, dan dio­ra­ma yang merekam per­jalanan pan­jang sejarah trans­mi­grasi di Indone­sia.

Penulis: (kaper­wil).