Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Hukum

Studio 21 Beroperasi Kembali, Diduga Kebal Hukum — DPP KOMPI B Desak Kapolri Perintahkan Tindakan Tegas

129
×

Studio 21 Beroperasi Kembali, Diduga Kebal Hukum — DPP KOMPI B Desak Kapolri Perintahkan Tindakan Tegas

Sebarkan artikel ini

Pematangsiantar —Snipernew.id

Polemik sep­utar tem­pat hibu­ran malam Stu­dio 21 kem­bali men­cu­at sete­lah lokasi terse­but kem­bali berop­erasi bebas, mes­ki beber­a­pa bulan lalu telah dipasang garis polisi terkait pen­gungka­pan kasus dugaan peredaran narkoti­ka jenis ekstasi.

Dalam operasi sebelum­nya, aparat Kepolisian dise­but berhasil menga­mankan sejum­lah pelaku beser­ta barang buk­ti pil ekstasi. Namun, pemi­lik gedung yang dike­nal den­gan inisial A (Amut) dise­but-sebut tidak tersen­tuh pros­es hukum, sehing­ga memu­nculkan per­tanyaan pub­lik men­ge­nai kete­gasan pene­gakan hukum di wilayah terse­but.

Per­tanyaan Pub­lik: Ada Apa den­gan Pene­gakan Hukum?

  Satlantas Polres Bulukumba Lakukan Penindakan Terhadap Pengendara Melawan Arus

Kem­balinya Stu­dio 21 berop­erasi tan­pa ham­bat­an memicu kere­sa­han di ten­gah masyarakat. Banyak pihak mem­per­tanyakan bagaimana mungkin tem­pat yang sebelum­nya disinyalir seba­gai lokasi peredaran narkoti­ka dap­at dibu­ka kem­bali tan­pa ada keje­lasan pros­es hukum ter­hadap pemi­lik tem­pat.

Sejum­lah war­ga meni­lai hal ini men­ja­di indikasi lemah­nya pen­gawasan dan penin­dakan ter­hadap penye­dia fasil­i­tas yang diduga turut mem­beri ruang bagi prak­tik peredaran narkoti­ka.

Ket­ua DPP KOMPI B Mende­sak Kapol­ri Turun Tan­gan

Ket­ua Dewan Pimp­inan Pusat Komu­ni­tas Masyarakat Peduli Indone­sia Baru (DPP KOMPI B), Hen­der­son Silalahi, menyam­paikan sikap tegas­nya. Ia mem­inta Kapol­ri untuk men­gelu­arkan instruk­si lang­sung kepa­da Kapol­da Sumat­era Utara (Kapolda­su) agar mengam­bil langkah tegas dan transparan.

> “Pene­gakan hukum tidak boleh tebang pil­ih. Jika benar tem­pat terse­but per­nah men­ja­di lokasi peredaran narkoti­ka, maka penye­dia tem­pat juga harus dim­intai per­tang­gung­jawa­ban. Kami mende­sak Kapol­ri untuk mem­beri per­in­tah tegas kepa­da Kapolda­su agar mem­pros­es Amut secara hukum dan menut­up per­ma­nen Stu­dio 21,” ujar Hen­der­son.

  P2NAPAS Sepakat Dengan BPK Terkait Rekomendasi Atas Permasalahan Kinerja Efektifitas Persiapan Penyelenggara Pemilihan Umum tahun

 

Hen­der­son meni­lai bah­wa pem­biaran seper­ti ini dap­at men­coreng mar­wah kepolisian dan menu­runk­an keper­cayaan masyarakat ter­hadap insti­tusi pene­gak hukum.

Poten­si Pelang­garan Hukum yang Bisa Dike­nakan

Jika pros­es hukum dilan­jutkan, pemi­lik tem­pat berpoten­si dijer­at den­gan pasal-pasal berikut, apa­bi­la ter­buk­ti secara sah dan meyakinkan di pen­gadi­lan:

1. UU No. 35 Tahun 2009 ten­tang Narkoti­ka

Pasal 131

Seti­ap orang yang menge­tahui tetapi tidak mela­porkan adanya tin­dak pidana narkoti­ka dap­at dip­i­dana.

Pasal 55 dan 56 KUHP (Turut Ser­ta & Mem­ban­tu)

Pemi­lik tem­pat dap­at dipros­es jika ter­buk­ti turut ser­ta, mem­biarkan, atau mem­beri kesem­patan sehing­ga peredaran narkoti­ka ter­ja­di di tem­pat­nya.

Pasal 114, 112, 127 (untuk pelaku lang­sung)

Mes­ki lebih ditu­jukan untuk pelaku pengedar/pengguna, namun dap­at men­ja­di dasar pengem­ban­gan kasus oleh penyidik.

  Rizal Bakri Ungkap Dugaan Dana Desa Fiktif Simpang Koje ke Polres Madina

 

2. UU No. 2 Tahun 2002 ten­tang Kepolisian Repub­lik Indone­sia

Men­gatur kewa­jiban kepolisian untuk melakukan pene­gakan hukum tan­pa diskrim­i­nasi.

3. Perda/Perizinan Tem­pat Hibu­ran

Jika dite­mukan pelang­garan izin:

Tem­pat hibu­ran dap­at ditut­up sementara/parmanen oleh pemer­in­tah daer­ah.

Desakan Penu­tu­pan Per­ma­nen Stu­dio 21

Hen­der­son mene­gaskan bah­wa demi kepentin­gan masyarakat luas, Stu­dio 21 sebaiknya ditut­up per­ma­nen jika hasil pemerik­saan mem­buk­tikan adanya pelang­garan berat, khusus­nya terkait narkoti­ka yang meru­pakan keja­hatan luar biasa (extra­or­di­nary crime).

Pub­lik Menung­gu Keje­lasan

Hing­ga saat ini belum ada keteran­gan res­mi men­ge­nai alasan Stu­dio 21 dap­at kem­bali berop­erasi. Masyarakat dan lem­ba­ga sosial menung­gu sikap tegas aparat pene­gak hukum untuk memas­tikan bah­wa kasus ini tidak men­ja­di preseden buruk men­ge­nai adanya “kebal hukum” bagi pihak ter­ten­tu.

Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *