Berita Hukum

Gemapronadi: Pemerintah Daerah Jangan Jadi Pelindung Tempat Maksiat

680
×

Gemapronadi: Pemerintah Daerah Jangan Jadi Pelindung Tempat Maksiat

Sebarkan artikel ini

PematangsiantarSnipernew.id

Polemik keber­adaan Koin Bar di Jalan Para­p­at, Kelu­ra­han Tong Marim­bun, Keca­matan Siantar Marim­bun, Kota Pematangsiantar kem­bali men­cu­at sete­lah beber­a­pa wak­tu lalu pemi­lik tem­pat hibu­ran terse­but, Mimi, ditangkap oleh tim Mabes Pol­ri terkait dugaan keter­li­batan dalam kasus narko­ba. Penangka­pan itu seharus­nya men­ja­di alarm keras bagi aparat dan pemer­in­tah daer­ah untuk segera mengam­bil tin­dakan tegas, khusus­nya men­cabut izin opera­sion­al bar yang diang­gap rawan men­ja­di sarang tin­dak pidana.

Ger­akan Masyarakat Anti Pros­ti­tusi, Narko­ba dan Judi (Gemaprona­di) meni­lai pemer­in­tah daer­ah terke­san tut­up mata atas per­soalan ini. “Kami mem­per­tanyakan men­ga­pa izin Koin Bar masih tetap dib­iarkan berlaku mes­ki pemi­liknya sudah ditangkap Mabes Pol­ri. Hal ini jelas mem­buk­tikan lemah­nya pen­gawasan dan adanya pem­biaran yang berpoten­si merusak gen­erasi muda,” tegas Ket­ua Gemaprona­di, Andi Ryansah, Senin (6/10/2025).

  Tim Penyidik Kejati Sulsel Lakukan Upaya Paksa Tangkap Tersangka Dugaan Korupsi

Lebih lan­jut, Gemaprona­di mende­sak pemer­in­tah tidak hanya men­cabut izin, tetapi juga menut­up Koin Bar secara per­ma­nen. Menu­rut mere­ka, tem­pat hibu­ran malam terse­but rentan dijadikan lokasi peredaran narko­ba, prak­tik pros­ti­tusi, hing­ga tin­dak pidana perda­gan­gan orang (TPPO). “Koin Bar harus dirazia seti­ap hari bila memang masih dibu­ka. Tidak boleh ada tol­er­an­si, kare­na jika dib­iarkan, keja­di­an seru­pa bisa teru­lang,” ujar Andi Ryansah.

Hal sena­da dis­am­paikan Ket­ua Lem­ba­ga Per­lin­dun­gan Anak Indone­sia (LPAI), Tri Uto­mo. Ia mengin­gatkan pemer­in­tah agar lebih serius dalam menan­gani poten­si TPPO yang bisa saja ter­ja­di di lokasi-lokasi hibu­ran malam semacam Koin Bar. “Kasus TPPO marak ter­ja­di den­gan modus men­gatas­na­makan hibu­ran. Pemer­in­tah harus segera mengam­bil langkah pence­ga­han sebelum kor­ban-kor­ban ber­jatuhan, teruta­ma anak di bawah umur,” ungkap­nya.

  Viral Curhat Warga: Urus Surat Cerai Sendiri Cuma Rp450 Ribu, Bandingkan dengan Jasa Pengacara Puluhan Juta

Tri Uto­mo menam­bahkan, per­lin­dun­gan anak tidak bisa dinegosi­asikan. Seti­ap tem­pat yang rawan dijadikan ajang eksploitasi, baik sek­su­al maupun tena­ga ker­ja, harus men­da­p­atkan pen­gawasan ketat. “Negara tidak boleh kalah oleh oknum pemi­lik bar atau pihak-pihak yang hanya men­cari keun­tun­gan. Jika pemer­in­tah lalai, maka sama saja ikut mem­biarkan ter­jadinya keja­hatan ter­hadap kemanu­si­aan,” katanya den­gan nada tegas.

Di sisi lain, masyarakat sek­i­tar Jalan Para­p­at juga mulai resah den­gan keber­adaan Koin Bar. War­ga khawatir jika bar terse­but terus dib­iarkan berop­erasi, akan menim­bulkan dampak sosial yang lebih besar, seper­ti meningkat­nya krim­i­nal­i­tas, kerusakan moral, dan rusaknya masa depan gen­erasi muda. Beber­a­pa tokoh masyarakat bahkan siap turun lang­sung mengge­lar aksi protes jika pemer­in­tah tidak segera bertin­dak.

  PN Karawang Gelar Sidang di Lokasi Sengekata Lahan Warga dan Pengembang Perumahan Citra Swarna Grande

Gemaprona­di bersama LPAI beren­cana melayangkan surat res­mi kepa­da pemer­in­tah daer­ah, kepolisian, hing­ga kementer­ian terkait untuk mende­sak agar Koin Bar segera ditut­up. Mere­ka juga mene­gaskan akan men­gaw­al per­soalan ini hing­ga tun­tas, sebab kasus penangka­pan pemi­liknya oleh Mabes Pol­ri men­ja­di buk­ti kuat bah­wa tem­pat terse­but tidak layak lagi men­da­p­at tol­er­an­si.

Den­gan semakin banyaknya sorotan dan desakan pub­lik, kini bola panas bera­da di tan­gan pemer­in­tah daer­ah. Apakah Koin Bar akan tetap diberi ruang untuk berop­erasi, atau jus­tru ditin­dak tegas demi menye­la­matkan masyarakat dari anca­man narko­ba, pros­ti­tusi, dan perda­gan­gan orang? Wak­tu yang akan men­jawab, namun suara pub­lik sudah jelas: Koin Bar harus ditut­up, tan­pa kom­pro­mi.

Redak­si

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *