Berita Peristiwa

Gelombang Protes Eropa Meledak Usai Israel Cegat Kapal Bantuan ke Gaza

222
×

Gelombang Protes Eropa Meledak Usai Israel Cegat Kapal Bantuan ke Gaza

Sebarkan artikel ini

SniperNew.id — Puluhan ribu war­ga di berba­gai negara Eropa turun ke jalan untuk menyuarakan kemara­han mere­ka ter­hadap tin­dakan Israel yang mence­gat kapal ban­tu­an Glob­al Sumud Flotil­la (GSF) menu­ju Gaza. Aksi protes ini mere­bak luas dan berlang­sung di berba­gai kota besar, sete­lah lapo­ran menye­butkan bah­wa may­ori­tas kapal yang berangkat dari Spany­ol telah dita­han oleh angkatan laut Israel.

Kemara­han pub­lik Eropa memu­ncak sete­lah Israel mena­han puluhan kapal yang ter­gabung dalam arma­da Glob­al Sumud Flotil­la (GSF). Dari total 45 kapal yang berangkat dari Barcelona sejak Sep­tem­ber lalu, 41 kapal telah dita­han. Bersamaan den­gan itu, lebih dari 400 aktivis dan poli­tisi yang turut ser­ta dalam misi kemanu­si­aan terse­but ikut ditangkap.

Arma­da Glob­al Sumud Flotil­la meru­pakan inisi­atif inter­na­sion­al yang bertu­juan men­gir­imkan ban­tu­an kemanu­si­aan ke Gaza. Kapal-kapal ini mem­bawa logis­tik, makanan, obat-obatan, ser­ta kebu­tuhan daru­rat bagi war­ga Palesti­na yang sejak lama hidup dalam blokade.

Namun, operasi yang sem­u­la dise­but seba­gai “misi damai” itu beru­jung pada pena­hanan mas­sal oleh Israel. Tin­dakan terse­but memicu reak­si keras dari berba­gai kalan­gan, ter­ma­suk organ­isasi kemanu­si­aan, aktivis poli­tik, ser­ta masyarakat umum di banyak kota Eropa.

Seti­daknya lebih dari 400 aktivis dan poli­tisi dari berba­gai negara ikut ser­ta dalam arma­da ban­tu­an terse­but. Mere­ka berasal dari Eropa, Asia, hing­ga Afri­ka, dan dike­nal seba­gai sosok-sosok yang vokal men­dukung hak-hak raky­at Palesti­na.

  Kebakaran Hebat Landa Polindes di Dompu, Bangunan Ludes Terbakar

Mere­ka ditangkap keti­ka kapal yang mere­ka tumpan­gi dice­gat oleh angkatan laut Israel di perairan inter­na­sion­al. Israel beralasan langkah terse­but dilakukan demi alasan kea­manan, den­gan tuduhan bah­wa pen­gi­r­i­man ban­tu­an bisa dis­alah­gu­nakan oleh kelom­pok bersen­ja­ta di Gaza.

Di sisi lain, para aktivis menye­but tin­dakan Israel itu seba­gai ben­tuk pelang­garan ter­hadap hukum inter­na­sion­al. Sebab, mere­ka mengk­laim hanya mem­bawa ban­tu­an kemanu­si­aan tan­pa muatan sen­ja­ta.

Protes besar-besaran mere­bak di sejum­lah kota Eropa. Mas­sa memenuhi jalan-jalan uta­ma di kota Bil­bao, Sevil­la, Valen­cia, Paris, Mar­seille, Brus­sels, Jenewa, hing­ga kota-kota di Italia.

Salah satu reka­man video yang terse­bar luas mem­per­li­hatkan demon­strasi di Bel­gia. Dalam video itu, ter­li­hat seo­rang demon­stran men­ge­nakan penut­up wajah dan syal Palesti­na sam­bil men­gibarkan ben­dera Palesti­na dari sebuah ban­gu­nan.

Kota Brus­sels, yang juga men­ja­di pusat poli­tik Uni Eropa, men­ja­di titik protes terbe­sar. Ribuan orang berkumpul di depan gedung-gedung pemer­in­ta­han dan kan­tor per­wak­i­lan inter­na­sion­al, menyerukan penghent­ian blokade Gaza dan pem­be­basan para aktivis yang dita­han.

Gelom­bang protes mulai muncul segera sete­lah lapo­ran pena­hanan arma­da GSF diber­i­takan ke pub­lik. Sejak awal Okto­ber, aksi-aksi sol­i­dar­i­tas dige­lar serentak di berba­gai negara.

Di Spany­ol, tem­pat keberangkatan arma­da, aksi per­ta­ma berlang­sung di kota Barcelona. Tidak lama kemu­di­an, aksi menye­bar ke kota-kota lain seper­ti Sevil­la dan Valen­cia. Di Pran­cis, ribuan mas­sa berkumpul di Paris dan Mar­seille.

Aksi berlan­jut di akhir pekan di kota-kota besar Eropa lain­nya, ter­ma­suk Brus­sels dan Jenewa. Gelom­bang protes diperki­rakan masih akan berlang­sung dalam beber­a­pa hari men­datang, mengin­gat banyaknya aktivis dan kelom­pok sol­i­dar­i­tas yang menyerukan aksi lan­ju­tan.

Alasan uta­ma gelom­bang protes ini adalah kemara­han atas tin­dakan Israel yang diang­gap melang­gar hukum inter­na­sion­al den­gan mence­gat arma­da ban­tu­an kemanu­si­aan. Para demon­stran meni­lai tin­dakan itu seba­gai ben­tuk pelang­garan hak asasi manu­sia, kare­na meng­ha­lan­gi ban­tu­an bagi raky­at Gaza yang saat ini hidup dalam kon­disi kri­sis kemanu­si­aan.

  Telah Terjadi Kecelakaan Lalu Lintas Ringan di Depan Indomaret Jalan Cigadung Raya Timur, Bandung: Tidak Ada Korban Jiwa, Warga Diimbau Selalu Waspada Saat Berkendara

Selain itu, penangka­pan lebih dari 400 aktivis dan poli­tisi diang­gap seba­gai upaya mem­bungkam suara sol­i­dar­i­tas inter­na­sion­al. Para pen­gun­juk rasa menun­tut pem­be­basan segera bagi semua yang dita­han, ser­ta desakan agar Israel menghen­tikan blokade ter­hadap Gaza.

Sejum­lah tokoh poli­tik Eropa juga menyuarakan kepri­hati­nan. Mere­ka meni­lai Israel telah melam­paui batas dalam melakukan tin­dakan repre­sif, dan menun­tut pemer­in­tah mas­ing-mas­ing untuk mengam­bil sikap diplo­matik tegas.

Dari pan­tauan media, aksi protes di berba­gai kota berlang­sung den­gan beragam dinami­ka.

Di Brus­sels, mas­sa mem­bawa ben­dera Palesti­na dan span­duk bertuliskan “Free Gaza” ser­ta “Stop the Block­ade”. Sejum­lah aktivis mengge­lar orasi, menud­ing Israel seba­gai pihak yang bertang­gung jawab atas pen­der­i­taan raky­at Palesti­na.

Di Paris, aksi diwar­nai den­gan nyanyian dan seru­an sol­i­dar­i­tas. Beber­a­pa kelom­pok maha­siswa dan organ­isasi kemanu­si­aan ikut ser­ta, mem­ben­tuk barisan pan­jang yang memenuhi jalan uta­ma kota.

Semen­tara itu, di Italia, demon­strasi dige­lar di depan kan­tor per­wak­i­lan Uni Eropa, menun­tut adanya tekanan poli­tik ter­hadap Israel.

Meskipun seba­gian besar aksi berlang­sung damai, ter­da­p­at lapo­ran ben­trokan kecil antara demon­stran dan aparat kea­manan di beber­a­pa kota. Namun sejauh ini, tidak ada lapo­ran men­ge­nai kor­ban serius.

Gelom­bang protes ini tidak hanya ter­batas di Eropa. Sejum­lah negara lain di Asia dan Timur Ten­gah juga meny­atakan sol­i­dar­i­tas ter­hadap Glob­al Sumud Flotil­la.

Organ­isasi inter­na­sion­al yang berg­er­ak di bidang kemanu­si­aan menge­cam tin­dakan Israel yang dini­lai berten­tan­gan den­gan kon­ven­si inter­na­sion­al. Mere­ka menekankan bah­wa ban­tu­an kemanu­si­aan seharus­nya tidak boleh diha­lan­gi, teruta­ma keti­ka menyangkut kebu­tuhan dasar raky­at sip­il.

  Kebakaran Hebat Landa Pabrik di Cibinong, Asap Pekat Terlihat hingga Radius 1 Kilometer

Semen­tara itu, Israel tetap mem­per­ta­hankan posisinya den­gan alasan kea­manan. Pemer­in­tah Israel meny­atakan bah­wa mere­ka tidak bisa mem­biarkan kapal asing masuk ke Gaza tan­pa pen­gawasan, kare­na dikhawatirkan mem­bawa barang-barang ter­larang.

Namun, perny­ataan itu tidak meredakan kri­tik inter­na­sion­al. Seba­liknya, semakin banyak pihak yang menyerukan adanya penye­lidikan inde­pen­den ter­hadap pena­hanan arma­da GSF.

Aksi protes ini menun­jukkan bah­wa isu Palesti­na tetap men­ja­di per­ha­t­ian pub­lik inter­na­sion­al, khusus­nya di Eropa. Pena­hanan Glob­al Sumud Flotil­la dipredik­si akan memicu kete­gan­gan diplo­matik antara Israel dan sejum­lah negara Uni Eropa.

Selain itu, protes ini juga mem­per­li­hatkan semakin men­guat­nya sol­i­dar­i­tas inter­na­sion­al ter­hadap raky­at Gaza. Ribuan orang yang turun ke jalan men­ja­di buk­ti bah­wa isu kemanu­si­aan di Palesti­na tidak bisa dia­baikan begi­tu saja.

Jika pena­hanan para aktivis tidak segera ditin­dak­lan­ju­ti, kemu­ngk­i­nan besar gelom­bang protes akan semakin mem­be­sar dan berpoten­si mem­pen­garuhi kebi­jakan luar negeri negara-negara Eropa ter­hadap Israel.

Kasus pena­hanan arma­da Glob­al Sumud Flotil­la oleh Israel men­ja­di pemicu besar gelom­bang protes di Eropa. Den­gan 41 kapal dita­han dan lebih dari 400 aktivis ser­ta poli­tisi ditangkap, kemara­han pub­lik semakin melu­as.

Demon­strasi di berba­gai kota besar Eropa mene­gaskan bah­wa isu kemanu­si­aan di Gaza masih men­ja­di sorotan dunia. Pub­lik menun­tut adanya langkah nya­ta untuk menghen­tikan blokade, mem­be­baskan aktivis yang dita­han, ser­ta mem­bu­ka akses ban­tu­an kemanu­si­aan bagi raky­at Palesti­na.

Den­gan situ­asi yang terus berkem­bang, semua mata kini ter­tu­ju pada bagaimana respons pemer­in­tah Eropa dan organ­isasi inter­na­sion­al ter­hadap kri­sis yang ter­ja­di. (Ahm/abd).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *