Berita Daerah

Kapolda Aceh Pimpin Upacara Khidmat Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025

496
×

Kapolda Aceh Pimpin Upacara Khidmat Peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2025

Sebarkan artikel ini

Banda Aceh, SniperNew.id – 1 Oktober 2025 Kepolisian Daerah Aceh (Polda Aceh) menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2025 di Lapangan Mapolda Aceh. Upacara tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan dihadiri oleh para pejabat utama, personel Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN). Acara dipimpin langsung oleh Kapolda Aceh, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Marzuki Ali Basyah, MM.

Rangkaian upacara dimulai dengan penghormatan kepada para pahlawan melalui momen hening cipta, sebagai wujud penghargaan atas pengorbanan mereka dalam memperjuangkan ideologi negara. Selanjutnya, agenda dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila dan Pembukaan Undang‑Undang Dasar 1945, dilengkapi dengan pembacaan ikrar setia untuk mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara. Di bagian akhir, diselenggarakan doa bersama sebagai penutup upacara.

Tema yang diusung pada peringatan kali ini adalah “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”. Tema tersebut menegaskan kembali bahwa Pancasila diharapkan menjadi titik temu seluruh keberagaman Indonesia, sekaligus menjadi fondasi yang memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa.

  Kepemimpinan Tegas Kacabdin Wilayah II Lampung, Rodi Hayani Samsun dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan

Kapolda Aceh dalam amanatnya menyampaikan bahwa peringatan Hari Kesaktian Pancasila bukan sekadar upacara rutin tahunan, melainkan momentum reflektif untuk memperkuat komitmen kolektif dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa generasi muda harus terus dipupuk kesadarannya agar memahami makna dan relevansi Pancasila sebagai perekat bangsa di tengah tantangan zaman.

“Peringatan ini harus menjadi pengingat bahwa Pancasila bukan sekadar simbol, melainkan jiwa yang mesti terus dihidupkan,” ujar Kapolda Aceh.

Polda Aceh turut menegaskan bahwa upacara tersebut tidak hanya bersifat formalitas semata, melainkan juga sebagai sarana internal bagi institusi Polri  khususnya di wilayah Aceh untuk meneguhkan kembali dedikasi personel dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan bangsa sesuai nilai-nilai Pancasila.

Selain Polda Aceh, institusi kepolisian di berbagai daerah di Indonesia juga menyelenggarakan upacara serupa dengan tema yang sama “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya.” Misalnya, di Polda DIY, Kapolda bertindak sebagai inspektur upacara, dan seluruh rangkaian berlangsung dengan tertib dan penuh penghormatan.

  BRI Kanca Perdagangan Turun Langsung Berikan Bantuan kepada Warga Dua Desa Terdampak

Di Sulawesi Tengah, Polda Sulteng juga melaksanakan upacara dengan tema serupa. Upacara diwarnai oleh amanat yang mengajak seluruh personel untuk tidak hanya menjadikan Pancasila sebagai simbol, tetapi menjadikannya pedoman nyata dalam setiap langkah tugas.

Demikian juga di Kalimantan Utara, Polda Kaltara menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan semangat meneguhkan identitas bangsa dan komitmen terhadap nilai-nilai dasar negeri.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila setiap 1 Oktober selalu menjadi pengingat terhadap sejarah pahit perjuangan bangsa dalam mempertahankan ideologi negara dari berbagai ancaman, baik internal maupun eksternal. Nilai-nilai Pancasila  Ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial  diharapkan tidak hanya dipahami sebagai butir-butir dalam teks, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata sehari-hari dalam masyarakat, pemerintahan, dan institusi negara.

Melalui momentum ini, institusi keamanan seperti Polri menjadi corong penting penanaman nilai-nilai Pancasila. Dengan menjadikan Pancasila sebagai landasan berpikir, bertutur, dan bertindak, diharapkan seluruh personel Polri dapat semakin profesional, berintegritas, dan dicintai masyarakat.

Peringatan tersebut juga menjadi upaya simbolik untuk mengajak masyarakat luas, khususnya generasi muda, agar lebih mencintai Pancasila dan menyadari peranannya dalam menjaga keutuhan bangsa. Bila nilai-nilai Pancasila terus dihidupi, maka keragaman budaya, suku, agama, dan bahasa di Indonesia tidak akan menjadi sumber konflik, melainkan kekuatan bersama.

  Evakuasi Penumpang dari Jembatan Kuta Blang Tiba dengan Aman Menggunakan Hiace

Seiring perkembangan zaman dan pesatnya arus informasi digital, tantangan terhadap kohesi sosial semakin nyata. Oleh karena itu, penguatan ideologi melalui pendidikan, budaya, dan kehidupan sosial menjadi sangat penting agar tidak mudah terkikis oleh pengaruh negatif seperti radikalisme, intoleransi, dan disinformasi.

Dengan ditutupnya upacara melalui doa bersama, Polda Aceh berharap agar seluruh personel Polri dan masyarakat Aceh senantiasa diberikan kekuatan dalam menjalankan tugas mengamankan, menjaga ketertiban, serta menjaga persatuan bangsa. Nilai-nilai Pancasila bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan pijakan hidup yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Melalui tema “Pancasila Perekat Bangsa Menuju Indonesia Raya”, peringatan kali ini menjadi panggilan bagi seluruh elemen bangsa untuk memperkokoh persatuan, menghormati perbedaan, dan menguatkan komitmen keberagaman sebagai kekayaan bangsa agar Indonesia tetap bertahan sebagai satu kesatuan yang utuh dan mulia.

Kalau kamu mau, saya bisa kirim versi naskah liputan siap cetak lengkap dengan foto yang cocok, atau ringkasan versi media online. Mau saya siapkan?

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *