Berita Daerah

Minilokakarya Percepatan Penanganan Stunting Digelar di Pagelaran, Hadir Lima Kecamatan

452
×

Minilokakarya Percepatan Penanganan Stunting Digelar di Pagelaran, Hadir Lima Kecamatan

Sebarkan artikel ini

Pringsewu, SniperNew.id – Upaya pemer­in­tah daer­ah dalam menu­runk­an angka stunt­ing terus digen­car­kan. Salah sat­un­ya den­gan mengge­lar Minilokakarya Per­cepatan Penan­ganan Stunt­ing yang berlang­sung di Keca­matan Page­laran, Kabu­pat­en Pringsewu, Senin (29/09). Acara terse­but dihadiri per­wak­i­lan dari lima keca­matan, yaitu Page­laran, Gad­in­gre­jo, Pringsewu, Ambarawa, dan Par­da­su­ka.

Kegiatan ini bukan meru­pakan forum Musyawarah Peren­canaan Pem­ban­gu­nan (Mus­ren­bang), melainkan forum khusus yang difokuskan pada isu kese­hatan, teruta­ma pence­ga­han dan per­cepatan penu­runan stunt­ing.

Minilokakarya stunt­ing adalah forum lin­tas sek­tor yang bertu­juan mem­ba­has strate­gi, sin­er­gi, ser­ta langkah nya­ta antar-pemangku kepentin­gan dalam per­cepatan penan­ganan stunt­ing. Forum ini meli­batkan berba­gai unsur, mulai dari pemer­in­tah keca­matan, puskesmas, perangkat pekon/kelurahan, hing­ga kad­er kese­hatan dan tokoh masyarakat.

Stunt­ing sendiri adalah kon­disi gagal tum­buh pada anak bali­ta aki­bat keku­ran­gan gizi kro­nis dalam wak­tu lama. Anak yang men­gala­mi stunt­ing memi­li­ki ting­gi badan lebih pen­dek dari rata-rata usianya ser­ta berisiko men­gala­mi gang­guan perkem­ban­gan kog­ni­tif.

Berdasarkan data pemer­in­tah, angka stunt­ing di Indone­sia masih bera­da pada angka sek­i­tar 21,6 persen pada 2022. Pemer­in­tah menar­getkan angka terse­but turun men­ja­di 14 persen pada 2024. Upaya penu­runan stunt­ing ini dilakukan secara ter­padu melalui pen­ingkatan kual­i­tas layanan gizi, kese­hatan ibu dan anak, san­i­tasi, ser­ta edukasi kepa­da masyarakat.

  Siklon Bakung Menguat, Masyarakat Diminta Tetap Waspada Tenang

Minilokakarya di Keca­matan Page­laran dihadiri oleh camat, kepala puskesmas, perangkat pekon, dan unsur lin­tas sek­tor lain­nya dari lima keca­matan, Yaitu: Keca­matan Page­laran, Keca­matan Gad­in­gre­jo, Keca­matan Pringsewu, Keca­matan Ambarawa, Keca­matan Par­da­su­ka.

Selain itu, turut hadir para kad­er kese­hatan, tokoh aga­ma, tokoh masyarakat, ser­ta organ­isasi perem­puan yang sela­ma ini men­ja­di mitra dalam pro­gram kese­hatan ibu dan anak.

Camat Ambarawa, Anton Dwi Wahy­ono, SE., M.Si., menyam­paikan pan­dan­gan­nya men­ge­nai pent­ingnya forum ini melalui pesan What­sApp kepa­da awak media.

Minilokakarya ini san­gat pent­ing kare­na stunt­ing bukan hanya masalah gizi, tetapi masalah masa depan gen­erasi kita. Anak-anak yang sehat adalah modal pem­ban­gu­nan bangsa. Den­gan forum ini, kita bisa meny­atukan langkah, baik dari keca­matan, puskesmas, maupun masyarakat,” ujar Anton, Senin (29/09).

Anton mene­gaskan bah­wa per­an lin­tas sek­tor san­gat menen­tukan keber­hasi­lan pro­gram per­cepatan penu­runan stunt­ing. Menu­rut­nya, camat, kepala pekon, bidan desa, hing­ga kad­er Posyan­du memi­li­ki tang­gung jawab bersama dalam mem­berikan edukasi kepa­da masyarakat.

Kita harus pastikan ibu hamil men­da­p­at asu­pan gizi yang baik, bali­ta rutin dibawa ke Posyan­du, dan kelu­ar­ga mema­ha­mi pent­ingnya san­i­tasi. Kalau ini kita ker­jakan bersama, saya opti­mistis angka stunt­ing di Kabu­pat­en Pringsewu bisa ditekan,” imbuh­nya.

Stunt­ing tidak hanya berpen­garuh pada ting­gi badan anak, tetapi juga berdampak pada perkem­ban­gan otak, kecer­dasan, dan pro­duk­tiv­i­tas saat dewasa. Den­gan kata lain, stunt­ing adalah anca­man ter­hadap kual­i­tas sum­ber daya manu­sia Indone­sia.

  CCTV Sahur: Rumah DPRD Bogor Nyaris Dibobol

Menu­rut Anton, salah satu penye­bab masih tingginya angka stunt­ing adalah kurangnya kesadaran masyarakat men­ge­nai pola makan bergizi seim­bang. Selain itu, fak­tor lingkun­gan, san­i­tasi yang buruk, dan per­i­laku hidup bersih juga ikut memen­garuhi.

Masih banyak kelu­ar­ga yang kurang paham ten­tang pent­ingnya pem­ber­ian ASI eksklusif, MPASI yang tepat, ser­ta pola asuh yang benar. Di sisi lain, san­i­tasi yang buruk juga mem­per­parah kon­disi ini. Jadi penan­ganan stunt­ing tidak bisa hanya oleh satu pihak, tapi harus kolab­o­ratif,” jelas Anton.

 

Dalam lokakarya ini, beber­a­pa strate­gi pent­ing diba­has, antara lain:

1. Pen­guatan Layanan Posyan­du
Posyan­du men­ja­di gar­da ter­de­pan dalam pence­ga­han stunt­ing. Melalui kegiatan pen­im­ban­gan, pem­ber­ian vit­a­min, imu­nisasi, dan edukasi, Posyan­du dihara­p­kan semakin aktif dan didukung penuh oleh masyarakat.

2. Pen­dampin­gan Ibu Hamil dan Bali­ta
Kad­er kese­hatan didorong untuk aktif men­dampin­gi ibu hamil, memas­tikan mere­ka rutin memerik­sakan kan­dun­gan, men­gon­sum­si tablet tam­bah darah, ser­ta men­ja­ga pola makan.

3. Pen­ingkatan Edukasi Gizi dan San­i­tasi
Edukasi ten­tang gizi seim­bang, pent­ingnya men­cu­ci tan­gan pakai sabun, ser­ta peng­gu­naan jam­ban sehat terus digalakkan.

4. Sin­er­gi Lin­tas Sek­tor
Pemer­in­tah keca­matan, puskesmas, dinas kese­hatan, perangkat pekon, dan tokoh masyarakat bek­er­ja sama secara ter­padu.

  GPIB PEDULI Bencana Banjir di Sumatera

5. Peman­faatan Data Ter­padu
Data bali­ta stunt­ing di mas­ing-mas­ing pekon diin­te­grasikan agar inter­ven­si lebih tepat sasaran.

Lokakarya berlang­sung dalam suasana penuh diskusi dan seman­gat kolab­o­rasi. Mas­ing-mas­ing keca­matan menyam­paikan lapo­ran singkat terkait kon­disi stunt­ing di wilayah­nya, sekali­gus kendala yang dihadapi di lapan­gan.

Dari lapo­ran terse­but, dike­tahui bah­wa tan­ta­n­gan uta­ma di beber­a­pa keca­matan adalah ren­dah­nya par­tisi­pasi masyarakat dalam kegiatan Posyan­du, ser­ta masih dite­mukan­nya kelu­ar­ga yang belum memi­li­ki san­i­tasi layak.

Sete­lah pema­paran, forum dilan­jutkan den­gan diskusi kelom­pok. Peser­ta meru­muskan ren­cana tin­dak lan­jut, seper­ti men­gop­ti­malkan per­an kad­er, meningkatkan koor­di­nasi antarin­stan­si, ser­ta meng­galakkan kam­pa­nye gizi seim­bang di seko­lah-seko­lah dan pekon.

Camat Ambarawa berharap minilokakarya ini bukan sekadar forum ser­e­mo­ni­al, melainkan men­ja­di momen­tum nya­ta untuk menu­runk­an angka stunt­ing.

“Kami ingin sete­lah forum ini, ada langkah konkret di lapan­gan. Mis­al­nya, semua pekon menar­getkan pen­ingkatan caku­pan kun­jun­gan Posyan­du hing­ga 90 persen, atau memas­tikan seti­ap ibu hamil men­da­p­at pen­dampin­gan kad­er. Kalau tar­get-tar­get kecil ini ter­ca­pai, maka tar­get besar untuk menu­runk­an stunt­ing juga bisa kita raih,” kata Anton.

Lebih jauh, ia menekankan pent­ingnya dukun­gan semua pihak, ter­ma­suk kelu­ar­ga, seko­lah, dan lem­ba­ga masyarakat. “Stunt­ing bukan hanya uru­san pemer­in­tah. Ini uru­san kita bersama. Kalau anak-anak kita sehat dan cer­das, masa depan Kabu­pat­en Pringsewu juga akan lebih baik,” tutup­nya. (abd/ahh/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *