Di hari yang suci ini, Pimpinan dan seluruh jajaran PT SNIPERNEW MEDIA PERS serta PT Karya Gemilang Pemburu Fakta bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H. Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Banner SNIPERNEW
Keluarga Besar PT SNIPERNEW MEDIA PERS dan PT Karya Gemilang Pemburu Fakta
bersama Media Online FaktaNow.pro dan SNIPERNEW.id mengucapkan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H
Minal Izin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin
Berita Politik

PDIP Tegas Pecat Anggota DPRD Gorontalo Wahyudin Moridu

1895
×

PDIP Tegas Pecat Anggota DPRD Gorontalo Wahyudin Moridu

Sebarkan artikel ini

Goronta­lo, SniperNew.id  – Par­tai Demokrasi Indone­sia Per­juan­gan (PDIP) mengam­bil langkah tegas ter­hadap salah satu kadernya di Provin­si Goronta­lo. Anggota DPRD Goronta­lo, Wahyudin Moridu, res­mi dipecat oleh par­tai sete­lah namanya viral di media sosial kare­na diduga melakukan tin­dakan yang diang­gap men­coreng nama baik par­tai ser­ta melang­gar atu­ran organ­isasi secara berat, Ming­gu (21/09/25).

Kabar peme­catan terse­but per­ta­ma kali dis­am­paikan oleh per­wak­i­lan DPP PDIP, Gun­tur Rom­li, yang men­je­laskan bah­wa kepu­tu­san ini diam­bil seba­gai ben­tuk per­tang­gung­jawa­ban par­tai ter­hadap pub­lik.

Tokoh uta­ma dalam peri­s­ti­wa ini adalah Wahyudin Moridu, anggota DPRD Goronta­lo dari Frak­si PDIP. Nama Wahyudin sebelum­nya sem­pat men­cu­at di ruang pub­lik kare­na pem­ber­i­taan dan viral di media sosial. Ia diduga melakukan tin­dakan tidak ter­pu­ji yang berhubun­gan den­gan keuan­gan negara.

Semen­tara itu, pihak yang berwe­nang mem­berikan keteran­gan res­mi adalah Gun­tur Rom­li, mewak­ili DPP PDIP. Ia mene­gaskan bah­wa kepu­tu­san peme­catan ini bukan hanya tang­gung jawab inter­nal, tetapi juga komit­men PDIP untuk men­ja­ga integri­tas par­tai di mata masyarakat.

Peri­s­ti­wa yang ter­ja­di adalah peme­catan Wahyudin Moridu dari keang­gotaan­nya di PDIP. Den­gan kepu­tu­san ini, Wahyudin otoma­tis kehi­lan­gan sta­tus­nya seba­gai kad­er par­tai, dan secara prose­dur­al, akan digan­tikan oleh calon peng­gan­ti antar wak­tu (PAW) di DPRD Goronta­lo.

  Partai Golkar dan PKB Purwakarta Lakukan Komunikasi Politik 

Alasan uta­ma peme­catan, menu­rut Gun­tur Rom­li, adalah pelang­garan berat yang dilakukan oleh Wahyudin. Gun­tur menyam­paikan bah­wa per­i­laku terse­but tidak bisa dito­lerir kare­na telah merugikan cit­ra par­tai ser­ta berpoten­si men­ciderai keper­cayaan masyarakat ter­hadap PDIP.

“Per­ta­ma, kami mem­o­hon maaf atas kelakuan kad­er kami. Kami lakukan eval­u­asi khusus­nya di DPD PDI Per­juan­gan Goronta­lo,” kata Gun­tur.

Keteran­gan peme­catan Wahyudin Moridu dis­am­paikan ke pub­lik pada Sep­tem­ber 2025, hanya beber­a­pa wak­tu sete­lah isu dugaan penyalah­gu­naan wewe­nang oleh Wahyudin men­ja­di viral di media sosial.

Momen­tum ini juga bertepatan den­gan meningkat­nya sorotan pub­lik ter­hadap integri­tas peja­bat daer­ah. Oleh kare­na itu, PDIP merasa per­lu mengam­bil langkah cepat agar tidak menim­bulkan kesan pem­biaran.

Kasus ini ber­pusat di Provin­si Goronta­lo, tem­pat Wahyudin Moridu men­ja­bat seba­gai anggota DPRD. Namun, kepu­tu­san peme­catan diam­bil secara lang­sung oleh Dewan Pimp­inan Pusat (DPP) PDIP di Jakar­ta.

Hal ini menun­jukkan bah­wa kasus terse­but men­da­p­at per­ha­t­ian serius dari pusat, bukan hanya ditan­gani di lev­el daer­ah.

Alasan uta­ma peme­catan Wahyudin adalah dugaan keter­li­batan dirinya dalam tin­dakan yang diang­gap men­coreng nama baik par­tai. Mes­ki PDIP tidak mer­in­ci secara detail apa ben­tuk pelang­garan yang dilakukan, Gun­tur Rom­li mene­gaskan bah­wa per­bu­atan Wahyudin ter­ma­suk kat­e­gori pelang­garan berat.

  Pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati Pasaman Sabar AS dan Sukardi SASUAI Resmi Mendaftar di KPU Pasaman

Sebelum­nya, Wahyudin sem­pat men­ja­di sorotan war­ganet sete­lah beredar kabar bah­wa ia diduga terkait penyalah­gu­naan uang negara. Hal ini­lah yang memicu reak­si keras dari pub­lik dan men­dorong PDIP untuk segera bertin­dak.

Pros­es peme­catan Wahyudin dilakukan melalui mekanisme inter­nal par­tai. PDIP memi­li­ki atu­ran ketat men­ge­nai kode etik dan disi­plin kad­er. Keti­ka seo­rang kad­er diang­gap melang­gar atu­ran terse­but, teruta­ma terkait integri­tas, par­tai tidak segan-segan men­jatuhkan sanksi tegas beru­pa peme­catan.

Langkah berikut­nya, sete­lah peme­catan, adalah pen­gusu­lan Per­gant­ian Antar Wak­tu (PAW) di DPRD Goronta­lo. Mekanisme PAW ini akan dilakukan oleh KPU sesuai atu­ran yang berlaku. Den­gan demikian, kur­si Wahyudin di DPRD tidak akan kosong, melainkan akan diisi oleh kad­er lain yang diang­gap lebih layak.

Kepu­tu­san PDIP untuk meme­cat Wahyudin Moridu mem­per­li­hatkan sikap tegas par­tai ter­hadap isu korup­si dan penyalah­gu­naan wewe­nang. Dalam perny­ataan­nya, Gun­tur Rom­li menekankan bah­wa PDIP tidak akan melin­dun­gi kad­er yang ter­buk­ti melang­gar hukum maupun nor­ma par­tai.

“Ini men­ja­di eval­u­asi menyelu­ruh di tubuh DPD PDIP Goronta­lo. Kami tidak ingin keja­di­an seru­pa teru­lang kem­bali,” tegas­nya.

Sikap ini juga sejalan den­gan ara­han Ket­ua Umum PDIP, Megawati Soekarnop­u­tri, yang selalu mengin­gatkan pent­ingnya integri­tas kad­er seba­gai rep­re­sen­tasi par­tai di ten­gah masyarakat.

Peme­catan Wahyudin Moridu ten­tu berdampak besar, baik bagi cit­ra prib­a­di yang bersangku­tan maupun bagi PDIP di Goronta­lo. Di satu sisi, pub­lik meli­hat langkah tegas ini seba­gai ben­tuk tang­gung jawab par­tai. Namun di sisi lain, kasus ini men­ja­di peringatan keras agar selu­ruh kad­er men­ja­ga per­i­laku dan kin­er­janya.

  Politikus Senior PDIP Aria Bima Menanggapi Rencana Pertemuan Antara Ketum PDIP

Penga­mat poli­tik lokal meni­lai, langkah PDIP bisa meredam keke­ce­waan masyarakat yang sebelum­nya ramai di media sosial. Den­gan menun­jukkan kete­gasan, PDIP berusa­ha mengem­ba­likan keper­cayaan pub­lik dan mem­perku­at posisi poli­tiknya men­je­lang agen­da-agen­da poli­tik berikut­nya.

Reak­si masyarakat ter­hadap peme­catan ini beragam. Di media sosial, banyak war­ganet yang men­gapre­si­asi kepu­tu­san PDIP kare­na dini­lai cepat dan tepat. Ada pula yang meni­lai bah­wa langkah ini seharus­nya men­ja­di con­toh bagi par­tai poli­tik lain untuk tidak menut­up-nutupi kasus pelang­garan kadernya.

Di sisi lain, seba­gian masyarakat masih menung­gu tin­dak lan­jut hukum ter­hadap Wahyudin Moridu. Peme­catan dari par­tai diang­gap belum cukup jika dugaan penyalah­gu­naan wewe­nang benar-benar ter­buk­ti.

Kasus peme­catan Wahyudin Moridu dari keang­gotaan­nya di PDIP men­ja­di pela­jaran pent­ing bagi dunia poli­tik Indone­sia. Par­tai poli­tik ditun­tut untuk tidak hanya menge­jar kekuasaan, tetapi juga men­ja­ga integri­tas kadernya.

PDIP, melalui langkah ini, berusa­ha menun­jukkan komit­men­nya ter­hadap prin­sip akunt­abil­i­tas dan transparan­si. Bagi masyarakat, kepu­tu­san ini sekali­gus men­ja­di hara­pan agar prak­tik poli­tik yang bersih dap­at semakin dite­gakkan di berba­gai lev­el pemer­in­ta­han.

Ke depan, pub­lik ten­tu akan terus meman­tau bagaimana pros­es hukum ber­jalan dan sejauh mana PDIP melakukan pem­be­na­han inter­nal, khusus­nya di Goronta­lo. (Red).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *