Berita Daerah

Bali Tegas Bongkar Bangunan di Sempadan Sungai, Antisipasi Banjir Besar Terulang

514
×

Bali Tegas Bongkar Bangunan di Sempadan Sungai, Antisipasi Banjir Besar Terulang

Sebarkan artikel ini

Den­pasar, SniperNew.id – Pas­ca­ban­jir besar yang melan­da Den­pasar baru-baru ini, Pemer­in­tah Provin­si Bali melalui Dewan Per­wak­i­lan Raky­at Daer­ah (DPRD) Bali bersama Bal­ai Wilayah Sun­gai (BWS) Bali–Nusa Peni­da mene­gaskan akan menin­dak tegas pelang­garan tata ruang di sem­padan sun­gai. Perny­ataan ini dis­am­paikan menyusul temuan adanya ban­gu­nan yang menyem­pitkan ali­ran sun­gai dan memicu lua­pan air saat ban­jir.

Langkah tegas pem­bongkaran ban­gu­nan serentak di selu­ruh Bali akan segera dilakukan untuk men­ja­ga kelestar­i­an sun­gai dan mence­gah ben­cana seru­pa di masa depan.

Beri­ta ini per­ta­ma kali dis­am­paikan akun media sosial kutaselatan.news melalui plat­form Threads, meny­oroti hasil pemerik­saan di Sun­gai Toh­pati, Den­pasar, di mana dite­mukan ban­gu­nan liar yang diduga men­ja­di salah satu penye­bab uta­ma melu­ap­nya air sun­gai saat ban­jir besar melan­da.

Bali akan melakukan pem­bongkaran besar-besaran ter­hadap ban­gu­nan di sem­padan sun­gai di selu­ruh wilayah provin­si. Kebi­jakan ini meru­pakan langkah nya­ta pemer­in­tah daer­ah untuk mene­gakkan atu­ran tata ruang dan melin­dun­gi eko­sis­tem sun­gai. Pemerik­saan di Sun­gai Toh­pati men­e­mukan ban­gu­nan-ban­gu­nan yang telah menyem­pitkan ali­ran air, sehing­ga menye­babkan ban­jir besar di Den­pasar baru-baru ini.

DPRD Bali dan BWS Bali–Nusa Peni­da meny­atakan, pelang­garan tata ruang ini tidak hanya merusak kelestar­i­an lingkun­gan, tetapi juga men­gan­cam kese­la­matan war­ga.

Selain itu, tin­dakan ini juga dimak­sud­kan seba­gai peringatan bagi selu­ruh masyarakat dan pengem­bang agar mematuhi per­at­u­ran terkait sem­padan sun­gai. Dalam beber­a­pa kasus sebelum­nya, pem­ban­gu­nan liar di sek­i­tar ali­ran sun­gai telah men­ja­di penye­bab uta­ma ben­cana ban­jir di berba­gai daer­ah di Indone­sia.

  22 Halte TransJakarta Rusak, Perbaikan Ditarget Rampung Awal September

Pihak uta­ma yang ter­li­bat dalam kebi­jakan ini adalah DPRD Bali dan Bal­ai Wilayah Sun­gai Bali–Nusa Peni­da (BWS Bali–Nusa Peni­da). Mere­ka bek­er­ja sama untuk melakukan pemerik­saan, pen­ert­iban, dan penin­dakan. Pemerik­saan lapan­gan yang dilakukan di Sun­gai Toh­pati meli­batkan sejum­lah anggota DPRD Bali ser­ta petu­gas tek­nis BWS. Selain itu, masyarakat setem­pat dan para pemi­lik ban­gu­nan di sem­padan sun­gai juga men­ja­di pihak yang ter­dampak lang­sung.

Kepa­da media, DPRD Bali mene­gaskan bah­wa langkah ini bukan sema­ta-mata tin­dakan repre­sif, tetapi meru­pakan upaya untuk men­ja­ga kelestar­i­an lingkun­gan dan mence­gah keru­gian lebih besar di masa men­datang. Masyarakat Bali juga dihara­p­kan turut berper­an aktif dalam pen­gawasan, ser­ta tidak melakukan pem­ban­gu­nan di wilayah sem­padan sun­gai.

Perny­ataan res­mi dan inspeksi lapan­gan ini dilakukan sete­lah ban­jir besar yang melan­da Den­pasar. Ung­ga­han di Threads oleh akun kutaselatan.news dipub­likasikan pada Kamis pagi, sek­i­tar pukul 08.30 WITA, hanya berse­lang beber­a­pa hari sete­lah ban­jir ter­ja­di. Pemer­in­tah daer­ah meren­canakan pem­bongkaran serentak dalam wak­tu dekat untuk memas­tikan tidak ada lagi ban­gu­nan liar yang meng­ha­lan­gi ali­ran air sun­gai saat musim hujan berikut­nya tiba.

Pemerik­saan awal dilakukan di Sun­gai Toh­pati, Den­pasar, Bali. Sun­gai ini men­ja­di salah satu titik rawan ban­jir sete­lah dite­mukan adanya ban­gu­nan yang mem­persem­pit ali­ran sun­gai. Namun, kebi­jakan pem­bongkaran ini akan dit­er­ap­kan di selu­ruh wilayah Bali. Semua sun­gai yang memi­li­ki ban­gu­nan di sem­padan akan diperik­sa secara menyelu­ruh. Wilayah-wilayah lain seper­ti Gian­yar, Tabanan, Badung, dan Karangasem juga diperki­rakan akan men­ja­di lokasi pen­ert­iban selan­jut­nya.

Alasan uta­ma di balik langkah tegas ini adalah pence­ga­han ben­cana ban­jir dan per­lin­dun­gan eko­sis­tem sun­gai. Pemerik­saan yang dilakukan men­e­mukan bah­wa ali­ran sun­gai menyem­pit kare­na ban­gu­nan liar, yang kemu­di­an memicu lua­pan air saat inten­si­tas hujan meningkat. Ban­jir besar di Den­pasar telah menye­babkan keru­gian mate­r­i­al dan gang­guan aktiv­i­tas war­ga. Pemer­in­tah daer­ah tidak ingin keja­di­an seru­pa teru­lang, teruta­ma men­je­lang musim penghu­jan yang biasanya datang den­gan curah hujan ting­gi.

  Wapres Gibran Temui Perwakilan Ojol di Istana, Aspirasi Komunitas Disampaikan Langsung

Selain itu, tin­dakan ini juga meru­pakan bagian dari upaya men­ja­ga kelestar­i­an lingkun­gan dan tata ruang wilayah Bali. Sun­gai bukan hanya salu­ran air tetapi juga bagian pent­ing dari eko­sis­tem yang menopang kehidu­pan. Pem­ban­gu­nan liar di sem­padan sun­gai tidak hanya men­gan­cam ali­ran air tetapi juga dap­at merusak keanekaraga­man hay­ati ser­ta kual­i­tas air sun­gai.

Ren­cana pem­bongkaran akan dilakukan secara serentak oleh tim gabun­gan dari DPRD Bali, BWS Bali–Nusa Peni­da, dan pemer­in­tah daer­ah. Langkah per­ta­ma adalah pemetaan dan ver­i­fikasi data terkait ban­gu­nan-ban­gu­nan yang bera­da di sem­padan sun­gai. Selan­jut­nya, pemi­lik ban­gu­nan akan diberikan peringatan dan wak­tu untuk mem­bongkar sendiri ban­gu­nan mere­ka. Jika tidak ada tin­dakan sukarela dari pemi­lik, maka pemer­in­tah akan melakukan pem­bongkaran pak­sa den­gan pen­gawasan ketat.

Selain pem­bongkaran, pemer­in­tah juga akan meningkatkan sosial­isasi terkait atu­ran sem­padan sun­gai kepa­da masyarakat. Pro­gram edukasi ten­tang pent­ingnya men­ja­ga eko­sis­tem sun­gai dan bahaya ban­jir akan dilakukan melalui berba­gai media, ter­ma­suk media sosial, perte­muan war­ga, dan ker­ja sama den­gan komu­ni­tas lingkun­gan. BWS Bali–Nusa Peni­da juga akan melakukan per­baikan dan nor­mal­isasi sun­gai di beber­a­pa titik untuk mem­per­lan­car ali­ran air.

Tin­dakan tegas ini diperki­rakan akan menim­bulkan dampak sosial jang­ka pen­dek, teruta­ma bagi war­ga yang memi­li­ki ban­gu­nan di sem­padan sun­gai. Namun, pemer­in­tah daer­ah mene­gaskan bah­wa langkah ini pent­ing untuk kese­la­matan masyarakat luas. Dalam jang­ka pan­jang, pem­bongkaran ban­gu­nan liar akan mengem­ba­likan fungsi sun­gai seba­gai jalur air ala­mi dan ruang hidup eko­sis­tem. Selain itu, pence­ga­han ban­jir juga akan mem­ban­tu men­gu­ran­gi keru­gian ekono­mi aki­bat kerusakan infra­struk­tur dan har­ta ben­da.

  Dinas PUPR Barito Utara Gelar Pengundian Kavling Secara Terbuka

Masyarakat dan aktivis lingkun­gan menyam­but baik langkah ini. Mere­ka meni­lai bah­wa pene­gakan atu­ran tata ruang yang kon­sis­ten adalah kun­ci untuk menghin­dari ben­cana alam. Banyak pihak juga menyerukan agar kebi­jakan ini dit­er­ap­kan secara adil dan transparan, tan­pa diskrim­i­nasi ter­hadap kelom­pok atau indi­vidu ter­ten­tu.

Beber­a­pa war­ga yang ting­gal di sek­i­tar Sun­gai Toh­pati meny­atakan dukun­gan mere­ka ter­hadap langkah pemer­in­tah. Mere­ka berharap tin­dakan ini benar-benar dilakukan secara menyelu­ruh dan tidak berhen­ti pada satu wilayah saja. Semen­tara itu, penga­mat lingkun­gan meni­lai bah­wa kebi­jakan ini bisa men­ja­di con­toh baik bagi daer­ah lain di Indone­sia yang meng­hadapi masalah seru­pa.

Menu­rut mere­ka, pen­gawasan yang lemah dan pene­gakan hukum yang tidak kon­sis­ten ser­ing kali men­ja­di akar masalah pem­ban­gu­nan liar di sem­padan sun­gai. Den­gan adanya pem­bongkaran serentak dan sosial­isasi yang tepat, Bali dap­at men­ja­di mod­el penataan sun­gai yang lebih baik.

Kasus ban­jir besar di Den­pasar telah mem­bu­ka mata banyak pihak ten­tang pent­ingnya men­ja­ga tata ruang dan eko­sis­tem sun­gai. Pemer­in­tah Bali melalui DPRD dan BWS Bali–Nusa Peni­da menun­jukkan kete­gasan dalam meng­hadapi pelang­garan di sem­padan sun­gai. Pem­bongkaran ban­gu­nan liar bukan hanya langkah daru­rat tetapi juga bagian dari strate­gi jang­ka pan­jang untuk melestarikan lingkun­gan dan melin­dun­gi masyarakat dari ben­cana.

Kebi­jakan ini menandai komit­men Bali untuk tetap men­ja­di provin­si yang peduli pada kese­im­ban­gan alam, mes­ki meng­hadapi tan­ta­n­gan urban­isasi dan pem­ban­gu­nan pesat. Den­gan pen­gawasan ketat, sosial­isasi yang menyelu­ruh, dan par­tisi­pasi masyarakat, dihara­p­kan ben­cana ban­jir besar tidak lagi men­ja­di anca­man serius bagi Pulau Dewa­ta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *