Bandung, SniperNew.id – Warga Desa Malakasari, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Selasa (16/9/2025) pagi dikejutkan oleh insiden sebuah mobil Calya berwarna hitam yang tercebur ke Sungai Cisangkuy. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 05.00 WIB dan sempat menjadi perhatian warga sekitar.
Peristiwa ini terjadi di kawasan Pameutingan, Desa Malakasari. Menurut informasi yang beredar di media sosial, mobil tersebut awalnya hendak dikeluarkan dari garasi dengan posisi mundur. Namun, karena gigi transmisi belum dipindahkan, mobil justru terus bergerak mundur hingga akhirnya masuk ke sungai.
Keterangan kronologis disampaikan oleh akun media sosial salisa08 yang menyebutkan bahwa peristiwa bermula ketika pemilik mobil hendak mengeluarkan kendaraannya dari garasi rumah. Proses pengeluaran mobil dilakukan dengan posisi mundur.
“Saat akan dimajukan, giginya belum diubah jadi mobilnya mundur terus masuk ke sungai,” tulis akun tersebut, sebagaimana dikutip dari unggahan info.cigadung.
Kondisi pagi hari yang masih cukup sepi membuat insiden ini sempat membuat panik keluarga dan tetangga sekitar. Mobil yang tercebur terlihat berada di tepi sungai dengan posisi sebagian badan mobil sudah tergenang air.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Warga yang mengetahui peristiwa ini segera memberikan pertolongan. Evakuasi dilakukan secara gotong royong oleh warga setempat yang kemudian mendapat bantuan dari pihak kepolisian.
Setelah beberapa waktu, mobil berhasil dievakuasi dari sungai dan diamankan. Video dan foto proses evakuasi sempat diabadikan warga dan beredar di media sosial sehingga menarik perhatian warganet.
Menurut laporan terakhir, tidak ada kerusakan serius yang menimbulkan bahaya tambahan. Namun, kondisi mobil kemungkinan memerlukan pemeriksaan lebih lanjut karena sempat terendam air sungai.
Peristiwa ini menjadi perbincangan hangat di kalangan warga setempat. Banyak yang merasa prihatin sekaligus lega karena tidak ada korban luka. Sejumlah warga yang menyaksikan evakuasi menyebut kejadian tersebut sebagai pelajaran penting agar pengendara selalu berhati-hati saat mengeluarkan kendaraan dari garasi, terutama yang berada di dekat area terbuka atau tepi sungai.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Cuma kaget saja karena pagi-pagi sudah ramai ada mobil di sungai,” kata seorang warga yang ikut membantu evakuasi.
Sungai Cisangkuy dikenal sebagai salah satu aliran sungai yang cukup ramai dilewati warga untuk aktivitas sehari-hari. Wilayah Pameutingan sendiri memiliki sejumlah titik yang cukup dekat dengan pemukiman. Kejadian seperti ini dinilai bisa membahayakan jika tidak segera ditangani, terutama saat debit air sungai sedang tinggi.
Pihak kepolisian setempat mengimbau masyarakat yang memiliki rumah di dekat sungai agar selalu waspada saat memarkir dan mengeluarkan kendaraan. Selain itu, pemasangan pengaman tambahan di halaman rumah seperti pembatas atau pagar dapat menjadi solusi untuk mengurangi risiko mobil tergelincir.
Kejadian ini mengingatkan masyarakat pentingnya memastikan posisi transmisi dan rem tangan sudah aman sebelum menjalankan mobil. Hal ini terutama berlaku untuk mobil bertransmisi manual, di mana perpindahan gigi harus diperiksa sebelum mobil dijalankan.
Praktisi keselamatan berkendara juga menekankan pentingnya edukasi dasar bagi pengemudi keluarga agar kejadian serupa dapat dihindari. Pengecekan sederhana seperti memastikan gigi transmisi di posisi netral atau mundur saat parkir di area miring, serta memastikan rem tangan berfungsi, dapat mencegah kecelakaan rumah tangga yang tak terduga.
Unggahan mengenai insiden mobil tercebur ke Sungai Cisangkuy ini ramai dibagikan oleh sejumlah akun informasi lokal. Salah satunya akun info.cigadung yang memposting foto mobil berada di sungai disertai keterangan kronologi. Postingan tersebut mendapat ratusan komentar dari warganet.
Sebagian warganet menyoroti kelalaian teknis yang menjadi penyebab mobil bisa mundur tanpa kontrol. Ada pula yang memberikan saran agar masyarakat lebih berhati-hati saat mengeluarkan mobil dari garasi, khususnya di area rumah yang memiliki akses langsung ke jalan atau dekat sungai.
Kasus mobil tercebur ke sungai ini menjadi pengingat bahwa kecelakaan tidak hanya terjadi di jalan raya, tetapi juga bisa menimpa siapa saja di rumah. Situasi yang terlihat sederhana seperti mengeluarkan mobil dari garasi bisa berujung petaka jika pengemudi lengah.
Pakar transportasi menganjurkan agar pengendara melakukan kebiasaan baik sebelum berkendara, seperti:
1. Memeriksa posisi gigi transmisi – pastikan sesuai dengan arah yang diinginkan.
2. Mengecek rem tangan – pastikan rem tangan dilepas atau dipasang sesuai kebutuhan.
3. Memastikan area sekitar aman – periksa apakah ada anak-anak, hewan, atau penghalang di sekitar mobil.
4. Mengemudi perlahan saat keluar garasi – terutama bila area sekitar memiliki kemiringan atau berbatasan dengan jalan atau sungai.
Pemerintah desa setempat bersama warga berencana menambah rambu peringatan dan pengaman sederhana di sekitar tepian sungai agar kejadian serupa tidak terulang. Selain itu, warga diimbau untuk memasang pengaman di halaman rumah seperti pagar atau stopper ban.
Peristiwa mobil Calya yang tercebur ke Sungai Cisangkuy Baleendah ini memang tidak menimbulkan korban jiwa, namun tetap menjadi peringatan bagi masyarakat. Kewaspadaan, ketelitian saat mengemudi, serta kesiapan menghadapi situasi darurat menjadi hal yang penting demi keselamatan bersama.
Kasus ini juga menunjukkan bagaimana solidaritas warga dan aparat kepolisian dapat membantu menyelesaikan situasi darurat dengan cepat. Gotong royong warga yang turun langsung mengevakuasi mobil menjadi bukti bahwa kepedulian sosial masih kuat di masyarakat. (Red)



















