Berita Peristiwa

Banjir Bandang Lampung Barat: Hujan Deras Picu Genangan Satu Meter, Warga Suoh Dihantui Trauma

470
×

Banjir Bandang Lampung Barat: Hujan Deras Picu Genangan Satu Meter, Warga Suoh Dihantui Trauma

Sebarkan artikel ini

Lam­pung Barat, SniperNew.id – Hujan deras yang meng­guyur wilayah Keca­matan Suoh, Kabu­pat­en Lam­pung Barat, pada Rabu (10/9/2025) sore, memicu ban­jir ban­dang yang melan­da pemangku Gunung Sari, Pekon Band­ing Agung. Peri­s­ti­wa ini son­tak men­ja­di sorotan pub­lik sete­lah sejum­lah akun media sosial mem­bagikan doku­men­tasi visu­al, lengkap den­gan doa dan seru­an kepedu­lian untuk war­ga ter­dampak.

Salah satu ung­ga­han yang ramai diperbin­cangkan datang dari akun Threads @pdgsiar, yang mengutip doku­men­tasi war­ga di lokasi keja­di­an. Dalam ung­ga­han terse­but ter­tulis.

“Pray For Lam­pung Barat, ter­ja­di ban­jir ban­dang di pemangku Gunung Sari Pekon Band­ing Agung Keca­matan Suoh Lam­pung Barat Rabu sore 10/09.

Ban­jir den­gan ket­ing­gian 1 meter melan­da daer­ah terse­but sete­lah hujan deras dari siang hari, dan pen­gakuan war­ga bah­wa ban­jir baru ter­ja­di kali ini.

Semoga tidak menelan kor­ban jiwa dan cobaan ini segera sele­sai dan terselesaikan.Dokumentasi: war­ga. #lam­pung #lam­pun­greels”

Ung­ga­han itu juga dis­er­tai tangka­pan layar video bertuliskan:
“lam­pung reels. PRAY FOR LAMPUNG BARAT 10 SEPTEMBER 2025.”

Ban­jir ban­dang den­gan ket­ing­gian air men­ca­pai sek­i­tar satu meter meren­dam kawasan pemangku Gunung Sari, Pekon Band­ing Agung, Keca­matan Suoh, Kabu­pat­en Lam­pung Barat. Genan­gan air ter­ja­di sete­lah hujan deras meng­guyur sejak siang hing­ga sore hari.

  24 Mahasiswa KKN dan Perangkat Nagari Hilang Usai Masuk Hutan di Lima Puluh Kota

Menu­rut kesak­sian war­ga, ban­jir terse­but baru per­ta­ma kali dirasakan dalam beber­a­pa tahun ter­akhir. War­ga menye­but, curah hujan ting­gi yang turun secara tiba-tiba mem­bu­at salu­ran air tidak mam­pu menam­pung deb­it air, sehing­ga men­galir deras ke pemuki­man.

War­ga Pekon Band­ing Agung men­ja­di pihak yang pal­ing ter­dampak. Beber­a­pa rumah dila­porkan ter­ge­nang, semen­tara akses jalan uta­ma menu­ju lokasi juga ter­gang­gu. Kendati demikian, hing­ga beri­ta ini ditu­runk­an, belum ada lapo­ran res­mi men­ge­nai kor­ban jiwa.

War­ga setem­pat hanya berharap ban­jir ban­dang ini segera surut dan tidak menim­bulkan kerusakan parah maupun kor­ban.

Lokasi keja­di­an bera­da di Pemangku Gunung Sari, Pekon Band­ing Agung, Keca­matan Suoh, Kabu­pat­en Lam­pung Barat, Provin­si Lam­pung. Wilayah ini dike­nal seba­gai daer­ah per­buk­i­tan dan dataran ren­dah yang ker­ap dil­in­tasi ali­ran sun­gai kecil.

Posisi geografis terse­but mem­bu­at kawasan Suoh rentan ter­hadap ben­cana hidrom­e­te­o­rolo­gi, khusus­nya keti­ka curah hujan meningkat drastis.

Peri­s­ti­wa ban­jir ban­dang ter­ja­di pada Rabu sore, 10 Sep­tem­ber 2025, sete­lah hujan deras meng­guyur sejak siang hari. Doku­men­tasi dari war­ga mulai terse­bar di media sosial hanya beber­a­pa jam sete­lah ban­jir melan­da, sehing­ga lang­sung menarik per­ha­t­ian pub­lik.

Fak­tor uta­ma penye­bab ban­jir ban­dang ini adalah curah hujanek­strem yang ter­ja­di secara intens sejak siang. Selain itu, dugaan semen­tara menye­butkan adanya keter­batasan drainase dan peny­er­a­pan tanah di kawasan per­muki­man, sehing­ga ali­ran air tidak terk­endali.

  Bus PO Haryanto Alami Kecelakaan di Tol Batang–Semarang, Lalu Lintas Sempat Macet Panjang

Peruba­han tata guna lahan di sek­i­tar per­buk­i­tan juga dituding men­ja­di pemicu melu­ap­nya air den­gan cepat. Hal ini men­ja­di per­ha­t­ian serius bagi war­ga maupun pemer­in­tah daer­ah agar melakukan eval­u­asi lebih­lanjut.

Hujan deras mulai meng­guyur Keca­matan Suoh sejak Rabu siang. Inten­si­tas hujan yang ting­gi berlang­sung beber­a­pa jam, menye­babkan deb­it air sun­gai kecil dan salu­ran iri­gasi di kawasan Band­ing Agung melu­ap.

Sek­i­tar sore hari, air mulai masuk ke pemuki­man war­ga den­gan ket­ing­gian men­ca­pai satu meter. Beber­a­pa war­ga panik dan segera menye­la­matkan barang-barang berhar­ga ke tem­pat lebih ting­gi. Doku­men­tasi beru­pa foto dan video kemu­di­an direkam oleh war­ga, lalu dise­barkan ke media sosial untuk mengabarkan kon­disi terki­ni.

Sejum­lah war­ga yang ter­dampak meny­atakan, ban­jir kali ini cukup menge­jutkan kare­na belum per­nah ter­ja­di sebelum­nya di wilayah mere­ka.

“Biasanya kalau hujan deras, air hanya men­galir deras di par­it atau sun­gai kecil. Tapi kali ini sam­pai masuk rumah, airnya cepat sekali naik,” ujar salah seo­rang war­ga yang eng­gan dise­butkan namanya.

War­ga lain menam­bahkan, mes­ki air cukup ting­gi, mere­ka bersyukur tidak ada kor­ban jiwa sejauh ini. Namun mere­ka khawatir, jika curah hujan masih ting­gi dalam beber­a­pa hari ke depan, ban­jir susu­lan bisa saja ter­ja­di.

Hing­ga Kamis pagi, pemer­in­tah daer­ah bersama aparat desa masih melakukan pen­dataan dampak ban­jir. Badan Penang­gu­lan­gan Ben­cana Daer­ah (BPBD) Lam­pung Barat juga dila­porkan telah menu­runk­an tim untuk menin­jau lokasi, mengevakuasi war­ga yang ter­dampak, ser­ta menyalurkan ban­tu­an daru­rat.

  VIRAL! Dua Truk Tabrakan di Akses Jalan Menuju PT BAI, Satu Terbalik dan Korban Luka Serius

Pemer­in­tah mengim­bau masyarakat tetap was­pa­da dan sia­ga, mengin­gat praki­raan cua­ca dari BMKG masih menun­jukkan poten­si hujan deras di wilayah Lam­pung dalam beber­a­pa hari men­datang.

Selain keru­gian materi­il, peri­s­ti­wa ban­jir ban­dang ini menim­bulkan trau­ma psikol­o­gis bagi war­ga. Banyak di antara mere­ka khawatir peri­s­ti­wa seru­pa akan teru­lang, teruta­ma mengin­gat kon­disi geografis Lam­pung Barat yang rentan ben­cana.

Ung­ga­han di media sosial den­gan tagar #Pray­For­Lam­pung­Barat juga menun­jukkan kepedu­lian pub­lik luas, ter­ma­suk war­ga Lam­pung di per­an­tauan. Dukun­gan moral ini pent­ing untuk meringankan beban psikol­o­gis war­ga ter­dampak.

Melalui ung­ga­han yang viral, war­ga menyam­paikan hara­pan agar ben­cana ban­jir ini segera ter­atasi. Mere­ka juga berharap pemer­in­tah mem­per­bai­ki infra­struk­tur drainase dan melakukan langkah pence­ga­han lebih serius untuk men­gu­ran­gi risiko ben­cana seru­pa di masa depan.

“Semoga cobaan ini segera sele­sai dan terse­le­saikan,” tulis akun @pdgsiar dalam ung­ga­han­nya.

Peri­s­ti­wa ban­jir ban­dang di Lam­pung Barat pada 10 Sep­tem­ber 2025 men­ja­di pengin­gat bah­wa peruba­han cua­ca ekstrem dan kerentanan geografis harus diantisi­pasi den­gan kesi­ap­si­a­gaan yang lebih baik. Meskipun sejauh ini tidak ada lapo­ran kor­ban jiwa, keru­gian mater­il dan trau­ma war­ga tidak bisa dia­baikan.

Pemer­in­tah daer­ah bersama masyarakat per­lu meningkatkan kewas­padaan, mem­per­bai­ki tata kelo­la lingkun­gan, ser­ta mem­perku­at sis­tem mit­i­gasi ben­cana. Semen­tara itu, sol­i­dar­i­tas pub­lik yang diwu­jud­kan melalui doa dan dukun­gan di media sosial men­ja­di buk­ti kepedu­lian ter­hadap war­ga Lam­pung Barat yang sedang meng­hadapi musibah.(ada/abd).

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *